Oknum Ustaz di Siak Ditangkap, 4 Santriwati Jadi Korban

Kamis, 17 September 2026 - 16:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Polisi menangkap oknum ustaz yang diduga mencabuli santriwati di Kabupaten Siak, Riau. Foto: Ist.

Polisi menangkap oknum ustaz yang diduga mencabuli santriwati di Kabupaten Siak, Riau. Foto: Ist.

Siak-Mediadelegasi: Seorang oknum ustaz berinisial RS (33), pengelola pondok pesantren di Kecamatan Lubuk Dalam, Kabupaten Siak, Riau, ditangkap polisi. Ia diduga melakukan pencabulan terhadap empat santriwati yang berada di lingkungan pesantren tersebut.

Kasus dugaan pencabulan ini terungkap setelah salah satu korban berani menceritakan pengalaman yang dialaminya kepada orang tua. Pengakuan tersebut disampaikan setelah korban menyelesaikan masa pendidikannya di pondok pesantren.

Laporan dari keluarga korban kemudian menjadi dasar bagi kepolisian untuk melakukan penyelidikan. Penanganan perkara yang semula masuk ke Polda Riau selanjutnya dilimpahkan kepada Polres Siak untuk proses penyidikan lebih lanjut.

Kasat Reskrim Polres Siak, AKP Raja Kosmos Parmulais, mengatakan penyidik awalnya menerima informasi dari satu korban. Pendalaman perkara kemudian mengungkap adanya tiga santri lain yang diduga mengalami perlakuan serupa.

“Laporan awal masuk ke Polda Riau sebelum dilimpahkan ke Polres Siak. Dari penyidikan satu korban awal, kami melakukan pengembangan dan menemukan tiga santri lain yang mengalami perlakuan serupa. Jadi sementara ada empat santri yang menjadi korban,” ujar Raja Kosmos, Kamis (17/9/2026).

BACA JUGA:  Hakim Perkara Andrie Yunus Dilaporkan ke KY dan MA, Diduga Langgar Kode Etik Hakim

Berdasarkan hasil penyidikan awal, tersangka diduga memanfaatkan posisinya sebagai pengelola pondok pesantren untuk mendekati para korban. Ia disebut memanggil santri dengan alasan meminta bantuan membersihkan ruangan tertentu di lingkungan pesantren.

Saat kondisi di sekitar ruangan sepi, tersangka diduga melakukan tindakan pencabulan terhadap korban. Peristiwa tersebut diduga berlangsung ketika para santri berada dalam lingkungan pendidikan yang dikelola tersangka.

Kasus ini baru terungkap setelah salah satu korban menyampaikan pengalaman yang dialaminya kepada keluarga. Informasi tersebut kemudian mendorong pihak keluarga mengambil langkah hukum dengan melaporkan dugaan perbuatan tersebut kepada kepolisian.

Setelah menerima laporan resmi, Satreskrim Polres Siak melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi. Polisi juga mengembangkan informasi dari korban pertama untuk mengetahui kemungkinan adanya korban lain dalam perkara tersebut.

BACA JUGA:  Guncangan Agam: Gempa 5,2 Terasa Hingga Mentawai

Dari proses pengembangan penyidikan, polisi menemukan tiga santri lain yang disebut mengalami dugaan perlakuan serupa. Dengan demikian, jumlah korban yang telah diidentifikasi sementara mencapai empat orang santriwati.

Tersangka RS kini telah ditahan di Mapolres Siak untuk menjalani proses hukum. Penyidik masih melakukan pendalaman terhadap keterangan korban, saksi, dan berbagai informasi yang berkaitan dengan dugaan tindak pidana tersebut.

Polres Siak juga terus mengembangkan penyidikan untuk mengungkap kemungkinan adanya korban lain. Perkara ini masih dalam proses hukum, sementara dugaan perbuatan tersangka akan dibuktikan melalui tahapan penyidikan dan proses peradilan sesuai ketentuan yang berlaku. D|Red.

 

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.

Penulis : Tagor

Editor : Alan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Prabowo Minta Kasus Penyadapan Usut Transparan dan Objektif kepada Kapolri
Dugaan Penyadapan Presiden Prabowo oleh Eks Kapolri Listyo Sigit Mengarah pada Perbuatan Makar
Nusron Wahid Penuhi Panggilan KPK Terkait Kasus Korupsi Kementerian ATR BPN
Pengerahan Pasukan TNI Jumlah Besar ke Jakarta, Kapuspen: Tugas Negara dan Siaga Menjaga NKRI
Mutasi Polri November 2026: Kapolri Rotasi 264 Perwira Tinggi dan Menengah
Isu Penyadapan Istana dan Penangkapan Jenderal Polri: Mabes Polri Minta Publik Bersabar
Kabar Penangkapan Jenderal Polri, Kadiv Humas: Masih Dicek, Belum Diklarifikasi
Jimly Asshiddiqie: Pemakzulan Gibran Lewat DPR–MK–MPR, Mundur Sukarela Lebih Cepat
Berita ini 23 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 14:10 WIB

Prabowo Minta Kasus Penyadapan Usut Transparan dan Objektif kepada Kapolri

Rabu, 4 November 2026 - 14:04 WIB

Dugaan Penyadapan Presiden Prabowo oleh Eks Kapolri Listyo Sigit Mengarah pada Perbuatan Makar

Rabu, 4 November 2026 - 11:51 WIB

Nusron Wahid Penuhi Panggilan KPK Terkait Kasus Korupsi Kementerian ATR BPN

Rabu, 4 November 2026 - 11:12 WIB

Pengerahan Pasukan TNI Jumlah Besar ke Jakarta, Kapuspen: Tugas Negara dan Siaga Menjaga NKRI

Selasa, 3 November 2026 - 16:26 WIB

Isu Penyadapan Istana dan Penangkapan Jenderal Polri: Mabes Polri Minta Publik Bersabar

Berita Terbaru