Mendagri Salurkan Bantuan Presiden Untuk Aceh Tamiang

Mendagri salurkan
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dalam penyaluran alat pembersih lumpur di Aceh Taming, Aceh, Jumat (23/1/2026). (Foto:Ist)

Mendagri Salurkan Alat Pembersih Lumpur Dari  Presiden ke Wilayah Tamiang

Penggunaan alat berat ukuran kecil ini sangat krusial, mengingat penggunaan alat berat berukuran besar justru dikhawatirkan dapat merusak struktur bangunan rumah yang sudah rapuh akibat terjangan banjir.

Selain alat berat, Mendagri juga menyerahkan perlengkapan pendukung lainnya secara simbolis, di antaranya 5.000 pasang sepatu boots yang diperlukan petugas dan relawan di lapangan.

Pemerintah juga menyediakan 3.000 unit gerobak dorong atau lori, serta masing-masing 1.000 buah sekop dan cangkul untuk mempermudah evakuasi sisa-sisa material lumpur yang mengeras.

Bacaan Lainnya

Dalam arahannya, Tito menganalogikan perlengkapan tersebut sebagai “senjata peperangan” bagi masyarakat dan pemerintah daerah untuk melawan timbunan lumpur yang menghambat mobilitas.

Seluruh bantuan tersebut diharapkan dapat dimaksimalkan oleh pemerintah daerah setempat untuk membersihkan fasilitas layanan publik serta rumah-rumah warga agar segera layak huni kembali.

Mendagri mengungkapkan bahwa selain Aceh Tamiang, pemerintah pusat juga tengah mengupayakan dukungan serupa bagi daerah terdampak lainnya seperti Aceh Timur, Aceh Utara, Bireuen, dan Pidie Jaya.

Sementara itu, untuk wilayah dataran tinggi seperti Gayo Lues, Bener Meriah, dan Aceh Tengah, kondisi dilaporkan relatif lebih aman dari genangan lumpur meski tetap dalam pemantauan.

Tito menekankan bahwa fokus penanganan di wilayah yang terkena longsor akan diarahkan pada perbaikan infrastruktur jalan dan jembatan guna memulihkan konektivitas antarwilayah.

Bantuan ini menjadi sangat krusial bagi Aceh Tamiang, karena menurut pantauan Kemendagri, wilayah ini menjadi satu-satunya daerah yang roda pemerintahannya belum sepenuhnya normal akibat bencana.

Berdasarkan koordinasi melalui daring, Tito menyebutkan bahwa daerah lain di Sumatera Utara dan Sumatera Barat yang juga terdampak bencana, saat ini sudah mampu mengoperasikan dinas-dinas pelayan publik secara penuh.

Data Posko Terpadu Aceh Tamiang per 22 Januari 2026 mencatat dampak yang sangat memprihatinkan, di mana bencana ini telah merenggut nyawa 101 orang dan menyebabkan 18 orang luka-luka di 12 kecamatan.

Bencana hidrometeorologi ini juga mengakibatkan 5.901 jiwa terpaksa mengungsi, sementara total warga terdampak di 209 kampung mencapai angka 290.466 jiwa yang kini sangat membutuhkan percepatan pemulihan.D|Red

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.

 

Pos terkait