Sebelumnya, pemilihan Rektor USU telah dilaksanakan di tingkat Senat Akademik (SA) USU. Setelah melalui proses voting, sebanyak 112 anggota senat melaksanakan pemilihan yang demokratis, jujur, dan adil.
Hasil rekapitulasi pemilihan Rektor USU tersebut menunjukkan bahwa suara tertinggi diperoleh Prof. Muryanto Amin, S.Sos., M.Si., yang meraih 53 suara. Diikuti oleh Prof. Poppy Anjelisa Z Hasibuan yang mendapat 18 suara, dan Prof. Isfenti Sadalia sebanyak 16 suara.
Sementara calon rektor lainnya yang mendapat suara terbanyak dan berturut-turut adalah Prof. Himsar Ambarita dengan 13 suara, Dr. Dr. Johny Marpaung meraih 9 suara, Prof. Hasim Purba meraih 2 suara. Sisanya, yakni Dr. Firman Syarif dan Prof. Syahril Efendi mendapatkan 0 suara. Adapula 1 suara yang dianggap batal.
Setelah pemilihan Rektor USU di tingkat Senat Akademik, proses selanjutnya adalah pemilihan di tingkat MWA oleh 21 anggota MWA USU. Namun, proses ini harus ditunda karena adanya surat dari Kemendiktisaintek.
Penundaan pemilihan Rektor USU ini menimbulkan pertanyaan di kalangan civitas akademika USU. Banyak pihak yang berharap agar Kemendiktisaintek segera memberikan penjelasan mengenai alasan penundaan tersebut, serta segera menjadwalkan ulang pelaksanaan pemilihan Rektor USU tingkat MWA.
Proses pemilihan Rektor USU yang transparan dan demokratis sangat penting untuk memastikan USU memiliki pemimpin yang berkualitas dan mampu membawa USU menjadi perguruan tinggi yang unggul dan berdaya saing. D|Red.
Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.






