Pesawat Militer Kolombia Jatuh Korban Tewas Bertambah Drastis

Selasa, 24 Maret 2026 - 11:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Korban tewas jatuhnya pesawat militer C-130 Hercules Kolombia bertambah menjadi 66 orang, puluhan lainnya luka. Foto: Ist.

Korban tewas jatuhnya pesawat militer C-130 Hercules Kolombia bertambah menjadi 66 orang, puluhan lainnya luka. Foto: Ist.

Bogota-Mediadelegasi: Tragedi pesawat militer Kolombia jatuh kembali menyita perhatian dunia internasional setelah jumlah korban tewas terus bertambah signifikan. Insiden yang melibatkan pesawat angkut jenis Hercules ini terjadi pada Senin (23/3/2026) dan menimbulkan duka mendalam bagi keluarga korban serta institusi militer Kolombia.

Update Korban Pesawat Militer Kolombia Jatuh

Tim penyelamat melaporkan jumlah korban tewas kini mencapai 66 orang. Angka tersebut meningkat dari laporan awal yang menyebutkan 48 korban jiwa telah dievakuasi ke rumah sakit setempat.

Penambahan jumlah korban terjadi setelah tim SAR kembali menemukan sejumlah jenazah di lokasi kejadian. Proses pencarian masih terus dilakukan guna memastikan tidak ada korban yang tertinggal.

Berdasarkan laporan media lokal, dari total korban tewas tersebut, sebanyak 58 orang berasal dari Angkatan Darat, enam dari Angkatan Udara, dan dua lainnya merupakan anggota Kepolisian Nasional.

BACA JUGA:  Iran Buka Wilayah Udara Timur Demi Jalur Internasional

Data terbaru juga mengoreksi jumlah penumpang dalam pesawat nahas tersebut. Jika sebelumnya disebut membawa 125 orang, kini diketahui pesawat itu mengangkut 128 personel militer, termasuk awak pesawat.

Pesawat C-130 Hercules tersebut dilaporkan jatuh tidak lama setelah lepas landas dari bandara yang berada di dekat Puerto Leguizamo, wilayah Putumayo.

Baca Juga : https://mediadelegasi.id/status-penahanan-yaqut-berubah-kembali-ditahan-kpk/

Hingga saat ini, penyebab pasti kecelakaan masih belum dapat dipastikan. Pihak berwenang masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap faktor yang menyebabkan pesawat kehilangan kendali.

Presiden Kolombia, Gustavo Petro, menyampaikan bahwa pemerintah akan melakukan investigasi menyeluruh terhadap insiden tersebut. Ia juga meminta masyarakat untuk menunggu hasil resmi penyelidikan.

Senada dengan itu, Menteri Pertahanan Kolombia, Pedro Sanchez, mengimbau publik agar tidak berspekulasi terkait penyebab kecelakaan.

BACA JUGA:  Helikopter PK CFX Jatuh di Sekadau, Delapan Jiwa Melayang di Hutan Rimba

Ia menegaskan bahwa spekulasi yang tidak berdasar justru dapat memperkeruh situasi dan menambah beban bagi keluarga korban yang tengah berduka.

Pemerintah Kolombia juga telah menyampaikan belasungkawa mendalam kepada seluruh keluarga korban yang terdampak tragedi tersebut.

Selain itu, dukungan psikologis dan bantuan logistik mulai disalurkan kepada keluarga korban serta pihak-pihak yang terdampak langsung oleh insiden ini.

Peristiwa ini menjadi salah satu kecelakaan militer paling mematikan dalam beberapa tahun terakhir di Kolombia. Dunia internasional turut menyoroti tragedi ini sebagai pengingat pentingnya standar keselamatan penerbangan militer.

Hingga kini, proses evakuasi dan identifikasi korban masih terus berlangsung, sementara hasil investigasi resmi diharapkan dapat segera memberikan kejelasan atas penyebab kecelakaan tragis tersebut. D|Red.

 

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Israel Tolak Proposal Damai 15 Poin Trump, Netanyahu Ngotot Pasukan Tetap di Gaza Hingga Hamas Dilucuti
Gibran dan Kebohongan Laporan Keuangan yang Menjerat Dana Pensiun Malaysia
Iran Rilis Daftar Sasaran Pembalasan, Pasca Kematian Ayatollah Ali Khamenei
Ai Ogura Ciptakan Kejutan, Rebut Pole Position MotoGP Ceko 2026 di Brno
KTT Rusia-ASEAN Dibuka di Kazan: Putin Jamu Pemimpin Negara ASEAN, Perkuat Hubungan 35 Tahun Kemitraan
Iran Luncurkan Serangan Pembalasan ke Pangkalan AS di Timur Tengah, Rudal dan Dron Ditembakkan
Presiden China Xi Jinping Tiba di Korut, Siap Bertemu Pemimpin Negara Asia Timur Kim Jong Un
Gempa M 7.0 Guncang Mindanao Filipina di Hari Pertama Sekolah, Gedung Kampus Runtuh & Peringatan Tsunami Dikeluarkan
Berita ini 15 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 10 Agustus 2026 - 11:42 WIB

Israel Tolak Proposal Damai 15 Poin Trump, Netanyahu Ngotot Pasukan Tetap di Gaza Hingga Hamas Dilucuti

Sabtu, 18 Juli 2026 - 13:21 WIB

Gibran dan Kebohongan Laporan Keuangan yang Menjerat Dana Pensiun Malaysia

Senin, 13 Juli 2026 - 11:13 WIB

Iran Rilis Daftar Sasaran Pembalasan, Pasca Kematian Ayatollah Ali Khamenei

Sabtu, 20 Juni 2026 - 17:23 WIB

Ai Ogura Ciptakan Kejutan, Rebut Pole Position MotoGP Ceko 2026 di Brno

Rabu, 17 Juni 2026 - 13:57 WIB

KTT Rusia-ASEAN Dibuka di Kazan: Putin Jamu Pemimpin Negara ASEAN, Perkuat Hubungan 35 Tahun Kemitraan

Berita Terbaru

Gempa bumi M6,1 mengguncang Nias Selatan, Sumatera Utara (Sumut), Selasa (18/8/2026), pukul 13.02 WIB. Foto: BMKG.

Kabupaten Nias Selatan

Gempa M 6,1 Guncang Nias Selatan Sumut, BMKG: Tidak Berpotensi Tsunami

Selasa, 18 Agu 2026 - 14:59 WIB