Irwanda: Pemerintah Aceh Harus Cepat Bertindak Terkait Kisruh MPTT

- Penulis

Rabu, 28 Oktober 2020 - 13:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Irwanda Anggota DPRK Aceh Timur dari Pantai Aceh. Foto: D|Ist

Irwanda Anggota DPRK Aceh Timur dari Pantai Aceh. Foto: D|Ist

Begitupun dirinya mengajak, marilah kita untuk kembali sesama merenungkan tentang sejarah Islam pertama di Aceh  yang menjadi pusat masuknya Islam Asia Tenggara dan menjadi panutan seantero nusantara di bidang syariat islam. Namun sangat disayangkan mengapa bisa timbulnya konflik sesama kita yang diduga adanya perbedaan pendapat di bidang agama. 

Irwanda, berharap kepada Pemerintah Aceh untuk segera turun tangan menyelesaikan kisruh tersebut, lantaran seperti yang kita ketahui bersama Bahwa Majelis Pimpinan Ulama (MPU) Aceh, sudah mengeluarkan surat keputusan terkait untuk menghentikan segala jenis pengajian yang di lakukan oleh MPTT, karena disinyalir sudah meresahkan masyarakat.

Begitupun makna isi dari surat keputusan MPU tersebut berarti diduga ada yang tidak benar dengan MPTT sehingga meresahkan. Maka dari makna yang dianggap meresahkan tersebut, meminta pemerintah Aceh untuk segera meluruskan dengan cara memfasilitasi kedua belah pihak yang sedang bertikai ini, agar bisa menyimpulkan sebuah keputusan yang terbaik dan benar sehingga tidak lagi menimbulkan perbedaan pendapat.

BACA JUGA:  HUT ke-65 Polantas, Ditlantas Polda Aceh Donor Darah

Irwanda anggota DPRK Aceh Timur Partai Aceh, meminta para tokoh-tokoh  penegakan Islam harus sejalan secara damai di Aceh.

Dalam hal ini, Irwanda juga menegaskan bahwa dirinya bukan bagian dari MPTT, namun prihatin dengan kondisi Aceh saat ini sedang dirundung konflik syariah antarsesama kita sehingga masyarakat Aceh harus berkotak-kotak demi menegakkan beberapa kegiatan keislaman.

Oleh karena itu, meminta pemerintah Aceh untuk segera mungkin dapat memediasikan kedua belah pihak yang diduga belakangan ini di antara mereka sedang bertikai tentang pemahaman ajaran Islam.

Yakni, pemerintah Aceh  dengan cara melakukan muzakarah dan mengundang kedua belah pihak untuk mendapatkan titik terang dari sebuah kesimpulan itu nantinya, sehingga kedepannya tidak ada lagi keresahan di tengah kehidupan masyarakat di Aceh ini. D|Ach-78

BACA JUGA:  Bobby Nasution : Empat Pulau Aceh Bukan Hadiah untuk Sumut

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mualem Perpanjang Status Darurat Aceh Hingga Januari
Gelembung Gas Ditemukan Pasca Banjir Nagan Raya
Jusuf Kalla: Pengibaran Bendera GAM Hanyalah Luapan Emosional, Seorang Pria Diduga Provokator Diamankan
Aceh Terima Uluran Tangan dari Malaysia untuk Korban Banjir Bandang dan Longsor
Jaksa Agung: 27 Perusahaan Diduga Kontribusi Banjir Bandang Sumatera Akibat Alih Fungsi Lahan
28 Persen Sentimen Negatif Terkait Banjir Sumatera-Aceh, DIR: Berpotensi Jadi Krisis Kepercayaan
Kolaborasi TNI-Komdigi Pulihkan Infrastruktur Komunikasi di Aceh
Fokus Trauma Healing Anak-Anak, BNI Salurkan Bantuan Tanggap Darurat di Aceh

Berita Terkait

Jumat, 23 Januari 2026 - 12:05 WIB

Mualem Perpanjang Status Darurat Aceh Hingga Januari

Rabu, 7 Januari 2026 - 12:33 WIB

Gelembung Gas Ditemukan Pasca Banjir Nagan Raya

Jumat, 2 Januari 2026 - 21:54 WIB

Jusuf Kalla: Pengibaran Bendera GAM Hanyalah Luapan Emosional, Seorang Pria Diduga Provokator Diamankan

Senin, 29 Desember 2025 - 11:20 WIB

Aceh Terima Uluran Tangan dari Malaysia untuk Korban Banjir Bandang dan Longsor

Jumat, 26 Desember 2025 - 15:41 WIB

Jaksa Agung: 27 Perusahaan Diduga Kontribusi Banjir Bandang Sumatera Akibat Alih Fungsi Lahan

Berita Terbaru