Investasi Mutiara: Mana yang Lebih Bernilai, Air Laut atau Air Tawar?

Sabtu, 4 Oktober 2025 - 16:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pameran Crocus Pearl Di Inacraft 2025 Di Jakarta International Convention Centre. (Foto:Ist)

Pameran Crocus Pearl Di Inacraft 2025 Di Jakarta International Convention Centre. (Foto:Ist)

Jakarta-Mediadelegasi : Bagi para pencinta perhiasan, mutiara adalah permata klasik yang selalu menjadi pilihan favorit. Namun, tahukah Anda bahwa mutiara memiliki jenis yang berbeda? Ada mutiara air laut dan mutiara air tawar, yang masing-masing memiliki karakteristik, nilai, dan proses budidaya yang unik

Sasmita Asryanti, pemilik Crocus Pearl, menjelaskan bahwa membedakan keduanya bukan hanya soal melihat bentuk atau kilau permukaannya saja. Ada beberapa aspek penting yang perlu diperhatikan untuk memahami perbedaan mendasar antara mutiara air laut dan air tawar.

Perbedaan paling mendasar terletak pada tempat budidayanya. Mutiara air laut dibudidayakan di laut, sementara mutiara air tawar umumnya berasal dari danau atau sungai. Lingkungan laut yang lebih kompleks dan sulit dikendalikan membuat proses budidaya mutiara air laut dianggap lebih menantang.

Waktu panen juga menjadi pembeda signifikan. Mutiara air laut membutuhkan waktu yang lebih lama untuk mencapai ukuran ideal, sedangkan mutiara air tawar memiliki siklus panen yang lebih cepat. Inilah salah satu alasan mengapa harga mutiara air laut cenderung lebih mahal.

BACA JUGA:  Ketua Dekranasda Toba Hadiri Peringatan Hari Ulos Nasional 2025

Selain itu, jumlah mutiara yang dihasilkan dalam sekali panen juga berbeda. Mutiara air tawar menghasilkan kuantitas yang lebih banyak, sehingga lebih mudah didapatkan. Sebaliknya, mutiara air laut jumlahnya terbatas, yang secara langsung memengaruhi nilai jualnya di pasaran.

Perhiasan Mutiara (Foto:Ist)

Proses budidaya mutiara air laut memang membutuhkan keahlian khusus. Mengelola ekosistem di laut jauh lebih rumit dibandingkan dengan mengelola lingkungan air tawar. Faktor ini juga berkontribusi pada nilai mutiara air laut yang lebih tinggi.

Secara Kasat mata, membedakan keduanya mungkin sulit bagi orang awam. Namun, mutiara air laut cenderung memiliki kilau yang lebih tajam dan permukaan yang lebih halus. Mutiara air tawar, di sisi lain, hadir dalam variasi bentuk dan ukuran yang lebih beragam.

Warna juga bisa menjadi petunjuk penting. Beberapa nuansa khas hanya bisa ditemukan pada jenis mutiara tertentu. Misalnya, warna emas eksklusif hanya dimiliki oleh mutiara air laut, sementara mutiara air tawar seringkali memiliki warna pink atau *rose gold* yang lembut.

Warna emas pada mutiara air laut sering dianggap paling bernilai tinggi, sementara warna pink pada mutiara air tawar memberikan kesan feminin dan manis. Pilihan warna ini bisa menjadi pertimbangan penting saat memilih perhiasan mutiara.

BACA JUGA:  Polemik Wacana 'Satu Orang Satu Akun' Medsos: Antara Keamanan dan Ancaman Demokrasi

Dengan mempertimbangkan faktor-faktor seperti lokasi budidaya, waktu panen, kuantitas hasil, dan kesulitan perawatan, tidak heran jika harga mutiara air laut jauh lebih tinggi daripada mutiara air tawar.

Bagi para pencinta perhiasan, pemilihan jenis mutiara idealnya disesuaikan dengan kebutuhan dan preferensi masing-masing. Jika Anda mencari koleksi eksklusif dan mewah, mutiara air laut adalah pilihan yang tepat. Namun, jika Anda menginginkan tampilan kasual dengan harga yang lebih terjangkau, mutiara air tawar bisa menjadi alternatif yang menarik.

Jadi, sebelum membeli perhiasan mutiara, pastikan Anda memahami perbedaan antara mutiara air laut dan air tawar. Dengan begitu, Anda bisa membuat pilihan yang tepat dan mendapatkan perhiasan mutiara yang sesuai dengan gaya dan anggaran Anda. D|Red.

 

 

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Jampidsus Febrie Adriansyah Dikabarkan Mundur
Surat Rahasia Kejagung Bocor: Soroti Kasus Pejabat, Pegawai Kejaksaan Dilarang Komentar Soal Perkara
Bupati Langkat Syah Afandin Di OTT KPK
Pertamina Resmi Naikkan Harga Pertamax
Nama Raffi Ahmad Terseret Dalam Kasus Dugaan Suap Importasi Barang di Bea Cukai
​Kurs Rupiah Terpuruk di Angka Rp18.000, Hasto Kristiyanto Kritik Keras Manajemen Pemerintahan
Tuntut Kepastian Operasional, Investor Dapur SPPG di Wilayah 3T Geruduk Kantor BGN
Rupiah Hancur! Tembus Rp18.175 per Dolar AS
Berita ini 26 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 10 Juli 2026 - 00:15 WIB

Jampidsus Febrie Adriansyah Dikabarkan Mundur

Kamis, 9 Juli 2026 - 23:19 WIB

Surat Rahasia Kejagung Bocor: Soroti Kasus Pejabat, Pegawai Kejaksaan Dilarang Komentar Soal Perkara

Jumat, 3 Juli 2026 - 09:17 WIB

Bupati Langkat Syah Afandin Di OTT KPK

Rabu, 10 Juni 2026 - 07:47 WIB

Pertamina Resmi Naikkan Harga Pertamax

Selasa, 9 Juni 2026 - 15:03 WIB

Nama Raffi Ahmad Terseret Dalam Kasus Dugaan Suap Importasi Barang di Bea Cukai

Berita Terbaru

Kabupaten Labuhan Batu Utara

Tindaklanjuti Instruksi DPP, Golkar Labura Gelar Pleno Persiapan Musda 2026

Jumat, 7 Agu 2026 - 17:53 WIB

Foto: Jilbab berlogo bordir “Asri” hasil pengadaan Bagian Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Deli Serdang sebanyak 15.000 lembar senilai Rp525 juta. Harga satuan yang ditetapkan Rp35.000 disorot JIPI karena dinilai jauh lebih tinggi dari harga pasar sejenis yang diperkirakan hanya sekitar Rp15.000 per lembar.

Kabupaten Deli Serdang

Jilbab Rp525 Juta, Kainnya yang Mahal atau Angkanya yang Bikin Bertanya?

Jumat, 7 Agu 2026 - 17:16 WIB