Koperasi Merah Putih Binjai Tutup Sementara

Koperasi Merah Putih Binjai
Koperasi Kelurahan Merah Putih yang berada di Jalan Sukun, Lingkungan VI, Kelurahan Suka Maju, Kecamatan Binjai Barat, Kota Binjai, akhirnya tutup setelah hanya beberapa bulan beroperasi. Foto: Ist.

Binjai-Mediadelegasi: Koperasi Kelurahan Merah Putih yang berada di Jalan Sukun, Lingkungan VI, Kelurahan Suka Maju, Kecamatan Binjai Barat, Kota Binjai, akhirnya tutup setelah hanya beberapa bulan beroperasi. Program prioritas Presiden Prabowo Subianto yang diresmikan pada Juli 2025 lalu ini sempat menjadi harapan baru bagi masyarakat setempat, namun kenyataannya tidak berjalan sesuai harapan.

Koperasi Merah Putih Binjai: Awal Membangun Harapan yang Gagal

Alasan utama tutupnya koperasi ini adalah karena tidak adanya biaya operasional yang cukup untuk menjaga keberlangsungan kegiatan. Biaya operasional yang harus dikeluarkan setiap bulan dinilai terlalu besar dan tidak seimbang dengan pemasukan atau bantuan yang diterima.

“Benar, saat ini koperasi masih belum aktif kembali sesuai harapan. Selain biaya operasional yang tidak cukup, pengurus juga menunggu aturan juknis resmi dari Kementerian atau Dinas Koperasi terkait keberlanjutan koperasi ini,” ujar Camat Binjai Barat, Romi Surya Dharma, Senin (2/3/2026).

Bacaan Lainnya

Romi menambahkan bahwa bangunan koperasi yang berdiri di Kelurahan Suka Maju sebenarnya adalah bangunan sewa dari salah satu pengurus koperasi. Ia menegaskan bahwa sesuai aturan, koperasi harus didirikan di atas tanah milik pemerintah, sehingga pihak pengurus dan pemerintah sedang mencari lahan yang sesuai.

“Sejauh ini, mereka masih mencari tanah milik pemerintah yang cocok dan belum menemukan lokasi yang tepat,” tambah Romi. Ia juga menegaskan bahwa dari awal, koperasi ini tidak pernah menjalankan program simpan pinjam, karena belum ada bantuan dana dari pemerintah yang masuk ke koperasi tersebut.

Baca Juga : https://mediadelegasi.id/usut-tuntas-kejati-sumut-selidiki-korupsi-dana-desa/

Romi menjelaskan bahwa koperasi ini awalnya didirikan untuk mengelola sembako, LPG 3 Kg, dan layanan klinik yang semuanya dikelola oleh pengurus. Namun, karena biaya operasional yang tinggi, semua layanan tersebut kini berhenti beroperasi dan hanya tersisa bangunan yang kosong.

Saat ini, klinik yang sebelumnya berfungsi sebagai pusat pelayanan kesehatan juga tidak aktif. Petugas klinik yang sebelumnya berjaga di lokasi kini hanya stand by di puskesmas pembantu yang jaraknya tidak jauh dari lokasi koperasi.

Masyarakat sekitar mengungkapkan bahwa mereka merasa kecewa karena selama ini koperasi yang diresmikan Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, tidak memenuhi harapan. Mereka menyebut bahwa koperasi ini hanya menjadi pangkalan beli LPG dan tidak pernah menjalankan program simpan pinjam yang seharusnya menjadi inti koperasi.

Selain itu, kondisi bangunan koperasi yang terletak di sebelah klinik tampak kumuh dan tidak terawat. Bangunan tersebut tampak sepi dan tertutup rapat, dengan hanya terpampang sepanduk dan plang yang menyebutkan keberadaan pangkalan LPG.

Pos terkait