Basarnas: Korban Tewas Gempa M 7,7 NTT Capai 70 Orang, 132 Luka-Luka

Selasa, 18 Agustus 2026 - 17:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Petugas mengevakuasi korban gempa M7,7 di Nusa Tenggara Timur. Foto: Ist.

Petugas mengevakuasi korban gempa M7,7 di Nusa Tenggara Timur. Foto: Ist.

Jakarta-Mediadelegasi: Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan merilis data terkini korban gempa bumi berkekuatan Magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur. Hingga hari ketiga pascabencana, tercatat sebanyak 70 orang meninggal dunia dan 132 orang lainnya mengalami luka-luka. Data tersebut dikumpulkan hingga Senin, 17 Agustus 2026, pukul 23.30 WIB.

Direktur Operasi Basarnas, Laksamana Pertama Yudhi Bramantyo, menyampaikan bahwa total korban yang telah terhimpun mencapai 202 orang. Dari jumlah tersebut, 70 orang meninggal dunia, 40 orang mengalami luka berat, dan 92 orang lainnya menderita luka ringan akibat dampak langsung gempa.

“Sampai dengan hari ketiga kemarin, pukul 23.30 WIB telah kami kompilasi total korban adalah 202 orang, kemudian meninggal dunia 70 orang dan luka-luka 132 orang. Yang kami catat, luka berat 40, luka ringan 92,” jelas Yudhi dalam keterangan secara virtual pada Selasa, 18 Agustus 2026.

Memasuki hari keempat penanganan bencana, tim SAR di lapangan mulai beralih melakukan penyisiran menyeluruh di sejumlah wilayah terdampak. Langkah ini diambil setelah berdasarkan laporan yang masuk, tidak ada lagi warga yang dilaporkan hilang atau masih dalam status pencarian.

BACA JUGA:  Pesawat Hilang Kontak, Tim SAR Dikerahkan

“Sampai dengan kemarin hari ketiga itu relatif operasi yang kita laksanakan hanya tinggal penyisiran karena berdasarkan laporan atau masukan dan data dari para korban, tidak ada lagi saudara-saudara mereka, tetangga, rekan yang tercatat masih dalam pencarian,” ungkap Yudhi menjelaskan perkembangan tahap penanganan saat ini.

Selain penyisiran wilayah, Basarnas juga memperkuat dukungan terhadap layanan kesehatan bagi masyarakat yang terdampak bencana. Penguatan ini difokuskan pada wilayah-wilayah yang mengalami dampak cukup besar sekaligus memiliki akses yang sulit dijangkau oleh tim penanganan.

Yudhi Bramantyo menyampaikan bahwa langkah penguatan layanan kesehatan tersebut dilakukan setelah pihaknya mendampingi Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, selama dua hari meninjau lokasi bencana. Dari kunjungan tersebut, diterima sejumlah masukan langsung dari warga terdampak, terutama di wilayah Kabupaten Manggarai termasuk Kecamatan Lambaleda.

Sebagai bentuk tindak lanjut penguatan layanan kesehatan, Basarnas telah mengerahkan Kapal Negara SAR Antareja 233 yang berangkat dari Kantor SAR Kupang pada Senin malam. Kapal tersebut membawa personel medis dan sukarelawan guna ditempatkan di wilayah yang paling membutuhkan.

BACA JUGA:  Iuran Rp16,9 Triliun Board of Peace untuk Gaza

Kapal Antareja 233 membawa sebanyak 40 tenaga medis yang berasal dari Kodam IX/Udayana, serta sejumlah sukarelawan dari Asadoma. Seluruh tenaga kesehatan tersebut kemudian akan ditempatkan di wilayah Manggarai untuk membantu penanganan medis para korban yang masih membutuhkan perawatan.

Pengiriman kapal dan tenaga medis ini menjadi bukti nyata sinergi antarlembaga dalam mempercepat penanganan pascabencana. Kehadiran tenaga medis di lokasi yang sulit dijangkau diharapkan dapat menjangkau warga yang sebelumnya belum mendapatkan pelayanan kesehatan secara optimal.

Basarnas menegaskan bahwa meskipun tidak ada lagi warga yang dilaporkan hilang, tim tetap waspada dan menyisir setiap jengkal wilayah terdampak. Hal ini dilakukan untuk memastikan tidak ada warga yang tertinggal dan seluruh kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi dengan baik.

Pemerintah terus berupaya mempercepat penanganan pascabencana di NTT, baik dari sisi pendataan korban, pemulihan infrastruktur, hingga pelayanan kesehatan. Masyarakat pun diimbau tetap tenang dan mempercayai informasi yang bersumber dari saluran resmi instansi berwenang. D|Red.

 

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.

Penulis : Tagor

Editor : Alan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ketua GCP: Saya Di-prank, KPU Harus Bertanggung Jawab Polemik Ijazah Gibran
Febrie Adriansyah Didakwa Peras Rp55 Miliar dari Tan Kian Agar Tak Jadi Tersangka Jiwasraya
KPK Panggil Eks Bupati Tapsel & Madina, 15 Saksi Diperiksa Pengembangan Korupsi Jalan Sumut
Gibran Buka Suara: Kuliah S1 di Singapura Bukti Telah Lulus Pendidikan Sebelumnya
Gibran Dilaporkan ke Bareskrim, Bawa Putusan MK soal Tak Ada Bukti Ijazah Setara SMA
KPK Masih Tunggu Nusron Wahid Hadir, 8 Tersangka Kasus Suap HGB Bogor Sudah Ditetapkan
Pakar Hukum: MK Tetap dalam Koridor Kewenangan, Alihkan Masalah Gibran ke Jalur Pemakzulan
Kabut Asap Kembali Selimuti Pekanbaru, PC PMII Desak Pemerintah Perkuat Langkah Konkret dan Penanganan Sumber Asap
Berita ini 39 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 17:46 WIB

Ketua GCP: Saya Di-prank, KPU Harus Bertanggung Jawab Polemik Ijazah Gibran

Rabu, 7 Oktober 2026 - 16:07 WIB

Febrie Adriansyah Didakwa Peras Rp55 Miliar dari Tan Kian Agar Tak Jadi Tersangka Jiwasraya

Rabu, 7 Oktober 2026 - 15:15 WIB

KPK Panggil Eks Bupati Tapsel & Madina, 15 Saksi Diperiksa Pengembangan Korupsi Jalan Sumut

Rabu, 7 Oktober 2026 - 13:45 WIB

Gibran Buka Suara: Kuliah S1 di Singapura Bukti Telah Lulus Pendidikan Sebelumnya

Rabu, 7 Oktober 2026 - 13:08 WIB

Gibran Dilaporkan ke Bareskrim, Bawa Putusan MK soal Tak Ada Bukti Ijazah Setara SMA

Berita Terbaru

Camat Sungaikanan, Yusran Hasian Harahap SE MM (dua kiri), Perwakilan Kebun B Simangunsong (tiga kanan), Tokoh masyarakat H Kodirun Harahap SH (dua kanan) bersama jajaran Polsek Sungaikanan dan Personel Koramil 12/Langgapayung saat meninjau langsung longsor hebat sudut Kebun B di Desa Sabungan, Sungaikanan, Labusel, kemarin. Foto: D|maruli siregar

Kabupaten Labuhan Batu Selatan

Sengkarut Gurita Bisnis Kebun di Sabungan Labusel

Rabu, 7 Okt 2026 - 19:54 WIB