Medan-Mediadelegasi: Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian, melaporkan bahwa sebanyak 22 desa dinyatakan hilang pasca bencana yang melanda wilayah Sumatera. Kondisi terparah dialami oleh Provinsi Aceh, di mana jumlah desa yang hilang paling banyak.
Tito menjelaskan bahwa pihaknya akan mengirimkan 1.054 praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) ke Aceh untuk membantu proses pemulihan daerah yang terdampak bencana. Para praja IPDN ini akan ditugaskan di daerah-daerah yang mengalami dampak paling berat, yaitu Aceh Tamiang dan Aceh Utara.
Menurut Tito, Aceh Tamiang dan Aceh Utara menjadi wilayah yang paling memprihatinkan karena banyaknya desa yang hilang dan kantor desa yang tidak berfungsi.
“Kenapa kami menyatakan agak berat karena data kami menunjukkan bahwa ada desa yang hilang totalnya ada 22, di Aceh ada 13 hilang, tersapu, di Sumatera Utara ada 8 dan Sumatera Barat ada 1,” ucap Tito dalam konferensi pers yang digelar pada Senin (29/12/2025).
Lebih lanjut, Mendagri merinci bahwa terdapat 1.455 kantor desa di Aceh yang tidak dapat berfungsi akibat bencana. Selain itu, terdapat 93 kantor desa di Sumatra Utara dan 32 kantor desa di Sumatra Barat yang juga mengalami kondisi serupa.
Tito Karnavian berharap agar para praja IPDN yang dikirim ke wilayah terdampak bencana dapat membantu memulihkan kembali fungsi kantor-kantor desa tersebut.
“Jadi tugas Kemendagri menghidupkan kembali,” sambung Tito.








