Jakarta-Mediadelegasi: Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDTT), Yandri Susanto, memberikan apresiasi tinggi kepada Gubernur Sumatera Utara (Sumut), Bobby Nasution, atas komitmennya dalam mempercepat pembangunan di Kabupaten Nias Utara. Apresiasi ini disampaikan dalam Rapat Koordinasi Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal yang digelar di Jakarta, Rabu (25/2/2026).
Mendes Dorong Sinergi Pusat-Daerah untuk Nias Utara Maju
Kabupaten Nias Utara menjadi satu-satunya daerah di wilayah barat Indonesia yang masih menyandang status daerah tertinggal. Dari 30 kabupaten dengan status tersebut di seluruh Indonesia, Nias Utara menjadi fokus perhatian pemerintah pusat dan provinsi untuk segera keluar dari ketertinggalan.
Kehadiran langsung Gubernur Bobby Nasution dalam rapat koordinasi tersebut menjadi bukti keseriusan Pemprov Sumut dalam mengawal pembangunan di Nias Utara. Mendes PDTT Yandri Susanto menyatakan, “Saya mengapresiasi kehadiran langsung Gubernur Sumatera Utara yang serius mengawal Nias Utara. Ini satu-satunya daerah tertinggal di wilayah barat Indonesia dan harus kita dorong bersama agar segera keluar dari status itu.”
Dalam rapat tersebut, terungkap bahwa sebagian besar daerah tertinggal masih sangat bergantung pada transfer anggaran dari pusat. Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang minim menjadi kendala utama dalam pembangunan. Oleh karena itu, intervensi dari pemerintah pusat dan provinsi sangat diperlukan.
Meskipun demikian, pemerintah pusat melihat potensi besar yang dimiliki Nias Utara, terutama di sektor perkebunan kelapa. Namun, potensi ini belum dapat dimaksimalkan karena keterbatasan infrastruktur dan akses logistik. “Potensinya luar biasa, kelapanya besar. Tapi kalau jalannya tidak ada, logistik terhambat, tentu pertumbuhan ekonominya tidak maksimal,” ujar Menteri Yandri.
Baca Juga : https://mediadelegasi.id/kreativitas-terlindungi-sosialisasi-ki-dorong-ekonomi-desa/
Bupati Nias Utara, Amizaro Waruwu, yang juga ditunjuk sebagai koordinator kabupaten tertinggal se-Indonesia, menyampaikan terima kasih atas dukungan yang diberikan oleh Gubernur Bobby Nasution. “Gubernur bagi kami adalah orang tua kami. Kami merasakan betul komitmen beliau, terutama menjaga TKD Provinsi Sumut dan Kabupaten Nias Utara agar tidak dipotong,” kata Amizaro.
Dukungan anggaran sebesar Rp300 miliar untuk Kepulauan Nias juga menjadi bukti keberpihakan Pemprov Sumut dalam mempercepat pembangunan di wilayah tersebut. “Bahkan beliau beberapa kali berkantor di Nias untuk memastikan pembangunan berjalan. Ini memberi semangat besar bagi kami,” lanjut Amizaro.
Amizaro juga mengapresiasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diinisiasi oleh Presiden RI Prabowo Subianto. Menurutnya, program ini akan memberikan dampak positif bagi masyarakat di daerah tertinggal seperti Nias Utara. “Bagi kami di daerah tertinggal, program MBG ini seperti emas. Dampaknya langsung dirasakan masyarakat,” ucapnya.
Rapat koordinasi ini menegaskan bahwa percepatan pembangunan Nias Utara membutuhkan keberpihakan anggaran, pembangunan infrastruktur yang memadai, serta pengawalan kebijakan yang konsisten. Dengan sinergi antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten, diharapkan Nias Utara dapat segera lepas dari status daerah tertinggal dan meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya.
Pemerintah Provinsi Sumatera Utara berkomitmen untuk terus mendukung pembangunan di Nias Utara melalui berbagai program dan kebijakan. Dengan kerja keras dan kolaborasi yang baik, Nias Utara diharapkan dapat menjadi daerah yang maju dan sejahtera di masa depan. D|Red.
Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.








[…] HARI INI Tes Urine Dadakan: Kapolda Buktikan Komitmen Anti Narkoba Mendes Apresiasi Sumut dalam Percepatan Pembangunan Nias Kreativitas Terlindungi: Sosialisasi KI Dorong Ekonomi Desa Si Buaya Tinggian: Reptil 4 Meter […]