Medan-Mediadelegasi: Sebanyak 360 calon haji yang tergabung dalam kelompok terbang (kloter) pertama mulai masuk asrama haji Embarkasi Medan untuk mempersiapkan keberangkatan ke Tanah Suci pada Rabu (24/5) pagi.
Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Sumatera Utara (Sumut) Ahmad Qosbi Nasution di Medan, Selasa (23/5), mengatakan pada kloter 1 merupakan jamaah calon haji (JCH) asal Kabupaten Mandailing Natal (Madina).
Mereka mulai berdatangan ke asrama haji Embarkasi Medan sejak Selasa dan selanjutnya mengikuti pemeriksaan kesehatan, pembagian kartu kamar di asrama haji dan biaya hidup (living cost), pengambilan paspor, serta pemakaian gelang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Jamaah calon haji kloter satu Embarkasi Medan seluruhnya berjumlah 360 orang,terdiri dari 353 orang jamaah dan tujuh orang petugas haji. Mereka besok sekitar pukul 06.00 WIB diberangkan dari asrama haji Pangkalan Mansyur menuju Bandara Kualanamu, untuk selanjutnya bertolak ke Tanah Suci Mekkah,” tuturnya.
Disebutkannya, tujuh orang petugas haji, terdiri dari ketua kloter, pembimbing ibadah, dokter dan perawat.
Ahmad Qosbi menambahkan, Embarkasi Medan siap memberangkatkan 8.328 orang JCH dari seluruh kabupaten/kota di Sumut yang terbagi dalam 24 kloter, termasuk 116 orang petugas haji.
Kanwil Kementrian Agama Sumut pada musim haji tahun 2023 telah mempersiapkan teknis keberangkatan serta menempatkan para petugas haji yang sebelumnya sudah dibekali dengan berbagai pengetahuan tentang tata cara pelaksanaan dan teknis melayani para jamaah haji saat berada di Tanah Suci.
“Kita berharap para jamaah dapat beribadah secara khusyuk, mengutamakan ibadah yang wajib, mengingat jamaah kita yang berusia lanjut juga sangat signifikan, sehingga kebugaran dan kesehatan jamaah menjadi hal yang perlu diperhatikan,” ucap mantan Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Madina itu.
Ia memastikan sistem dan pengelolaan pelayanan haji saat ini telah berjalan secara sistematis, sehingga memberikan kenyamanan bagi para JCH, terutama bagi mereka yang berasal dari luar Kota.
Sesuai arahan Menteri Agama,lanjutnya, sistem pelayanan haji tahun ini menerapkan “one stop service” atau pelayanan satu pintu, sehingga ada jeda satu hari untuk istirahat bagi jamaah asal luar Kota Medan, sebelum diberangkatkan pada keesokan harinya. D|Red-AS












