Kinerja penataan Kota Medan yang terkesan masih semrawut juga dipersoalkan warga lainnya yakni Johan Merdeka yang juga dikenal sebagai aktivis sosial.
Johan menilai, proyek penataan kota seperti pembangunan sarana lampu jalan di atas trotoar inti kota Medan saat ini tidak tepat sasaran.
“Seharusnya, pembangunan sarana dan prasarana infrastruktur terlebih dahulu dilaksanakan di kawasan luar inti kota, sehingga tidak menimbulkan kesan diskriminatif,” ucapnya.
Lebih lanjut Johan mempertanyakan urgensi pemasangan lampu jalan di atas trotoar yang hingga kini masih terus dikerjakan oleh Pemko Medan.
“Apa urgensinya pembangunan tiang-tiang lampu yang mirip pocong di kawasan inti kota?. Sementara di kawasan pemukiman penduduk di pinggiran kota masih minim lampu penerangan jalan,” ujarnya.
Karena itu, ia berharap kepada Wali Kota Medan Bobby Nasution agar selalu menginstruksikan jajarannya di instansi terkait hingga kepala lingkungan agar peka dan peduli terhadap setiap keluhan warga setempat.
“Kita harap semangat kolaborasi Wali Kota Medan bisa diikuti perangkat pemerintahan dibawahnya, agar lebih peduli dan berinisiatif merespon keluhan warga,” tuturnya. D|Med-AS