“Kami hadirkan para kepala sekolah, guru bimbingan konseling, pimpinan pesantren dan lainnya agar menjadi garda terdepan upaya pencegahan penanggulangan tindak kekerasan di lingkungan satuan pendidikan. Peserta didik, pendidik dan tenaga kependidikan menjadi fokus pencegahan dan penanganan kekerasan,” paparnya.
Selain itu menurut Nispul Khoiri kegiatan ini bagian dari proses sosialisasi Permendikbudristek No 46 tahun 2023 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Satuan Pendidikan (Permendikbudristek PPKSP) sebagai aturan yang menggantikan Permendikbud No 82 tahun 2015.
Kehadiran Permendikbudristek PPKSP menjadi napas baru dalam upaya mengoptimalkan pencegahan dan penanganan kekerasan di lingkungan satuan pendidikan yang harus menjadi perhatian khusus terutama pihak sekolah.
Dengan mempertimbangkan hak peserta didik dalam memperoleh lingkungan satuan pendidikan yang ramah, aman, nyaman dan menyenangkan bagi peserta didik, pendidik dan tenaga kependidikan dan warga satuan pendidikan lainnya.
Ketua Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) Fitri Hayati, sekaligus ketua panitia menjelaskan, Madrasah harus melakukan pencegahan dan penanganan kekerasan.
Melalui kajian PSGA madrasah perlu mengoptimalkan pendampingan kemudian selanjutnya dibentuk Tim PPKSP. Karena itu kegiatan ini dihadiri narasumber Eka Ervika MSi (Psikolog) dan Camelia MPsi (Psikolog) guna memberikan wawasan terhadap PPKSP dan mekanisme pencegahannya.
Kegiatan ini turut pula dihadiri Sekretaris LP2M-UINSU Reni Ria Armayani Hsb MEI, Dr Rafnitul Hasanah Harahap selaku Sub Koordinator, Kapus penelitian Dr Muhammad Irwan Fadli Nasution ST MM MKom dan Kapus Pengabdian Kepada Masyarakat Putra Apriadi Siregar, SKM MKes, serta seluruh peserta terdiri dari Pimpinan pesantren, Kepala Sekolah, Guru BK, Guru Agama Islam perwakilan dari sekolah madrasah se Sumatera Utara. D|Red-06