Target tersebut mencakup fasilitas energi strategis, termasuk Pulau Kharg yang merupakan salah satu pusat ekspor minyak Iran. Selain itu, ladang gas raksasa South Pars juga disebut masuk dalam daftar potensi sasaran militer.
Sementara opsi kedua adalah membuka jalur negosiasi dengan Iran untuk membatasi program rudal balistik dan aktivitas nuklirnya. Pendekatan ini bertujuan mengurangi eskalasi tanpa menghancurkan seluruh kemampuan militer Iran.
Namun sebagian pejabat Israel menilai kesepakatan damai saat ini akan menjadi kemenangan bagi Iran. Mereka khawatir Teheran akan memperoleh keuntungan politik sekaligus peluang pencabutan sanksi internasional.
Di sisi lain, laporan tersebut juga menyebut Israel tidak berencana mengirim pasukan darat langsung ke wilayah Iran. Meski demikian, Israel tetap siap memberikan dukungan penuh jika AS memutuskan melancarkan operasi darat.
Dengan adanya tenggat waktu yang disebut-sebut diberikan kepada Iran hingga 6 April untuk membuka kembali jalur strategis di Selat Hormuz, tekanan Israel terhadap Washington diperkirakan akan semakin meningkat dalam beberapa hari ke depan. Konflik ini pun berpotensi memicu ketegangan geopolitik yang lebih luas di kawasan Timur Tengah. D|Red.
Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.







