HMNS: Kisah Sukses Brand Parfum Lokal yang Menggebrak Pasar Domestik dan Internasional

Farhampton dirangkai dengan kekayaan wangi dari Labdanum Amber dari Maroko.(Foto:Ist)

Jakarta-Mediadelegasi : Indonesia memiliki banyak kisah sukses brand lokal yang berhasil mencuri perhatian, salah satunya adalah HMNS. Brand parfum ini telah membuktikan bahwa dengan ide sederhana, keberanian besar, dan kerja keras, mimpi untuk bersaing di pasar global bukanlah hal yang mustahil.

HMNS lahir dari tangan Rizky Arief Dwi Prakoso, seorang pria yang memiliki latar belakang unik. Sebelum terjun ke dunia parfum, Rizky adalah seorang CEO di NAH Project, sebuah brand sepatu lokal yang cukup dikenal di Bandung.

Namun, pada akhir 2018, Rizky memutuskan untuk mengundurkan diri dari posisinya dan memilih untuk menjadi konsultan UMKM. Profesi inilah yang kemudian membawanya pada ide untuk menciptakan HMNS.

Sebagai seorang konsultan, Rizky sering bertemu dengan klien dari berbagai kalangan. Ia menyadari pentingnya penampilan yang prima, termasuk dalam hal aroma tubuh. Kebiasaannya membeli parfum pun mengantarkannya pada sebuah pengalaman yang membekas.

Suatu hari, saat mengunjungi pusat perbelanjaan di Jakarta, Rizky menemukan parfum yang sangat ia sukai. Namun, harga parfum tersebut mencapai Rp3,8 juta, sebuah angka yang cukup fantastis baginya.

Rasa penasaran mendorong Rizky untuk mencari tahu mengapa harga parfum bisa sangat mahal. Setelah melakukan riset, ia menemukan bahwa rantai distribusi yang panjang dari bahan baku hingga produk akhir menjadi salah satu penyebab utamanya.

Dari sinilah, Rizky menggagas ide untuk membuat parfum lokal dengan kualitas internasional namun dengan harga yang lebih terjangkau. Ia ingin menciptakan parfum yang bisa dinikmati oleh semua orang, tanpa terbatas oleh kelas, gender, maupun latar belakang.

Bersama dua rekannya, Amron dan Karina, Rizky kemudian merintis HMNS dengan modal awal yang terbilang kecil, yaitu sekitar Rp18 juta. Nama HMNS sendiri diambil dari kata “humans”, yang mencerminkan visi mereka untuk menciptakan parfum yang inklusif.

Perjalanan HMNS tidaklah mudah. Rizky bukanlah seorang perfumer, sehingga ia harus mencari sosok yang memiliki keahlian dalam meracik wewangian. Melalui jaringan kenalan, ia bertemu dengan Agil Usman, seorang perfumer senior asal Bandung.

Agil memiliki formula parfum yang unik namun belum pernah dipasarkan. Formula inilah yang kemudian menjadi cikal bakal produk pertama HMNS, yaitu HMNS Alpha.

Siapa sangka, HMNS Alpha langsung meledak di pasaran. Produk ini menjadi sangat populer dan menjadi titik awal bagi HMNS untuk membangun komunitas pecinta parfum lokal.

Setelah HMNS Alpha, HMNS terus meluncurkan berbagai produk ikonik lainnya, seperti ORGSM, Farhampton, EOS, dan Unrosed. Setiap produk hadir dengan narasi yang kuat dan aroma yang khas, sehingga mudah diingat oleh konsumen.

Pos terkait