Menelisik, Usaha Kacang Sihobuk Manise Peroleh Dukungan PT Inalum

- Penulis

Kamis, 3 Desember 2020 - 20:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tempat Produksi Kacang Sihobuk

Tempat Produksi Kacang Sihobuk

Toba-Mediadelegasi: Kacang Sihobuk Manise yang merupakan cemilan khas Batak dari Tarutung ini, tentunya bagi warga Sumatera Utara khususnya tak asing lagi. Siapa pemilik usaha itu dan bagaimana akhirnya dibantu PT Inalum (Persero). Berikut alur informasi yang dihimpun.        

Mangiring Sipahutar adalah mitra Inalum yang selama ini menjadi produsen cemilan khas Batak yang berasal dari Tarutung, yaitu kacang garing sihobuk. Ia telah mendalami proses pembuatan Kacang Sihobuk sejak masih bersekolah di Sekolah Menengah Pertama (SMP). 

Alat memasak kacang Sihobuk Manise

Kacang sihobuk diambil dari nama desa di Tapanuli Utara, yaitu desa Sihobuk. Menurut sejarahnya, kacang ini dibuat oleh warga sihobuk sebagai bentuk peringatan atas kejadian longsor yang menimpa desa Sihobuk pada tahun 1982 yang menelan 12 korban jiwa. Kini, kacang sihobuk sudah dikenal diberbagai daerah karena rasa dan kegurihannya.

Dari Kacang Tanah Menjadi Kacang Sihobuk

Proses pembuatannya pun bukan sembarangan. Mangiring Sipahutar dengan semangat menjelaskan dan menunjukkan proses pembuatannya kepada pengunjung yang penasaran untuk melihat proses produksinya. Kacang tanah yang baru saja dipanen disortir terlebih dahulu.

BACA JUGA:  Revitalisasi Pasar Balige, 573 Pedagang Akan Dipindahkan

Setelah disortir kemudian dijemur di bawah sinar mentari sampai kering sepenuhnya. Tidak berhenti di situ, kemudian kacang direndam kembali di dalam air selama dua sampai tiga hari agar kacang bersih dari tanah-tanah yang tersisa.

Setelah direndam, kacang disangrai di dalam sebuah wadah menggunakan pasir. Kacang disangrai selama dua sampai tiga jam dengan api yang terus menyala. Apabila menyangrai secara manual, kacang harus terus disangrai agar tidak gosong. Setelah itu, kacang didinginkan dan dipilah kembali untuk kemudian dikemas dan dipasarkan.

Mangiring telah menggunakan alat sangrai berbentuk kaleng besar yang dapat berputar sendiri sejak 2019, sehingga ia tidak perlu menyangrai secara manual. Sekali menyangrai ia bisa mendapatkan empat kaleng kacang sihobuk. Salah satu kendala dalam pembuatan kacang sihobuk adalah apabila cuaca mendung dan hujan turun, kacang akan sulit dikeringkan dan membutuhkan waktu yang lebih lama.

Dukungan Usaha

Usaha kacang sihobuk ini merupakan usaha turun-temurun di keluarga Mangiring Sipahutar. Sebelumnya usaha kacang sihobuk Manise ini dijalankan oleh adiknya yang kemudian dilanjutkan oleh Mangiring.

BACA JUGA:  Toba Caldera Geopark Pasca Green Card 2005 dan Silver Award ADB 2025

Sebelum pandemi, Mangiring dapat memproduksi empat puluh kaleng dalam sebulan. Selain berjualan di toko, ia juga mengirim kacangnya kepada pelanggannya di Jakarta, Medan, dan Palembang.

Saat ada kegiatan atau acara-acara besar di PT Inalum (Persero), perusahaan plat merah ini selalu menyediakan kacang sihobuk yang dibeli dari Mangiring untuk kudapan. Selain itu, Inalum juga memberikan pinjaman modal usaha kepada Mangiring Sipahutar di tahun 2019 dengan biaya administrasi sebesar 3 persen.

Modal ini kemudian ia belikan stok bahan baku kacang tanah. “Kacang tanah sebagai bahan baku itu terkadang rebutan dengan produsen lain, jadi kalau beli harus sekali banyak agar tidak kehabisan,” ucap Mangiring.

Pengusaha Kacang Sihobuk Mangiring Sipahutar

Pandemi Covid-19 membuat penjualan kacang sihobuk turun drastis. Hal ini disebabkan oleh menurunnya jumlah wisatawan.

Saat ditemui, Mangiring Sipahutar sedang mengerjakan pesanan pelanggannya dari Jakarta sebanyak 48 kaleng atau setara dengan 2400 kilogram. Biasanya ia mengirimkan pesanan pelanggannya melalui ekpedisi bis. Kacang sihobuk ini cocok dikonsumsi saat acara keluarga, pesta adat, pesta pernikahan, ataupun acara lain yang bersifat nonformal. D|Tsa-rel.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pemkab Toba Gelar Christmas Season Meriah, Targetkan 25 Ribu Wisatawan dan 2 Ribu UMKM Terlibat
Pasokan Melimpah, Harga Daging Babi di Toba Turun Drastis!
Pemkab Toba Sosialisasikan Keterlibatan Tim Pendamping Keluarga dalam Program Makan Bergizi Gratis 2025
Korupsi Dana Desa, Kejari Toba Tegas: Kades Meranti Barat Jadi Tersangka dan Ditahan!
Bupati dan Wakil Bupati Toba Serahkan Bantuan Alsintan dan Benih Tani Bagi Masyarakat Toba
Bupati Toba Sampaikan Tiga Pesan Usai Menyerahkan SK PPPK Tahap II
Pemkab Toba dan KPK Gelar Rapat Koordinasi Pemantauan dan Evaluasi IPKD–MCSP 2025
Wabup Toba Sampaikan Kondisi Ketapang di Toba Saat Rakor LTT

Berita Terkait

Jumat, 19 Desember 2025 - 14:54 WIB

Pemkab Toba Gelar Christmas Season Meriah, Targetkan 25 Ribu Wisatawan dan 2 Ribu UMKM Terlibat

Sabtu, 13 Desember 2025 - 13:27 WIB

Pasokan Melimpah, Harga Daging Babi di Toba Turun Drastis!

Sabtu, 22 November 2025 - 09:16 WIB

Pemkab Toba Sosialisasikan Keterlibatan Tim Pendamping Keluarga dalam Program Makan Bergizi Gratis 2025

Jumat, 21 November 2025 - 14:25 WIB

Korupsi Dana Desa, Kejari Toba Tegas: Kades Meranti Barat Jadi Tersangka dan Ditahan!

Selasa, 18 November 2025 - 16:34 WIB

Bupati dan Wakil Bupati Toba Serahkan Bantuan Alsintan dan Benih Tani Bagi Masyarakat Toba

Berita Terbaru