BMKG menjelaskan bahwa gempa yang terjadi tergolong gempa dangkal akibat aktivitas deformasi kerak bumi di dasar laut. Analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa tersebut memiliki pola pergerakan naik atau thrust fault.
Jenis patahan ini diketahui dapat memicu pergerakan dasar laut secara vertikal yang berpotensi menimbulkan gelombang tsunami, terutama jika terjadi di wilayah laut dengan energi gempa yang besar.
Kerusakan Dilaporkan di Ternate
Dampak gempa juga dirasakan hingga wilayah Ternate. Laporan awal dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat menyebutkan adanya kerusakan pada sejumlah bangunan, khususnya di Kecamatan Pulau Batang Dua.
Salah satu bangunan yang dilaporkan mengalami kerusakan adalah Gereja Kalvari yang berada di Kelurahan Lelewi. Selain itu, beberapa rumah warga juga mengalami kerusakan akibat guncangan kuat.
Warga setempat sempat mengungsi ke wilayah perbukitan setelah melihat fenomena air laut surut yang memicu kekhawatiran akan datangnya tsunami.
Hingga saat ini, pemerintah daerah bersama tim BPBD masih melakukan pendataan terkait dampak kerusakan serta memastikan kondisi masyarakat di wilayah terdampak tetap aman. D|Red.
Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.







