Gedung Sejarah Kota Medan yang Terabaikan

Sabtu, 11 Juli 2020 - 13:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bangunan bergaya Eropa akhir abad 18 ini terletak di Jalan Ahmad Yani Dalam. Foto:D|medan|amirsyam

Bangunan bergaya Eropa akhir abad 18 ini terletak di Jalan Ahmad Yani Dalam. Foto:D|medan|amirsyam

Catatan|Amirsyam|Mediadelegasi

BANGUNAN bersejarah yang ada di Kota Medan, kondisinya sungguh memprihatinkan. Bangunan bergaya Eropa akhir abad 18 ini terletak di Jalan Ahmad Yani Dalam (Kesawan Medan).

Kini bangunan itu terkesan dibiarkan kusam, pintu dan jendela hilang, namun keaslian bangunan tetap tampak dan masih berdiri kokoh di antara hamparan bangunan gedung bertingkat yang baru dan modern.

Sepertinya tidak serta-merta menghilangkan eksotisme gedung sejarah bangunan lama bergaya Eropa ini, walaupun kondisinya memprihatinkan akibat termakan usia.

Menurut Antropolog muda Kota Medan, Feri Novriansyah kepada Mediadelegasi menyampaikan saat diskusi di Amaliun food court  Sabtu (11/7). Bahwa di kawasan ini, dahulunya merupakan pusat bisnis dan pemerintahan Hindia Belanda kini menjadi gedung sejarah bagi Kota Medan.

Hal ini tampak dengan jelas dari berbagai peninggalan bangunan dan dokumen kesejarahan yang ada. “Sejarah mencatat, bahwa doeloe di kawasan ini berdiri super market mewah saat Walikota Hindia Belanda Daniel Baron Mckey meresmikan Toserba yang ada di Kota Medan pada zamannya”, ujarnya.

BACA JUGA:  Kahiyang Ayu Apresiasi Inovasi PKK Kecamatan Medan Maimun dalam IVA Test untuk Deteksi Dini Kanker Serviks

Di kawasan sekitar bangunan ini, berdiri juga bangunan pusat pemerintahan Hindia Belanda yang di Medan, Kantor Walikota Medan (sekarang berubah menjadi bangunan Hotel Grand Aston), Kantor Pos Besar, Kantor Lonsum, rumah Tjong A Fie Masjid Lama Bengkok, Gereja Katolik Katedral dan puluhan bangunan tua yang berjejer di sekitar Kawasan.

“Hindia-Belanda sudah merancang landscape Pembangunan Kota Medan untuk jangka panjang namun sayang, akibat pengelolaan tata ruang Kota tidak mencerminkan kearifan lokal terhadap bangunan bersejarah (haritage) akibat Pembangunan Kota Medan tidak memiliki visi budaya,” lanjut aktifis muda ini.

Ke depan diharapkan, ada Walikota Medan yang memiliki kepedulian terhadap bangunan bersejarah yang ada di Kota Medan, agar di rawat dan di lestarikan sebagai cagar budaya.

Kota Medan butuh sosok Walikota yang memiliki kepedulian terhadap situs-situs sejarah, dan menjadikan Kawasan sekitar Kesawan menjadi pusat industri pariwisata Sejarah Kota Medan.

BACA JUGA:  Advokat Alumni Hukum UMSU Deklarasikan KAUM

Sama seperti Kota-Kota besar yang ada di Indonesia, seperti Jakarta dengan Kota tuannya sebagai landmark atau ikonik Kota Jakarta, Jogjakarta dengan menjadikan Jalan Malioboro sebagai pusat budaya dan ikonik Kota, Bandung dengan Jalan Braga sebagai pusat budaya dan ikonik dan Surabaya,

“Bisa saja Pemko Medan menjadikan daerah Kesawan sebagai Pusat Studi Budaya  Kota Medan, karena di Kesawan ini, berdiri bangunan bersejarah yang usianya sudah lebih dari dua abad, karena karekteristik bangunan Sejarah di Kota Medan tidak jauh berbeda dengan Kota-Kota besar lain di Indonesia”, lanjut Feri.

Kota Medan memiliki situs-situs sejarah yang kondisinya memperihatinkan, yang terlihat terawat hanya  Istana Maimoon dan Masjid Raya Al-Mahsum.

“Kita sekarang menunggu political will pemerintah Kota ke depan, agar seyogianya bangunan dan situs-situs kesejarahan Kota Medan harus di jaga, di rawat sebagai media pembelajaran bagi anak-anak di masa depan”, lanjut Feri mengakhiri wawancara.*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Andes Radytya: Dari Aktor Film & Dunia Politik, Kini Resmi Menyandang Gelar Advokat
Wisuda Periode II Unika Santo Thomas Tahun Akademik 2025/2026: Lepas 534 Lulusan
Kepengurusan KSMI Kota Medan Dibekukan Pengprov KSMI Sumut, Ini Tiga Alasannya
BPIP & DPR RI Gelar Penguatan Relawan Gerakan Kebajikan Pancasila di Medan
BRT Mebidang Medan Rampung Juni 2027, Uji Coba 18 Agustus Pakai Bus Listrik
Gol Mania League 2026: SMA Nurcahaya Borong 4 Gelar Juara Usai Kalahkan SMK TI Budi Agung di Final
Anggota DPRD Medan Tia Ayu Anggraini Soroti Fasilitas Minim SMP Negeri 39 Medan, Minta Pemko Segera Benahi
Dinamika Proyek LPJU Medan Berlanjut, Muncul Inisial D dan J, Benarkah Ada Pertemuan dengan Kadishub?
Berita ini 21 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 12:47 WIB

Andes Radytya: Dari Aktor Film & Dunia Politik, Kini Resmi Menyandang Gelar Advokat

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 10:59 WIB

Wisuda Periode II Unika Santo Thomas Tahun Akademik 2025/2026: Lepas 534 Lulusan

Selasa, 11 Agustus 2026 - 12:09 WIB

Kepengurusan KSMI Kota Medan Dibekukan Pengprov KSMI Sumut, Ini Tiga Alasannya

Kamis, 6 Agustus 2026 - 13:47 WIB

BPIP & DPR RI Gelar Penguatan Relawan Gerakan Kebajikan Pancasila di Medan

Kamis, 6 Agustus 2026 - 12:06 WIB

BRT Mebidang Medan Rampung Juni 2027, Uji Coba 18 Agustus Pakai Bus Listrik

Berita Terbaru

Gempa bumi M6,1 mengguncang Nias Selatan, Sumatera Utara (Sumut), Selasa (18/8/2026), pukul 13.02 WIB. Foto: BMKG.

Kabupaten Nias Selatan

Gempa M 6,1 Guncang Nias Selatan Sumut, BMKG: Tidak Berpotensi Tsunami

Selasa, 18 Agu 2026 - 14:59 WIB