Pontianak-Mediadelegasi: Polemik terkait penilaian dalam ajang Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 tingkat Provinsi Kalimantan Barat menjadi sorotan luas di media sosial. Menanggapi hal tersebut, pembawa acara atau MC kegiatan, Shindy Lutfiana, secara terbuka menyampaikan permohonan maaf atas ucapannya yang dinilai tidak pantas dan menimbulkan kekecewaan banyak pihak, terutama para peserta lomba.
Permintaan maaf resmi disampaikan Shindy melalui unggahan di akun media sosial Instagram miliknya. Ia mengakui sepenuhnya bahwa ada kalimat yang keluar dari mulutnya yang seharusnya tidak diucapkan saat sedang bertugas memandu jalannya kompetisi pendidikan kebangsaan tersebut di hadapan publik.
Secara khusus, Shindy menyesali pernyataannya yang berbunyi, “mungkin itu hanya perasaan adik-adik saja”. Kalimat tersebut diucapkan saat terjadi perdebatan atau ketidaksepahaman terkait hasil penilaian yang diberikan dewan juri terhadap jawaban peserta, yang kemudian memicu protes dan kekecewaan dari pihak peserta maupun pendukungnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Dengan segala kerendahan hati, saya menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas semua ucapan saya, terutama yaitu ‘mungkin itu hanya perasaan adik-adik saja’ yang seharusnya tidak patut saya sampaikan dalam kapasitas saya sebagai MC pada kegiatan tersebut,” tulis Shindy dalam pernyataannya.
Ia menyadari bahwa ucapannya itu telah menimbulkan rasa kecewa, melukai perasaan, dan menyinggung berbagai pihak yang terlibat langsung dalam kegiatan. Pihak yang paling merasa terdampak adalah tim peserta dari SMAN 1 Pontianak beserta guru pendampingnya, yang menjadi pihak yang memprotes keras keputusan penilaian yang dianggap tidak adil tersebut.
Bagi Shindy, kejadian yang memunculkan kontroversi ini menjadi pelajaran berharga dan momen introspeksi diri. Ia berjanji akan lebih berhati-hati, bijaksana, dan cermat dalam memilih kata-kata atau diksi saat berbicara maupun bertugas di ruang publik, agar hal serupa tidak terulang kembali di masa mendatang.
Sebelum permintaan maaf dari sang MC muncul, pihak Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI sudah lebih dulu merespons polemik yang berkembang cepat di ruang siber. Melalui Sekretariat Jenderal, MPR juga turut menyampaikan permohonan maaf resmi atas kelalaian yang terjadi, khususnya dari sisi Dewan Juri yang menjadi akar persoalan.
“MPR RI melalui Sekretariat Jenderal MPR RI menyampaikan permohonan maaf atas kelalaian Dewan Juri yang menyebabkan polemik terkait pelaksanaan Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI di Provinsi Kalimantan Barat,” bunyi pernyataan resmi MPR yang dikutip pada Selasa (12/5/2026).
Langkah tegas pun diambil oleh panitia pusat untuk menuntaskan masalah dan memulihkan kepercayaan publik. MPR memutuskan untuk langsung menonaktifkan seluruh anggota Dewan Juri yang bertugas di tingkat provinsi tersebut, sekaligus menonaktifkan MC yang bersangkutan, yakni Shindy Lutfiana, dari jajaran pelaksana kegiatan.
“Terkait ramainya pemberitaan di media sosial tentang LCC Empat Pilar 2026 tingkat Provinsi Kalimantan Barat, mengenai penilaian jawaban peserta pada salah satu sesi lomba, panitia pelaksana dari Sekretariat Jenderal MPR RI telah menonaktifkan Dewan Juri dan MC pada kegiatan LCC ini,” jelas keterangan tertulis MPR.
Tidak berhenti pada sanksi personil, pihak MPR juga berkomitmen untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap seluruh aspek penyelenggaraan lomba. Evaluasi akan mencakup perbaikan sistem penilaian, mekanisme verifikasi jawaban peserta, hingga aturan kode etik bagi juri dan petugas lapangan agar kompetisi berjalan objektif dan adil.
MPR juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh peserta, guru pendamping, panitia daerah, serta masyarakat luas. Perhatian dan masukan kritis dari publik dianggap penting guna menyempurnakan penyelenggaraan LCC Empat Pilar ke depan, yang bertujuan menanamkan pemahaman kebangsaan dan persatuan di kalangan generasi muda Indonesia. D|Red.
Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.












