Sementara itu, petani Asal Kabupaten Dairi Absari, dalam orasinya memprotes gejolak harga pupuk yang semakin sulit dijangkau oleh kalangan petani lokal.
“Harga pupuk mahal sekali, HET nya pun enggak jelas ke petani, harganya enggak sinkron. Sekarang dijual Rp160 ribu per karung,” paparnya.
Padahal, harga eceran tertinggi atau HET pupuk yang diberlakukan pemerintah Rp120 ribu per karung.
Dalam aksi unjuk rasa itu, massa semula berharap bisa bertemu Gubernur Sumut Bobby Nasution.
Namun karena tidak diterima oleh Bobby Nasution, massa petani dan mahasiswa melanjutkan aksi unjuk rasa ke gedung DPRD Provinsi Sumut di Jalan Imam Bonjol Medan.
Selain menggelar sejumlah spanduk, sebagian pengunjung rasa juga datang dengan membawa beberapa jenis buah dan tanaman pangan mereka. D|Red






