Hasrat: Hentikan Eksploitasi Anak Sekarang!

Senin, 10 Agustus 2020 - 09:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi|Foto: facebook.com

Ilustrasi|Foto: facebook.com

Medan-Mediadelegasi: Pengamen musiman kini seakan mengubah wajah inti Kota Medan menjadi pusat urban. Mereka datang berduyun-duyun, mengais rezeki dengan beragam cara, agar dapat bertahan dalam kondisi ekonomi yang menghimpit.

Seperti Iwan (nama samaran) merupakan penduduk yang berdomisili di Stabat, harus ke Medan, mencari rezeki dengan cara sebagai pengemis dan pengamen jalanan.

Tugas masing-masing dijalankan. Iwan sendiri sebagai pengatur penempatan mangkal. Anak mereka yang masih berusia Sekolah Dasar, ditempatkan sebagai manusia mellenium.

“Bagaimanalah, kondisi ekonomi seperti ini, kebutuhan kami besar, sementara saya kerjanya serabutan, ditambah lagi kondisi covid seperti ini, sementara anak binik butuh makan, ketrampilan tak ada, makanya satu-satunya jalan supaya bisa bertahan hidup, ya seperti inilah mengemis atau mengamen,” jawab Iwan lirih saat Mediadelegasi menghampiri perempatan Jalan Palang Merah Simpang jalan Pemuda, Minggu (9/8), petang.

Karena kondisi ekonomi menjadi faktor mereka bekerja sebagai pengamen atau sejenis pekerjaan informal lainnya. Iwan juga tidak tega anak istrinya harus bekerja di jalanan yang panas, berdebu dan bising seperti di Kota Medan ini.

“Kami takut mati tidak makan bang, ketimbang takut sama petugas Satpol PP, lagian kami tidak mencuri, hanya berharap dari belas kasihan orang-orang,” sambung Iwan, saat ditanya tentang razia petugas.

BACA JUGA:  Camat Medan Barat: Hentikan Pendirian Bangunan di Bantaran Sungai

Anak-anak Iwan berjumlah dua orang, akhirnya putus sekolah karena ketiadaan biaya orangtuanya. “Sebenarnya aku tidak tega juga, anak-anak harus bekerja mencari uang sendiri, tapi apa boleh buat,” jawabnya memelas.

Anak Harus Sekolah

Di tempat terpisah, pengamat Pendidikan sekaligus praktisi Pendidikan Dr H Hasrat Efendi Samosir MA, prihatin ada anak yang masih usia sekolah, di jalanan mencari makan sebagai pengamen.

“Saya pribadi merasa prihatin, banyak anak-anak usia sekolah harus berjibaku di jalanan sekadar mengais rezeki dan bertarung untuk bertahan hidup demi membantu meringankan beban hidup orangtuanya”, ujar Dosen Komunikasi UIN Sumut ini.

Dalam pandangan Islam, anak merupakan amanah atau titipan Allah SWT, berhak mendapatkan pendidikan agar kelak menjadi manusia yang berguna bagi bangsa dan negara serta agama.

“Dalam Islam, Allah SWT sudah menjelaskan dalam Al-Qur’an Surah Al-Furqon: 74, Berilah kami keturunan yang menyejukkan, sekaligus yang membanggakan. Inilah pesan secara implisit dari Allah SWT, agar setiap kita menjaga dan merawat keturunan sebaik-baiknya, karena kelak akan di mintai pertanggungjawaban di akhirat,” jelas Samosir.

Himpitan ekonomi kadangkala mengharuskan banyak keluarga mengambil jalan pintas mencari rezeki, walaupun mengorbankan anak dan istrinya.

“Tapi ini fakta yang tidak bisa diabaikan,  eksploitasi anak kerap menjadi alasan klasik, menjadi salah satu cara memecahkan kebuntuan dari kondisi ekonomi yang sulit, sehingga tak jarang anak-anak menjadi korban eksploitasi tersebut,” tegas Sekretaris Muhammadiyah Medan ini.

BACA JUGA:  Pemerhati Pedagang Kecil Menilai Pengelolaan Pasar Tradisional di Medan Harus Berbasis Digital dan Online

Anak-anak mengemis baik sebagai pengamen ataupun berakrobat layaknya manusia mellinium atau bahkan menjadi Anak Joget semua didasarkan karena persoalan kebutuhan dasar yang belum terpenuhi.

