Selanjutnya, didampingi Kepala Bappeda Kota Medan Irwan Ritonga, Syarifuddin mengungkapkan terkait pengelolaan keuangan dan perencanaan pembangunan daerah, saat ini Pemko Medan juga tengah menghadapi sejumlah hal terkait aturan peralihan dari Sistem Informasi Manajemen Daerah (SIMDA) ke Sistem Informasi Pembangunan Daerah (SIPD).
“Peralihan tersebut menuntut kita untuk beradaptasi. Namun, sejauh ini tidak ada kendala berarti yang dijumpai. Sebab, seluruh OPD dituntut untuk saling berkoordinasi sehingga setiap tugas dan pekerjaan maupun masalah yang dihadapi dapat terselesaikan dengan baik,” ungkapnya.
Sebelumnya, Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Nias Utara Arimei Zega menyampaikan ucapan terima kasih atas sambutan baik yang diberikan Pemko Medan atas kehadirannya bersama rombongan. Arimei berharap mendapat banyak masukan sehingga bisa menjadi bahan rujukan dan referensi untuk kemudian disampaikan kepada Pemda Kabupaten Nias Utara.
“Dari informasi yang kami peroleh, Pemko Medan memiliki sistem pengeloaan keuangan dan perencanaan daerah yang tertata dengan baik. Maka dari itu, kunker kami ini diharapkan mendapatkan banyak masukan dan informasi sehingga nantinya bisa disampaikan ke Pemda Kabupaten Nias Utara agar menjadi lebih baik lagi, jelas Syarifuddin.
Pertemuan kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab. Adapun beberapa topik yang dibahas yakni terkait peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), pengelolaan Dana Alokasi Khusus (DAK) dan Dana Alokasi Umum (DAU). Sebelum berakhir, acara dirangkai dengan saling bertukar cindera mata antar kedua daerah.D|Med-Gur|ril