Konsulat India dan USU Sukses Gelar Ayurveda Day, Soroti Kesehatan Holistik dan Alam

- Penulis

Rabu, 24 September 2025 - 15:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Konsul Jenderal India di Medan untuk Sumatera, Ravi Shanker Goel (Foto:Ist)

Konsul Jenderal India di Medan untuk Sumatera, Ravi Shanker Goel (Foto:Ist)

Medan-Mediadelegasi : Konsulat Jenderal India di Medan, bekerja sama dengan Fakultas Farmasi Universitas Sumatera Utara (USU), sukses menggelar Ayurveda Day 2025 dengan tema “Ayurveda Untuk Masyarakat Dan Planet”. Acara ini berlangsung di kampus USU pada Selasa (23/9/2025).

Acara tersebut dihadiri oleh Konsul Jenderal India di Medan untuk Sumatera, Ravi Shanker Goel, serta dua pembicara lainnya, yaitu Dr. Dewi Pertiwi, SFarm, MSi, Apt, dan Dr. Sumut Naithani.

Konsul Jenderal India di Medan untuk Sumatera, Ravi Shanker Goel, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Hari Ayurveda diselenggarakan dengan tujuan untuk mempromosikan, menyebarluaskan, dan mempopulerkan Ayurveda sebagai sistem kesehatan dan kebugaran holistik.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Mulai tahun ini, telah diputuskan bahwa Hari Ayurveda akan dirayakan setiap tahun pada tanggal 23 September,” kata Konsul Jenderal Ravi.

Tanggal 23 September dipilih karena bertepatan dengan ekuinoks musim gugur, yaitu saat siang dan malam hampir sama panjang. Hal ini melambangkan keseimbangan dalam alam, yang sangat selaras dengan filosofi Ayurveda yang menekankan harmoni antara pikiran dan tubuh.

“Dengan senang hati saya sampaikan bahwa tahun ini menandai edisi ke-10 Hari Ayurveda sejak dimulai pada tahun 2016,” katanya.

Ravi juga menambahkan bahwa selama bertahun-tahun, Hari Ayurveda telah berkembang menjadi platform yang diakui secara global, yang menampilkan relevansi pengetahuan tradisional dalam menghadapi tantangan kesehatan dan kebugaran modern.

“Saya juga menyampaikan rasa terima kasih kepada Departemen Farmasi, Universitas Sumatera Utara karena kita bersama-sama menyelenggarakan Hari Ayurveda untuk kedua kalinya dalam beberapa tahun terakhir,” ujarnya.

BACA JUGA:  Ini Peran Manajer Kimia Farma dan 4 Bawahannya

Lebih lanjut, Ravi menjelaskan bahwa presentasi akan disampaikan oleh para ahli pengobatan tradisional dari India dan Indonesia. Hal ini diharapkan dapat mendorong kerja sama yang lebih erat, sejalan dengan Nota Kesepahaman (MoU) yang ditandatangani dalam Bidang Penjaminan Mutu Pengobatan Tradisional antara Komisi Farmakope untuk Pengobatan India & Homeopati, Kementerian Ayush, dan Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia.

MoU tersebut ditandatangani saat kunjungan Bapak Prabowo, Presiden Indonesia, ke India sebagai Tamu Kehormatan dalam perayaan Hari Republik India pada tanggal 26 Januari 2025.

Kemitraan strategis ini berfokus pada mendorong kolaborasi dalam penjaminan mutu pengobatan tradisional India dan Indonesia. MoU ini mencakup berbagai aspek, seperti pertukaran informasi dan keahlian mengenai ketentuan regulasi untuk pengobatan tradisional, inisiatif peningkatan kapasitas, kunjungan teknis, partisipasi bersama dalam acara internasional, dan kolaborasi dalam program pelatihan bersama.

“Acara hari ini memenuhi arahan yang tercantum dalam MoU ini dan memberikan wujud nyata kerja sama antara para ahli pengobatan tradisional, akademisi dari departemen farmasi berbagai universitas, mahasiswa, dan industri,” lanjut Ravi.

