Koko Erwin Jadi Tersangka, AKBP Didik Terlibat

Jumat, 20 Februari 2026 - 18:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tiga nama yang ramai dibicarakan di balik peredaran narkoba di NTB khususnya di Bima Kota. Foto: Ist.

Tiga nama yang ramai dibicarakan di balik peredaran narkoba di NTB khususnya di Bima Kota. Foto: Ist.

Medan-Mediadelegasi: Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat (Polda NTB) secara resmi menetapkan Koko Erwin sebagai tersangka dalam kasus narkoba yang melibatkan dua pejabat Polres Bima Kota, yaitu mantan Kapolres AKBP Didik Putra Kuncoro dan Kasat Narkoba AKP Malaungi. Penetapan status tersangka ini merupakan perkembangan signifikan dalam pengungkapan jaringan narkoba yang diduga melibatkan oknum kepolisian.

Koko Erwin: Pemberi Suap Jadi Tersangka

Nama Koko Erwin mencuat dalam kasus ini setelah disebut-sebut sebagai pihak yang memberikan suap senilai Rp1 miliar kepada AKBP Didik Putra Kuncoro saat menjabat sebagai Kepala Kepolisian Resor Bima Kota. Suap tersebut diduga diberikan sebagai imbalan agar bisnis narkoba dapat berjalan lancar di wilayah hukum Polres Bima Kota.

“Iya mas,” kata Kabid Humas Polda NTB, Kombes Pol Mohammad Kholid, dalam pesan singkatnya kepada wartawan pada Jumat (20/2/2026), mengkonfirmasi status tersangka Koko Erwin.

BACA JUGA:  Polemik Penilaian LCC Empat Pilar Kalbar: MC Shindy Minta Maaf, MPR Nonaktifkan Juri dan Pembawa Acara

Meskipun telah ditetapkan sebagai tersangka, keberadaannya saat ini masih belum diketahui. Polda NTB masih terus melakukan pencarian dan pengejaran.

“Iya, masih dalam pencarian dan penangkapan, setelah itu akan diterbitkan status DPO (Daftar Pencarian Orang),” ujar Kombes Pol Mohammad Kholid.

Baca Juga : https://mediadelegasi.id/satu-tahun-bobby-surya-tetap-tangguh-dan-berprestasi-meski-bencana-menghampiri/

Peran tersangka dalam pusaran kasus narkoba ini pertama kali diungkap oleh kuasa hukum AKP Malaungi, Asmuni. Asmuni menyatakan bahwa kliennya, dalam berita acara pemeriksaan (BAP) sebagai tersangka kasus peredaran narkoba, telah mengungkapkan seluruh pihak yang terlibat.

Dalam BAP tersebut, AKP Malaungi mengaku mengenal tersangka sebagai bandar narkotika yang memberinya sabu sebanyak 488 gram di Hotel Marina Inn, Kota Bima, pada akhir tahun 2025. Penyerahan sabu tersebut merupakan tindak lanjut dari pemberian suap senilai Rp1 miliar dari tersangka.

AKP Malaungi juga mengungkapkan bahwa tersangka menyerahkan uang Rp1 miliar tersebut dengan niat membantu AKP Malaungi memenuhi keinginan atasannya, AKBP Didik Putra Kuncoro, untuk memiliki mobil Alphard keluaran terbaru dengan harga Rp1,8 miliar.

BACA JUGA:  Tes Urine Dadakan: Kapolda Buktikan Komitmen Anti Narkoba

AKBP Didik Putra Kuncoro, sebagai Kepala Polres Bima Kota, disebut menyambut baik niat Koko Erwin dan mengatur rencana dengan bawahannya, AKP Malaungi, agar bisnis sabu Koko Erwin berjalan mulus di wilayah hukum Polres Bima Kota.

Atas “nyanyian” AKP Malaungi di hadapan penyidik, kini Koko Erwin dan AKBP Didik resmi menyandang status tersangka. Namun, pihak Polda NTB belum memberikan keterangan resmi mengenai pasal yang disangkakan kepada kedua tersangka. Kasus ini masih terus didalami oleh pihak kepolisian untuk mengungkap seluruh jaringan narkoba yang terlibat. D|Red.

 

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.

Satu tanggapan untuk “Koko Erwin Jadi Tersangka, AKBP Didik Terlibat”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Jaksa Agung Kirim Usulan Nama Pengganti Febrie Adriansyah ke Presiden, Kuntadi Jadi Calon Utama
Kejagung Bentuk Tim Khusus Mantan Penyidik KPK Usut Kasus Korupsi Febrie Adriansyah
Polda Metro Jaya Serahkan Bukti dan Hadirkan Ahli di Sidang Praperadilan Roy Suryo
Dr. Maruli Siahaan Dorong Reformasi Pemasyarakatan Berbasis Dampak dan Percepatan Penanganan Overkapasitas Lapas.
Maruli Siahaan: Kasus Kekerasan Seksual terhadap Remaja di Sampang adalah Tragedi Kemanusiaan, Negara Wajib Hadir Melindungi Korban
Menjelang Berkas Dilimpahkan, Eks Menag Yaqut Harap Kebenaran Kasus Korupsi Kuota Haji Terungkap
Prajurit Kodam I/BB Raih Dua Emas di Kejuaraan Taekwondo Internasional
Menaker Yassierli Hadiri Pertemuan Menteri BRICS di India, Bahas Transformasi Dunia Kerja
Berita ini 28 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 15 Juli 2026 - 15:36 WIB

Jaksa Agung Kirim Usulan Nama Pengganti Febrie Adriansyah ke Presiden, Kuntadi Jadi Calon Utama

Rabu, 15 Juli 2026 - 15:14 WIB

Kejagung Bentuk Tim Khusus Mantan Penyidik KPK Usut Kasus Korupsi Febrie Adriansyah

Rabu, 15 Juli 2026 - 12:14 WIB

Polda Metro Jaya Serahkan Bukti dan Hadirkan Ahli di Sidang Praperadilan Roy Suryo

Rabu, 15 Juli 2026 - 10:39 WIB

Dr. Maruli Siahaan Dorong Reformasi Pemasyarakatan Berbasis Dampak dan Percepatan Penanganan Overkapasitas Lapas.

Selasa, 14 Juli 2026 - 16:58 WIB

Maruli Siahaan: Kasus Kekerasan Seksual terhadap Remaja di Sampang adalah Tragedi Kemanusiaan, Negara Wajib Hadir Melindungi Korban

Berita Terbaru