Medan-Mediadelegasi : Korp Bela Negara Indonesia (KBNI) Markas Komando Wilayah (Makowil) Sumatera Utara I/Harimau Andalas resmi memulai agenda organisasi di awal tahun 2026. Langkah awal yang diambil adalah melakukan restrukturisasi besar-besaran pada komposisi kepengurusan internal organisasi tersebut.
Keputusan restrukturisasi ini diambil sebagai langkah strategis untuk memperkuat efektivitas kinerja organisasi di wilayah Sumatera Utara. Hal ini juga merupakan tindak lanjut pasca suksesnya kegiatan pembaretan massal yang telah digelar pada Desember 2025 lalu.
Rapat koordinasi strategis tersebut dilangsungkan pada Selasa (6/1/2026) dengan suasana yang penuh kedisiplinan. Pertemuan bertempat di Markas Komando Wilayah, Jalan Sei Bertu No. 20, Kecamatan Medan Baru, Kota Medan.
Fokus utama dalam pertemuan ini adalah menyusun kembali komposisi personel yang akan mengisi pos-pos strategis. Penempatan kader-kader terbaik diharapkan mampu menggerakkan roda organisasi secara lebih dinamis dan responsif terhadap isu-isu bela negara.
Panglima Tinggi sekaligus Pendiri KBNI, Toni Andeska Marsito, hadir langsung untuk memberikan arahan kepada para kader. Dalam pidatonya, ia menegaskan bahwa KBNI merupakan organisasi kombatan yang memiliki legalitas sah secara hukum di Indonesia.
Toni menginstruksikan kepada seluruh jajaran pengurus yang baru dibentuk agar segera membangun kemitraan yang kuat. Ia menekankan pentingnya menjalin komunikasi dan koordinasi yang harmonis dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara.
“Pengurus yang baru dibentuk harus mampu menjalankan program yang selaras dan bersinergi dengan program Pemerintah Provinsi Sumut,” ujar Toni Andeska. Menurutnya, keselarasan program sangat penting agar keberadaan KBNI dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Sebagai organisasi yang memiliki legalitas, KBNI merasa mempunyai tanggung jawab moral yang besar dalam menjaga kedaulatan bangsa. Semangat bela negara harus menjadi landasan utama bagi setiap pengurus dalam menjalankan tugas-tugas organisasi ke depan.
Selain fokus pada penyusunan pengurus inti, rapat ini juga menetapkan target ekspansi organisasi jangka panjang. Toni menekankan bahwa KBNI tidak boleh hanya berhenti di tingkat wilayah, tetapi harus merambah hingga ke tingkat akar rumput.
“Saya berharap KBNI terus berkembang dan segera membentuk kepengurusan di 34 kabupaten/kota yang ada di Sumatera Utara,” tegas Toni. Ia memiliki visi besar agar panji-panji organisasi KBNI dapat berkibar merata di seluruh pelosok wilayah Sumatera Utara.
Baca Juga : https://mediadelegasi.id/suap-bekasi-kpk-dalami-aliran-dana/
Rapat ini turut dihadiri oleh jajaran petinggi organisasi, mulai dari Panglima Wilayah Sumut Boasa Simanjuntak hingga para Kepala Staff dari berbagai divisi. Kehadiran unsur pimpinan dari Intelijen, Teritorial, hingga Provost menunjukkan soliditas internal yang sangat kuat.
Kegiatan yang berlangsung tertib dan kondusif ini juga turut disaksikan oleh sejumlah perwakilan media massa. Keterbukaan terhadap publik ini menjadi bukti bahwa KBNI mengedepankan transparansi dalam setiap kegiatan organisasi kepada masyarakat luas.D|Red-Hendra.
Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGE NEWS.