“Sudah saatnya Pemerintah, Dinas Sosial untuk merelokasi anak-anak ini dari jalanan, karena di jalanan bukanlah tempat mereka, seharusnya di usia sekolah ini, anak-anak belajar, menggali ilmu pengetahuan di bangku-bangku sekolah, dengan merelokasi anak-anak ini, di harapkan mereka memiliki kemampuan individu yang bisa dikembangkan kelak,” tambahnya.

Diharapkan, dengan adanya anak-anak di panti sosial ini, mereka mendapatkan pembelajaran yang baik. Tumbuh kembang mereka akan lebih baik.

“Karenanya, pemerintah harus hadir guna meminimalisir pemanfaatan anak-anak yang di eksploitasi, dengan alasan kondisi ekonomi,” katanya.

Jika perlu orangtua anak-anak ini juga diberikan ketrampilan guna mengembangkan kemampuan personal, agar mentalitas sebagai pengemis berubah menjadi mentalitas yang lebih baik, bukan dari hasil eksploitasi.

Menurut Hasrat Samosir, anak-anak dilindungi dan dijamin kelayakannya dalam UU tentang Perlindungan Anak, bahwa setiap anak memiliki hak untuk tumbuh dan berkembang dengan baik. D|Med-67

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Istana Maimon Jadi Saksi, 23 Paguyuban Kesukuan Pertajam Komitmen Merajut Kebhinekaan Bersama FKN Sumut
USU: Belum Ditemukan Indikasi Perundungan dalam Kasus Meninggalnya Mahasiswi FIB
Kadis SDABMBK Khairul Azmi Dorong Drainase Lebih Optimal, 1.047 Meter U-Ditch Dibangun di Gaperta
DLH Kota Medan: Pengadaan Alat Berat Rp11,4 Miliar Sesuai Aturan LKPP, Tidak Ada Pembelian Buldoser Rp479 Juta
CEGAH GANGGUAN KAMTIB, LPKA MEDAN GELAR RAZIA GABUNGAN
Namanya Dicatut Irhamsadani Rambe dalam Isu Seleksi KPID, KAMMI Sumut: Ketua yang Sah Hanya Hasan Basri!
BEM UMN Al-Washliyah Tagih Tindak Lanjut Bea Cukai soal Dugaan Monza Ilegal
Gelar Muswil ke III, Syamsuri Terpilih Jadi Ketua IKA UT Medan Periode 2026-2031
Berita ini 17 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 2 Oktober 2026 - 11:09 WIB

Istana Maimon Jadi Saksi, 23 Paguyuban Kesukuan Pertajam Komitmen Merajut Kebhinekaan Bersama FKN Sumut

Senin, 28 September 2026 - 17:16 WIB

USU: Belum Ditemukan Indikasi Perundungan dalam Kasus Meninggalnya Mahasiswi FIB

Jumat, 25 September 2026 - 17:31 WIB

Kadis SDABMBK Khairul Azmi Dorong Drainase Lebih Optimal, 1.047 Meter U-Ditch Dibangun di Gaperta

Rabu, 23 September 2026 - 16:45 WIB

DLH Kota Medan: Pengadaan Alat Berat Rp11,4 Miliar Sesuai Aturan LKPP, Tidak Ada Pembelian Buldoser Rp479 Juta

Sabtu, 19 September 2026 - 19:11 WIB

CEGAH GANGGUAN KAMTIB, LPKA MEDAN GELAR RAZIA GABUNGAN

Berita Terbaru

Camat Sungaikanan, Yusran Hasian Harahap SE MM (dua kiri), Perwakilan Kebun B Simangunsong (tiga kanan), Tokoh masyarakat H Kodirun Harahap SH (dua kanan) bersama jajaran Polsek Sungaikanan dan Personel Koramil 12/Langgapayung saat meninjau langsung longsor hebat sudut Kebun B di Desa Sabungan, Sungaikanan, Labusel, kemarin. Foto: D|maruli siregar

Kabupaten Labuhan Batu Selatan

Sengkarut Gurita Bisnis Kebun di Sabungan Labusel

Rabu, 7 Okt 2026 - 19:54 WIB