Medan-Mediadelegasi: Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq, terjaring operasi tangkap tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jawa Tengah dan tiba di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa (3/3/2026). Dalam OTT Bupati Pekalongan tersebut, Fadia langsung dibawa ke ibu kota untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut oleh penyidik lembaga antirasuah.
OTT Bupati Pekalongan Tiba Pagi di Gedung KPK
Pantauan di lokasi menunjukkan Fadia tiba sekitar pukul 10.23 WIB. Dua mobil berwarna hitam terlihat memasuki kompleks Gedung Merah Putih KPK secara beriringan dengan pengawalan ketat, memancing perhatian awak media yang telah menunggu sejak pagi.
Sejumlah pihak lain yang ikut terjaring dalam OTT itu diduga berada dalam rombongan kendaraan yang sama. Namun, mereka tidak diturunkan di pintu depan gedung sebagaimana biasanya pihak yang diamankan dalam operasi senyap KPK.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kondisi tersebut membuat jumlah pasti orang yang diamankan dalam OTT Bupati Pekalongan ini belum dapat dipastikan. Wartawan hanya dapat melihat kendaraan langsung masuk ke area dalam tanpa ada keterangan resmi di lokasi.
KPK sebelumnya mengonfirmasi adanya operasi tangkap tangan di wilayah Pekalongan, Jawa Tengah. Operasi dilakukan setelah tim melakukan pemantauan dan pengumpulan bahan keterangan dalam beberapa waktu terakhir.
Baca Juga : https://mediadelegasi.id/pekalongan-heboh-kpk-tangkap-bupati-fadia-arafiq/
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, membenarkan bahwa salah satu pihak yang diamankan adalah Fadia Arafiq. Ia menyebut tim langsung membawa para pihak ke Jakarta usai penindakan.
“Tim kemudian membawa ke Jakarta untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” ujar Budi kepada wartawan. Ia belum mengungkapkan secara detail perkara yang melatarbelakangi OTT tersebut.
Sesuai prosedur, KPK memiliki waktu 1×24 jam untuk menentukan status hukum para pihak yang diamankan. Dalam kurun waktu itu, penyidik akan mendalami dugaan tindak pidana dan memeriksa barang bukti yang disita.
Hingga kini, konstruksi perkara, nilai dugaan transaksi, serta pihak lain yang diduga terlibat belum diungkapkan secara resmi. Publik masih menunggu konferensi pers lanjutan dari KPK.
Kasus OTT Bupati Pekalongan ini kembali menjadi pengingat bahwa penindakan terhadap dugaan korupsi di level kepala daerah terus dilakukan. KPK memastikan akan menyampaikan perkembangan terbaru setelah proses pemeriksaan awal rampung. D|Red.
Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.












