Dua Ribu Lebih Jemaah Zikirkan Kemenangan Edy-Hasan di Ponpes Al-Kautsar

Senin, 18 November 2024 - 18:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Medan-Mediadelegasi: Al-Ustadz Dr H Anhar Nasution SH MH menyebutkan, dengan memilih Calon Gubernur (Cagub) Sumut Edy Rahmayadi-Hasan Basri Sagala sama dengan memutus politik dinasti dan mengawal demokrasi sebagaimana anjuran dalam Islam.

“Kalau Edy-Hasan menang, berarti telah menghapuskan dinasti dari Indonesia. Mari bersama-sama dengan bismillah kita coblos Nomor 2 Edy-Hasan pada Pilgub Sumut 27 Nopember mendatang,” ajak H Anhar Nasution pada zikir akbar Wanita Pengajian Medan di aula Ponpes Al-Kautsar Medan, Senin (18/11).

Zikir dengan nama Suara Hati untuk Pilkada Damai dipandu Ustadz H Jumana Farid Nasution itu dihadiri dua ribu lebih Jemaah dan sejumlah Ustadz ternama Sumatera Utara sekaliber KH Zulfikar Hajar Lc, Buchori Al-Hafiz Batubara pada Pengajian yang dikemas Hj Menni Nasution Ketua Panitia, Hj Dewi Harahap Ketua Pengajian Wanita Medan dan civitas Ponpes Al-Kautsar Medan.

Menurut Anhar Nasution, ada empat dasar taqwa, duduk di majelis taklim, majelis silaturahim, yang hari ini bersama Cawagub Sumut Hasan Basri Sagala.

“Hasan Basri Sagala ini orang cerdas, kita saksikan di televisi, dia menjawab semua Pertanyaan Cagub sebelahnya dalam debat, penguasaan bahan yang tepat. Kita dengar, Hasan bilang, sosok pemimpin itu harus berintegritas pemerintahan yang baik. Harus berkarakter Akhlakul Karimah, seorang pemimpin itu mudah dijumpai masyarakat,” papar Anhar Nasution.

BACA JUGA:  DPRD Kota Medan Gelar Rapat Paripurna Masa Sidang Kedua

Lebih jauh, urai Anhar, ketika pemimpin susah menjumpainya, berarti telah hilang nilai kerakyatannya. “Karenanya, hidup itu harus cinta kasih, cinta kasih itu perdamaian, perdamaian itu adalah kemerdekaan,” katanya.

Di hadapan jemaah itu, Ustadz Anhar juga bercerita dalam berbagai kesempatan ceramah dia telah menyampaikan kepada jemaahnya agar jangan sampai salah memilih pemimpin, karena itu akan dipertanggungjawabkan kepada Allah SWT. “Di depan Hasto Kristiyanto, Sekjend PDI Perjuangan saya bicara, lima keuntungan memilih Edy-Hasan, nilai keislaman tidak diragukan, sebagai pejuang,” ungkap Anhar.

Mari, kata Anhar, masyarakat Sumut mendoakan dan memilih Edy-Hasan agar diberikan Allah SWT kesehatan, mudah rezeki. Mereka ini sosok pemimpin yang takut kepada Allah, sayang kepada rakyat, amanah dalam jabatan dan bermanfaat untuk agama,” katanya.

Teringat Covid-19

Ketua Pengajian Wanita Medan, Hj Dewi Harahap mengingatkan jemaah dengan komitmen kebijakan Edy Rahmayadi Gubernur Sumut.

BACA JUGA:  Kelurahan Tanah Enam Ratus Perkenalkan Inovasi Kompor Berbahan Bakar Sampah

“Waktu covid-19 yang membolehkan tetap jamaah di masjid, masjid tetap boleh dibuka, yang boleh masuk ke rumah dinas, yang bisa foto-foto, yang suka berbagi sembako, kain sarung ibu, siapa???,” tanya Dewi disambut jawaban jemaah, Edy Rahmayadi.

Dewi kembali meyakinkan, jika Edy-Hasan jadi Gubernur-Wakil Gubernur rakyat Sumut lebih bebas masuk “istana” (rumah dinas gubsu-red).

Menurutnya, tugas Edy kini belum selesai, karena masih lima tahun. “Program itu harus sepuluh tahun. Kalau lima tahun masih urusan bongkar sana sini, makanya harus dilanjutkan lima tahun lagi,” kata Dewi disambut tepuk tangan jemaah.

Dewi pun mengatakan, yang sepakat Edy melanjutkan, itu zikir kata hati. “Jadilah pemilih cerdas, kalau ada ngasi ngasi uang, ambil saja, ada yang serangan fajar tampung saja, sebab itu uang kita, uang rakyat,” sebutnya.

Hasan Basri Sagala, mohon doa, dan kabarkan kepada keluarga besar masing-masing untuk datang ke TPS pada 27 Nopember mendatang, memilih Nomor 2, Edy-Hasan. D|Red-06

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Muhammad Syam Ahza Tarigan Ingin Raih Prestasi Pilih Olahraga Petanque Demi Banggakan Orang Tua
Wartawan & Aktivis Kamisan Aksi Damai: Minta Prabowo Tarik Kata “Londo Ireng” dan Minta Maaf
Yayasan Oysani Generasi Peduli Audiensi ke Yayasan Prof. Dr. H. Kadirun Yahya, Paparkan Kinerja & Rencana Kolaborasi
Isu Rebutan Proyek LPJU Ratusan Miliar Bergulir, Kadishub Medan Bungkam Saat Dikonfirmasi
Berebut Proyek LPJU Medan Ratusan M, Wali Kota dan Kadishub Belum Menjawab
Kontroversi Dian Cina, Isu Kendalikan Narkoba hingga Desakan ke Nusakambangan
Proyek LPJU Kota Medan Rp100 Miliar Lebih Disorot, Empat Kelompok Berebut Jadi Pemenang
LHKPN Jadi Tanda Tanya, Ini Rekam Jejak Kontroversi Kapolrestabes Medan
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 31 Juli 2026 - 19:34 WIB

Muhammad Syam Ahza Tarigan Ingin Raih Prestasi Pilih Olahraga Petanque Demi Banggakan Orang Tua

Jumat, 31 Juli 2026 - 14:34 WIB

Wartawan & Aktivis Kamisan Aksi Damai: Minta Prabowo Tarik Kata “Londo Ireng” dan Minta Maaf

Kamis, 30 Juli 2026 - 16:36 WIB

Yayasan Oysani Generasi Peduli Audiensi ke Yayasan Prof. Dr. H. Kadirun Yahya, Paparkan Kinerja & Rencana Kolaborasi

Selasa, 28 Juli 2026 - 20:14 WIB

Isu Rebutan Proyek LPJU Ratusan Miliar Bergulir, Kadishub Medan Bungkam Saat Dikonfirmasi

Senin, 27 Juli 2026 - 17:51 WIB

Berebut Proyek LPJU Medan Ratusan M, Wali Kota dan Kadishub Belum Menjawab

Berita Terbaru