
“Sekarang sudah Tanggal 21 November 2021, pengumuman hasil rekrutmen Cados non-PNS BLU UINSU belum kelihatan oleh public,” ketus Rusli Efendi.
Menurutnya, Pansel maupun Rektor UINSU Prof Dr H Syahrin Harahap MA, tidak perlu memaksakan hasil kerja Pansel yang viral sarat kejaggalan. “Jangan main-main dan mempermudah pekerjaan, dan tak perlu sakit hati jika disebut Pansel abal-abal tak professional,” ujar Rusli Efendi.
Kejanggalan proses Rekrutmen Cados kali ini, kata Rusli Efendi, patut dijadikan pelajaran sehingga tidak semestinya terulang di masa mendatang. “Surat Dirjen itu bertanggal 27 Oktober 2021, tapi proses rekrutmen terkesan dipaksakan dengan memburu waktu dan bagai mengejar bayangan, memalukan,” sebut Rusli Efendi.
Rusli Efendi Damanik juga berpesan kepada para peminat Cados tetap Non-PNS UINSU agar tidak percaya dengan janji-janji oknum yang bisa meluluskan. “Allah SWT tidak tidur, posisi atau jabatan diperoleh dengan cara tak mendidik bagi seorang pendidik masuk kategori dosa besar,” katanya. D|Red-06