Inisiatif KMDT Kelola Pantai Pasifik Porsea Patut Didukung

Kamis, 16 Maret 2023 - 11:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Umum Komite Masyarakat Danau Toba (KMDT) Edison Manurung (ketiga kiri)  mendampingi Bupati Toba Poltak Sitorus (keempat kanan) dan unsur pejabat di Kabupaten Toba saat mengunjungi kawasan wisata Pantai Pasifik di Kecamatan Porsea, belum lama ini. Foto: dok

Ketua Umum Komite Masyarakat Danau Toba (KMDT) Edison Manurung (ketiga kiri) mendampingi Bupati Toba Poltak Sitorus (keempat kanan) dan unsur pejabat di Kabupaten Toba saat mengunjungi kawasan wisata Pantai Pasifik di Kecamatan Porsea, belum lama ini. Foto: dok

Medan-Mediadelegasi: Inisiatif Komite Masyarakat Danau Toba (KMDT) untuk ikut ambil bagian menyelamatkan dan merawat kelestarian ekosistem Danau Toba, termasuk kawasan Pantai Pasifik di Desa Patane IV, Kecamatan Porsea,Kabupaten Toba dinilai sebuah prakarsa yang wajar dan patut didukung oleh semua pihak.

Pernyataan tersebut mengemuka dalam sebuah acara diskusi terbatas secara virtual yang diselenggarakan oleh Ketua Umum KMDT Edison Manurung dan diikuti oleh sejumlah peserta, antara lain Bupati Toba Poltak Sitorus, Frengki Pasaribu, SH, Esron Sitepu, SH, Roy Manurung, SH serta jajaran redaksi mediadelegas.id Medan, pada Rabu (15/3).

“Pantai Pasifik potensial dikembangkan menjadi salah satu titik destinasi wisata di Danau Toba, sehingga inisiatif dan kepedulian Pak Edison Manurung beserta segenap jajaran KMDT untuk merawat dan mengelola lahan tersebut patut didukung, sepanjang tidak berbenturan dengan peraturan yang berlaku,” kata Tito Siahaan, mantan pejabat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Toba.

Apalagi, menurut dia, kawasan Pantai Pasifik khususnya yang berlokasi di sepanjang garis sempadan Danau Toba merupakan lahan milik negara yang tidak dapat dimiliki atau dikuasai oleh perorangan, kelompok masyarakat maupun badan usaha.

Karena itu, ia memastikan Pemerintah akan bersikap tegas jika ada upaya yang ingin mengklaim kawasan sempadan Pantai Pasifik sebagai tanah ulayat.

Disebutkannya, penetapan garis sempadan Danau Toba telah diatur dalam Peraturan Menteri (Permen) Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Nomor 28 Tahun 2015.

BACA JUGA:  Edison Manurung: Rawat dan Jaga Pohon yang Baru Ditanam

Khusus bagi pihak yang ingin terlibat dalam pengelolaan lahan di area sempadan danau tersebut, Tito mengutarakan, tentunya keinginan itu hanya bisa diakomodir sebatas mendapatkan akses atau kesempatan untuk menggunakan sesuai yang diberikan pemerintah.

Ditambahkannya, keputusan Pemerintah menetapkan garis sempadan sejauh 50 meter dari tepi muka air tertinggi yang pernah terjadi di Danau Toba bertujuan agar fungsi danau tidak terganggu oleh aktivitas yang berkembang di sekitarnya.

Penetapan garis sempadan Danau Toba, menurut dia, dimaksudkan sebagai upaya agar kegiatan perlindungan, penggunaan dan pengendalian atas sumber daya yang ada di danau itu dapat dilaksanakan sesuai dengan tujuannya.

“Berdasarkan sepengetahuan saya, daerah sempadan danau hanya dimanfaatkan untuk kegiatan dan bangunan tertentu, misalnya kegiatan penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan, pariwisata, olahraga serta aktivitas budaya dan keagamaan,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Umum KMDT Edison Manurung menegaskan bahwa upaya dia merawat dan menata sebagian area Pantai Pasifik sejak belasan tahun silam semata-mata dilandasi panggilan jiwa selaku putra daerah setempat, karena kawasan tersebut sebelumnya merupakan lahan rawa dan ditumbuhi semak belukar.

