KPK Tangkap 10 Orang dalam OTT di Bekasi, Bupati dan Ayahnya Diduga Terlibat

- Penulis

Jumat, 19 Desember 2025 - 15:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Bekasi Ade Kuswara Kunang yang dikabarkan terjaring OTT KPK di Kabupaten Bekasi. Foto: Ist.

Bupati Bekasi Ade Kuswara Kunang yang dikabarkan terjaring OTT KPK di Kabupaten Bekasi. Foto: Ist.

Medan-Mediadelegasi: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di wilayah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, pada Kamis (18/12/2025). Dalam operasi tersebut, tim KPK berhasil mengamankan 10 orang yang diduga terlibat dalam praktik korupsi.

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengungkapkan bahwa dari 10 orang yang ditangkap, tujuh di antaranya dibawa ke Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, untuk menjalani pemeriksaan intensif. Ketujuh orang tersebut dinilai memiliki keterkaitan yang lebih erat dengan kasus yang sedang ditangani.

“Sudah dilakukan pemeriksaan awal di sana, kemudian tujuh yang kita bawa ke Jakarta karena itu yang dibutuhkan lebih lanjut keterangannya untuk kita periksa secara intensif di Gedung Merah Putih,” ujar Budi kepada wartawan, Jumat (19/12/2025).

BACA JUGA:  Bupati Rejang Lebong Tiba di Gedung KPK Usai Terjaring OTT

Meskipun Budi belum memberikan rincian mengenai identitas para pihak yang dibawa ke Jakarta, ia memastikan bahwa Bupati Bekasi, Ade Kuswara Kunang, dan ayahnya, Kunang, termasuk di antara mereka. Keterlibatan Bupati Bekasi dalam kasus ini tentu menjadi sorotan utama.

“Nanti kita sama-sama tunggu perkembangan seperti apa,” tutur Budi, memberikan isyarat bahwa KPK akan segera mengungkap informasi lebih lanjut terkait kasus ini.

OTT ini diduga berkaitan dengan kasus korupsi suap proyek di wilayah Bekasi. KPK masih terus mendalami keterkaitan antara para pihak yang ditangkap dengan proyek-proyek yang ada di Bekasi.

“Ini masih terus didalami di antaranya terkait dengan proyek-proyek di Bekasi,” tutur Budi. KPK berjanji akan memaparkan konstruksi lengkap perkara ini dalam konferensi pers yang akan digelar dalam waktu dekat.

BACA JUGA:  Achmad Syahri As-Siddiq Ditegur Keras Terakhir oleh Gerindra, Ancaman Pemberhentian Menggantung

Penangkapan ini menjadi bukti bahwa KPK terus berkomitmen dalam memberantas korupsi di berbagai daerah. Masyarakat pun menantikan perkembangan lebih lanjut dari kasus ini dan berharap KPK dapat mengungkap seluruh pihak yang terlibat serta membawa mereka ke pengadilan. D|Red.

 

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGE NEWS.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polda Metro Jaya Gagalkan Peredaran 32 Kg Sabu Jaringan Malaysia, Satu Kurir Ditangkap di Jakarta Utara
Menkeu Purbaya Jelaskan Konteks Ucapan Prabowo: Rakyat Desa Tak Pakai Dolar, Indonesia Kuat di Tengah Gejolak Global
Wakil Gubernur Sumbar Vasko Ruseimy Alami Kecelakaan Dini Hari, Mobil Dinas Hancur Tabrak Bak Truk
Meutya Hafid Tegaskan: Pertukaran Data RI-AS Hanya Lingkup Ekosistem Digital, Tak Ada Data Kependudukan
Kampung Narkoba di Samarinda Beroperasi Seperti Kartel, Ada 21 Pengawas Bersenjata
KPK Panggil Muhadjir Effendy Terkait Kasus Korupsi Kuota Haji, Pemeriksaan Ditunda
Hari Ini, Mantan Wamenaker Immanuel Ebenezer Jalani Sidang Pembacaan Tuntutan Kasus Pemerasan dan Gratifikasi
Kaesang Pangarep Tegaskan Komitmen Kawal Reynaldo Bryan Menjadi Ketua Umum HIPMI
Tag :

Berita Terkait

Senin, 18 Mei 2026 - 17:41 WIB

Polda Metro Jaya Gagalkan Peredaran 32 Kg Sabu Jaringan Malaysia, Satu Kurir Ditangkap di Jakarta Utara

Senin, 18 Mei 2026 - 17:02 WIB

Menkeu Purbaya Jelaskan Konteks Ucapan Prabowo: Rakyat Desa Tak Pakai Dolar, Indonesia Kuat di Tengah Gejolak Global

Senin, 18 Mei 2026 - 14:40 WIB

Wakil Gubernur Sumbar Vasko Ruseimy Alami Kecelakaan Dini Hari, Mobil Dinas Hancur Tabrak Bak Truk

Senin, 18 Mei 2026 - 14:11 WIB

Meutya Hafid Tegaskan: Pertukaran Data RI-AS Hanya Lingkup Ekosistem Digital, Tak Ada Data Kependudukan

Senin, 18 Mei 2026 - 12:19 WIB

Kampung Narkoba di Samarinda Beroperasi Seperti Kartel, Ada 21 Pengawas Bersenjata

Berita Terbaru