Marak Gangguan Kesehatan Siswa, KNPI Labura Imbau SPPG Perketat Higienitas dan Perhatikan Riwayat Sakit Penerima Manfaat

Jumat, 18 September 2026 - 11:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Ketua  DPD KNPI Labuhanbatu Utara, Surya Dayan. Foto: GS

Wakil Ketua DPD KNPI Labuhanbatu Utara, Surya Dayan. Foto: GS

Labura-Mediadelegasi: Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura) mengimbau seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) agar semakin memperhatikan higienitas, keamanan, serta kualitas makanan yang disalurkan kepada peserta didik.

Imbauan tersebut disampaikan Ketua DPD KNPI Labuhanbatu Utara melalui Wakil Ketua, Surya Dayan, menyusul munculnya berbagai pemberitaan mengenai gangguan kesehatan yang dialami sejumlah anak atau siswa setelah mengonsumsi makanan dalam pelaksanaan program pemenuhan gizi di sejumlah daerah.

Surya Dayan mengatakan, kebersihan dan keamanan pangan harus menjadi perhatian sejak tahap awal, mulai dari pemilihan bahan baku, proses pengolahan, penyimpanan, hingga pendistribusian makanan kepada para penerima manfaat.

Menurutnya, pengawasan terhadap makanan tidak cukup hanya dilakukan setelah makanan siap disalurkan. Setiap tahapan perlu diperhatikan untuk meminimalkan potensi terjadinya masalah kesehatan akibat makanan yang dikonsumsi peserta didik.

BACA JUGA:  Diduga Gunakan Tangki Modifikasi, Mobil Isi Solar Subsidi Nyaris Rp1 Juta di SPBU Damuli Pekan Labura

Selain higienitas makanan, Dayan juga mendorong agar kondisi kesehatan masing-masing penerima manfaat turut menjadi perhatian dalam pelaksanaan program tersebut.

Ia menilai, orang tua dan pihak sekolah dapat berperan dalam memberikan informasi mengenai riwayat alergi maupun kondisi kesehatan tertentu yang dimiliki siswa kepada pihak terkait.

“SPPG harus benar-benar memperhatikan kebersihan dan keamanan makanan. Di sisi lain, kondisi kesehatan setiap anak juga perlu menjadi perhatian, karena setiap siswa memiliki kondisi tubuh dan riwayat kesehatan yang berbeda,” ujar Dayan kepada awak media, Rabu (17/9/2026).

Dayan menambahkan, komunikasi dan koordinasi antara orang tua, guru, pihak sekolah, tenaga kesehatan, serta SPPG perlu terus diperkuat agar pelaksanaan program pemenuhan gizi dapat berjalan dengan baik.

BACA JUGA:  Wapres Gibran Tinjau Program Makan Bergizi Gratis di SMKN 1 Batam

Menurutnya, program pemenuhan gizi bagi peserta didik bukan hanya berkaitan dengan terpenuhinya kebutuhan nutrisi, tetapi juga menyangkut aspek keamanan pangan dan kesesuaian makanan dengan kondisi penerima manfaat.

“Harapannya, berbagai kejadian gangguan kesehatan yang diberitakan di sejumlah daerah dapat menjadi bahan evaluasi bersama. Upaya pencegahan perlu dilakukan sejak awal melalui pengawasan terhadap makanan serta komunikasi yang baik mengenai kondisi kesehatan anak,” pungkasnya. D|Red.

 

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.

Penulis : GS

Editor : Alan

Sumber Berita: Biro Labuhan Batu Utara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ditemukan Jasad Luka Tebasan di Sawit Labura, Dua Tetangga Ditangkap, Satu Masih Di Bawah Umur
Warga Keluhkan Limbah SPPG Tanjung Leidong, Bau Menyengat Hingga Nyamuk
Pasar Rakyat dan Berobat Gratis Agrinas Palma Nusantara Diserbu Warga Labura
Ulat dalam Ompreng MBG Labura, BGN Didesak Tak Berhenti pada Permintaan Maaf
Informasi Warga Berujung Penangkapan, Polsek Kualuh Hulu Amankan Terduga Pengedar Sabu
Kasus Lijan Sinaga, KNPI Labura : Hak Anak Harus dilindungi, Asas Praduga tak bersalah harus dikedepankan.
Tindaklanjuti Instruksi DPP, Golkar Labura Gelar Pleno Persiapan Musda 2026
Anggota DPR RI Trinovi Khairani Sitorus Serahkan Bantuan Komputer untuk KPAD Labuhanbatu Utara
Berita ini 29 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 17:42 WIB

Ditemukan Jasad Luka Tebasan di Sawit Labura, Dua Tetangga Ditangkap, Satu Masih Di Bawah Umur

Jumat, 2 Oktober 2026 - 14:57 WIB

Warga Keluhkan Limbah SPPG Tanjung Leidong, Bau Menyengat Hingga Nyamuk

Jumat, 18 September 2026 - 11:04 WIB

Marak Gangguan Kesehatan Siswa, KNPI Labura Imbau SPPG Perketat Higienitas dan Perhatikan Riwayat Sakit Penerima Manfaat

Rabu, 9 September 2026 - 21:48 WIB

Pasar Rakyat dan Berobat Gratis Agrinas Palma Nusantara Diserbu Warga Labura

Senin, 24 Agustus 2026 - 18:17 WIB

Ulat dalam Ompreng MBG Labura, BGN Didesak Tak Berhenti pada Permintaan Maaf

Berita Terbaru

Petugas bersama warga mengevakuasi jenazah pemuda hilang di Desa Wek III, Kecamatan Batang Toru, Tapanuli Selatan, Jumat (9/10/2026). Ditemukan hampir 2 minggu setelah hilang, dugaan sementara gantung diri. Foto: Ist.

Kabupaten Tapanuli Selatan

Hilang Hampir 2 Minggu, Pemuda Tapanuli Selatan Ditemukan Tewas di Kebun

Jumat, 9 Okt 2026 - 16:46 WIB