Tema Hari Ayurveda ke-10 adalah “Ayurveda untuk Masyarakat dan Planet”. Tema ini menekankan relevansi abadi Ayurveda dalam mempromosikan kesejahteraan individu sekaligus menjaga keseimbangan dan keberlanjutan ekologis.

Ayurveda berakar pada keharmonisan dengan alam dan menganjurkan pendekatan kesehatan yang preventif, promotif, kuratif, dan rehabilitatif yang berpusat pada manusia dan bertanggung jawab terhadap lingkungan.

BACA JUGA:  Purwakarta Surplus Padi, Rencana Impor Beras Dinilai Tidak Perlu

Ayurveda menyerukan penggunaan sumber daya alam secara berkelanjutan, pelestarian tanaman obat dan keanekaragaman hayati, serta praktik konsumsi yang bertanggung jawab.

“Saya mengucapkan semoga seluruh pembicara dan peserta mendapatkan pengalaman interaktif yang bermanfaat yang saya percaya akan memperkaya pengetahuan dan pemahaman kita serta membantu kita menjalani hidup sehat dengan mengadopsi pengobatan tradisional,” tutup Konsul Jenderal Ravi Shanker Goel.

Sebagai informasi, Ayurveda adalah sistem pengobatan natural dari India. Istilah Ayurveda berasal dari kata bahasa sansekerta, “ayur” yang artinya kehidupan dan “veda” yang berarti ilmu pengetahuan. Bila diterjemahkan, Ayurveda berarti pengetahuan mengenai kehidupan.

Dalam Ayurveda, terdapat keyakinan bahwa penyakit disebabkan oleh ketidakseimbangan hidup ataupun stres dalam kesadaran seseorang. Pengobatan Ayurveda mendorong orang untuk mengadopsi gaya hidup tertentu dan menerapkan terapi alami.

Tujuannya adalah untuk mendapatkan kembali keseimbangan antara tubuh, pikiran, jiwa, dan lingkungan. Langkah untuk mencapai tujuan tersebut adalah dengan menerapkan pola makan tertentu, penggunaan obat-obatan herbal, olahraga, meditasi, pernapasan, terapi fisik, dan metode lainnya. Diharapkan setelah menjalani pengobatan Ayurveda, dapat menghilangkan energi negatif yang menjadi penyebab gejala penyakit, meningkatkan daya tahan tubuh, mengurangi kekhawatiran, dan meningkatkan keharmonisan dalam hidup. D|Red.

 

 

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.

 

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Rico Waas Apresiasi Kinerja Jajaran, Pemko Medan Borong Dua Penghargaan Nasional
Komisi VIII Pastikan Kesiapan Layanan & Mitigasi Kedaruratan di Embarkasi Medan
Tekan Inflasi, Gubernur Bobby Kirim 1.050 Ton Cabai Merah ke Palangkaraya
Sosok Kajati Sumut Baru Muhibuddin
Pejabat Eselon Medan Dilantik, Wali Kota Beri Ultimatum Kinerja
Bobby Nasution: PORWASU 2026 Jadi Wadah Strategis Perkuat Sinergi Pemerintah dan Pers
Sinergi Demokrat – Kejati: Harmoni Penegakan Hukum Sumut
Narasi LLDIKTI 1 Dinilai Menggiring Opini, Pengurus Lama Diduga Dijadikan Kambing Hitam Konflik Yayasan Darma Agung

Berita Terkait

Senin, 27 April 2026 - 14:47 WIB

Rico Waas Apresiasi Kinerja Jajaran, Pemko Medan Borong Dua Penghargaan Nasional

Kamis, 23 April 2026 - 16:53 WIB

Komisi VIII Pastikan Kesiapan Layanan & Mitigasi Kedaruratan di Embarkasi Medan

Kamis, 23 April 2026 - 16:01 WIB

Tekan Inflasi, Gubernur Bobby Kirim 1.050 Ton Cabai Merah ke Palangkaraya

Selasa, 21 April 2026 - 18:22 WIB

Sosok Kajati Sumut Baru Muhibuddin

Jumat, 17 April 2026 - 14:47 WIB

Pejabat Eselon Medan Dilantik, Wali Kota Beri Ultimatum Kinerja

Berita Terbaru