Kebijakan Bobby Nasution Sangat Membantu UMKM, Harap Medan Punya Sentra Oleh-Oleh

kebijakan bbobby nasution
Menjadikan UMKM naik kelas merupakan harapan dan komitmen yang ingin diwujudkan Wali Kota Medan Bobby Nasution.(ist)

Adapun inovasi yang dilakukan, terang Benny, melakukan pendataan UMKM secara digital, aktivasi Kawasan Kesawan sebagai kawasan heritage sekaligus “The Kitchen of Asia”, edukasi dan pembinaan pelaku UMKM terkait ekonomi digital serta memperluas pasar bagi produk koperasi dan UMKM melalui pelibatan dalam pengadaan E-katalog. “Selain itu, kita juga menggandeng marketplace ternama di Indonesia sebagai sarana digital marketing,” ujar Benny.

Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara ( FE-UMSU) Lufriansyah,SE.,M.Ak memberikan tanggapannya. Apresiasi pun disampaikan Lufriansyah atas inisiasi Bobby Nasution untuk mendorong pelaku UMKM dalam memanfaatkan digitalisasi saat bertransaksi. Namun, pendampingan kepada para pelaku UMKM juga jadi hal penting yang harus dilakukan saat menerapkan hal tersebut.

“Apalagi, kebijakan Pak Wali yang memasukan produk UMKM ke dalan e-katalog belanja makan dan minum di Pemko Medan jelas ini sangat membantu sekali. Yang pasti produknya akan lebih dikenal dan memungkinkan terjadinya peluang transaksi yang lebih besar akan sangat membantu UMKM di Kota Medan,” jelas Lufriansyah.

Bacaan Lainnya

Untuk program Sakasanwira yang diusung Bobby Nasution, imbuh Lufriansyah, hal itu sangat menarik karena setiap wilayah memiliki sentra kewirausahaan. Sebab, memunculkan sebuah pasar baru bagi berbagai kalangan dan membuka peluang baru bagi UMKM untuk naik kelas.

Lufriansyah berharap, ke depan Kota Medan memiliki sentra oleh-oleh seperti misalnya Malioboro di Yogyakarta dan Khrisna di Bali. Bahkan, Lufriansyah berharap, ke depan Bobby Nasution dapat menghadirkan sebuah tempat yang menjadi pusat oleh-oleh khas Kota Medan untuk memudahkan masyarakat mencari produk unggulan.

“Saya rasa ini juga jadi cita-cita warga Kota Medan yang menginginkan adanya pusat oleh-oleh. Jadi, rasanya harus ada sebuah tempat pusat oleh-oleh yang di dalamnya menjajakan atau menjual produk-produk UMKM binaan Pemko Medan. Lalu, ada label khusus yang menandakan bahwa itu adalah produk pilihan. Jadi, siapapun yang datang, begitu pulang dari Medan membawa oleh-oleh khas Medan,” harapnya

Terakhir, Lufriansyah ingin agar pengembangan UMKM dapat dilakukan dengan maksimal. Apalagi, dirinya juga sempat mengetahui rencana Bobby Nasution untuk menjadikan kawasan heritage sebagai lokasi yang ditujukan bagi pelaku UMKM. “Kalau bisa, itu segera direalisasikan. Jadi, para pelaku UMKM pun akan terpacu untuk bersaing dalam menghadirkan produk, kemasan, harga dan rasa yang lebih baik,” terangnya.(D|Red-08|rel)

Pos terkait