“Selama ini program-program kemudahan untuk pemberdayaan koperasi dan UMKM masih dominan berupa bantuan permodalan, padahal masih banyak permasalahan yang harus dicarikan jalan keluarnya sebagai contoh pemasaran,” paparnya.
Karena itu, pihaknya berharap kepada pemerintah perlu lebih gencar lagi merealisasikan program bimbingan agar usaha atau bisnis yang dijalankan dapat berkesinambungan bahkan ditingkatkan.
Sebelumnya, Gubernur Sumut Edy Rahmayadi meminta kaum intelektual yang tergabung dalam organisasi PIKI untuk ikut memberikan manfaat bagi keberlangsungan kehidupan masyarakat, sehingga menjadi berkah bagi umat.
“Sumut merupakan daerah kaya akan sumber daya alam, namun, perlu keseriusan dalam hal pengelolaannya agar bisa bermanfaat bagi kesejahteraan dan kemaslahatan masyarakat,” ujarnya.
Keberadaan PIKI, menurut Gubernur, merupakan potensi agar dapat mendorong meningkatnya kualitas pendidikan masyarakat secara umum, sehingga pembangunan dapat berjalan dan mendapat penerimaan dari masyarakat dengan pikiran objektif dan lebih maju.
Ketua DPD PIKI Sumut Naslindo Sirait, menjelaskan bahwa menyampaikan bahwa salah satu tujuan dari penyelengraan Seminar Nasional tentang prospek perekonomian secara global dan nasional adalah untuk menghimpun sumbangsih pemikiran dari keluarga besar PIKI, terkait bakal adanya prediksi ancaman resesi ekonomi global tahun 2023.
Seminar nasional yang digelar pengurus PIKI tersebut turut dihadiri Ketua Umum DPP PIKI Badikenita Sitepu serta sejumlah akademisi, tokoh agama Kristen dan pimpinan pengurus Gereja di Sumut. D|Med-24