Medan-Mediadelegasi: Sejumlah pejabat Universitas Sumatera Utara (USU) dijadwalkan menjalani pemeriksaan oleh Inspektorat Jenderal Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) Republik Indonesia.
Informasi dihimpun Mediadelegasi, Selasa (14/10), tim investigasi Kemendiktisaintek datang ke USU untuk menelusuri dugaan pelanggaran dalam proses seleksi calon rektor.
Dugaan itu mencakup keberpihakan terhadap calon tertentu dan beredarnya foto salah satu anggota senat akademik yang diduga memotret surat suara usai mencoblos
Pemeriksaan ini dilakukan sebagai tindak lanjut atas pengaduan dugaan pelanggaran dalam proses Pemilihan Rektor USU periode 2026–2031.
Pemeriksaan berlangsung di Kampus USU mulai Senin (13/10) hingga Sabtu (18/10), melibatkan sejumlah pejabat dan anggota senat akademik.
Pada Selasa (14/10), Inspektorat dijadwalkan memintai keterangan Ketua Senat Akademik USU, Prof. Dr. Budi Agustono, Sekretaris Senat Akademik Prof. Dr. Saidin, SH, Hum, Prof. Basyuni, serta pihak pemotret.
Pemeriksaan dilakukan sejak pukul 08.30 WIB hingga 14.00 WIB di lingkungan kampus.
Sebelumnya, pada Senin (13/10), Inspektorat juga telah memeriksa Ketua Panitia Pemilihan Rektor USU, Sekretaris Panitia, dan Tim Pengelolaan Aset USU.
Sementara pada Rabu (15/10) giliran beberapa guru besar lainnya, yakni Prof. Evawany Yunita Aritonang, Prof. M. Anggia Putra, Prof. T. Sabarina, Prof. Aziz Mahmud Siregar, dan Prof. M. Romi Syahputra.
Kemudian pada Kamis (16/10), pemeriksaan dijadwalkan berlanjut terhadap Wakil Rektor II USU.
Sekretaris MWA
Menurut Pengendali Teknis Itjen Kemendiktisaintek, Eko Haryanto, surat permintaan klarifikasi ditujukan kepada penyelenggara pemilihan Rektor USU, salah satunya adalah Sekretaris MWA sekaligus Ketua Pemilihan Rektor USU, Prof. Dr Tamrin, M.Sc.
Dalam surat tersebut, Eko mengatakan Kementerian akan meminta klarifikasi atas pengaduan Pengurus Pusat Ikatan Keluarga Alumni USU atau IKA USU dan Forum Penyelamat USU.
Sebagaimana diketahui, pada 25 September 2025, Senat Akademik USU yang beranggotakan 112 guru besar memilih tiga besar calon rektor.
Hasil pemilihan menghasilkan Muryanto Amin dengan 53 suara, Poppy Anjelisa Hasibuan (18 suara), dan Isfenti Sadalia (16 suara). Lima bakal calon lainnya gagal melaju.
Namun, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto menunda pelaksanaan pemilihan Rektor USU yang telah dijadwalkan pada 2 Oktober 2025, di Gedung A, Kompleks Kementerian di Jakarta.
Penundaan itu disampaikan lewat surat resmi tertanggal 30 September 2025 yang ditandatangani Sekretaris Jenderal Kementerian, Togar Mangihut Simatupang. D|red






