Labura-Mediadelegasi: Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura) mengimbau seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) agar semakin memperhatikan higienitas, keamanan, serta kualitas makanan yang disalurkan kepada peserta didik.
Imbauan tersebut disampaikan Ketua DPD KNPI Labuhanbatu Utara melalui Wakil Ketua, Surya Dayan, menyusul munculnya berbagai pemberitaan mengenai gangguan kesehatan yang dialami sejumlah anak atau siswa setelah mengonsumsi makanan dalam pelaksanaan program pemenuhan gizi di sejumlah daerah.
Surya Dayan mengatakan, kebersihan dan keamanan pangan harus menjadi perhatian sejak tahap awal, mulai dari pemilihan bahan baku, proses pengolahan, penyimpanan, hingga pendistribusian makanan kepada para penerima manfaat.
Menurutnya, pengawasan terhadap makanan tidak cukup hanya dilakukan setelah makanan siap disalurkan. Setiap tahapan perlu diperhatikan untuk meminimalkan potensi terjadinya masalah kesehatan akibat makanan yang dikonsumsi peserta didik.
Selain higienitas makanan, Dayan juga mendorong agar kondisi kesehatan masing-masing penerima manfaat turut menjadi perhatian dalam pelaksanaan program tersebut.
Ia menilai, orang tua dan pihak sekolah dapat berperan dalam memberikan informasi mengenai riwayat alergi maupun kondisi kesehatan tertentu yang dimiliki siswa kepada pihak terkait.
“SPPG harus benar-benar memperhatikan kebersihan dan keamanan makanan. Di sisi lain, kondisi kesehatan setiap anak juga perlu menjadi perhatian, karena setiap siswa memiliki kondisi tubuh dan riwayat kesehatan yang berbeda,” ujar Dayan kepada awak media, Rabu (17/9/2026).
Dayan menambahkan, komunikasi dan koordinasi antara orang tua, guru, pihak sekolah, tenaga kesehatan, serta SPPG perlu terus diperkuat agar pelaksanaan program pemenuhan gizi dapat berjalan dengan baik.
Menurutnya, program pemenuhan gizi bagi peserta didik bukan hanya berkaitan dengan terpenuhinya kebutuhan nutrisi, tetapi juga menyangkut aspek keamanan pangan dan kesesuaian makanan dengan kondisi penerima manfaat.
“Harapannya, berbagai kejadian gangguan kesehatan yang diberitakan di sejumlah daerah dapat menjadi bahan evaluasi bersama. Upaya pencegahan perlu dilakukan sejak awal melalui pengawasan terhadap makanan serta komunikasi yang baik mengenai kondisi kesehatan anak,” pungkasnya. D|Red.
Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.
Penulis : GS
Editor : Alan
Sumber Berita: Biro Labuhan Batu Utara