Diakui Edison, inisiatifnya menata kawasan di pinggir Danau Toba itu agar menjadi kawasan wisata yang asri ternyata mendapat dukungan dan respon positif dari Pemkab Toba dan pemangku kepentingan di wilayah tersebut.

BACA JUGA:  Penutupan Wisata Pantai Pasifik, KMDT Surati DPR RI

Salah satu bentuk dukungan tersebutdi antaranya telah diwujudkan oleh Pemkab Toba dalam bentuk sebuah prasasti yang hingga saat ini berdiri kokoh di kawasan wisata Pantai Pasifik.

“Saya bersama jajaran KMDT merasa terpanggil untuk menjadikan kawasan Pantai Pasifik sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Kabupaten Toba. Bahkan kami juga berencana mewujudkan kawasan permukiman di sekitarnya menjadi desa wisata,” ujar mantan fungsionaris DPP KNPI era tahun 1980-an ini.

Dalam mendorong geliat sektor pariwisata di Kabupaten Toba, kata Edison, pihak KMDT akan mendorong masyarakat di sekitar Pantai Pasifik agar menghadirkan desa wisata dengan memanfaatkan potensi Danau Toba untuk mendukung kebangkitan ekonomi dan membuka lapangan kerja baru.

Dalam acara diskusi tersebut juga mencuat kritik terhadap langkah Pemkab Toba menutup sementara gerbang Pantai Pasifik dengan cara menggembok pada Rabu (16/2).

Beberapa peserta diskusi menilai tindakan penutupan area Pantai Pasifik oleh Pemkab Toba perlu ditinjau kembali serta dijelaskan ke publik alasan dan pertimbangannya, sehingga tidak muncul beragam asumsi liar di tengah masyarakat.

Terkait dengan peristiwa penutupan area Pantai Pasifik secara sepihak tersebut, pihak pengurus KMDT akan menemui Bupati Toba Poltak Sitorus. D|Red-04

2 tanggapan untuk “Inisiatif KMDT Kelola Pantai Pasifik Porsea Patut Didukung”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

CEGAH GANGGUAN KAMTIB, LPKA MEDAN GELAR RAZIA GABUNGAN
Namanya Dicatut Irhamsadani Rambe dalam Isu Seleksi KPID, KAMMI Sumut: Ketua yang Sah Hanya Hasan Basri!
BEM UMN Al-Washliyah Tagih Tindak Lanjut Bea Cukai soal Dugaan Monza Ilegal
Gelar Muswil ke III, Syamsuri Terpilih Jadi Ketua IKA UT Medan Periode 2026-2031
Dua Kepala Lingkungan di Medan Ditangkap Terkait Narkoba, Satu Bawa 600 Butir Ekstasi
Inspektorat Kota Medan Bungkus Rapi Temuan BPK
Dinyatakan Mampu Padahal Hidup Pas-pasan, Ibu Nelayan Banding Desil Demi Anak Dapat KIP Kuliah
ISMI Sumut: Sangat Pantas, Ada Jl Ahmad Baqi di Medan
Berita ini 47 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 19 September 2026 - 19:11 WIB

CEGAH GANGGUAN KAMTIB, LPKA MEDAN GELAR RAZIA GABUNGAN

Rabu, 16 September 2026 - 16:11 WIB

Namanya Dicatut Irhamsadani Rambe dalam Isu Seleksi KPID, KAMMI Sumut: Ketua yang Sah Hanya Hasan Basri!

Selasa, 15 September 2026 - 14:31 WIB

BEM UMN Al-Washliyah Tagih Tindak Lanjut Bea Cukai soal Dugaan Monza Ilegal

Sabtu, 5 September 2026 - 16:12 WIB

Gelar Muswil ke III, Syamsuri Terpilih Jadi Ketua IKA UT Medan Periode 2026-2031

Sabtu, 5 September 2026 - 14:27 WIB

Dua Kepala Lingkungan di Medan Ditangkap Terkait Narkoba, Satu Bawa 600 Butir Ekstasi

Berita Terbaru

Kota Medan

CEGAH GANGGUAN KAMTIB, LPKA MEDAN GELAR RAZIA GABUNGAN

Sabtu, 19 Sep 2026 - 19:11 WIB

KPK Dalami Dugaan Aliran Uang dalam Kasus HGB. Foto: Ist.

Nasional

KPK Temukan Petunjuk Aliran Uang Kasus HGB Bogor

Sabtu, 19 Sep 2026 - 13:54 WIB