Mensesneg Buka Suara Soal Pemotongan Anggaran Daerah, Gubernur Tetap Keberatan

Sabtu, 11 Oktober 2025 - 14:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi. (Foto:Ist)

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi. (Foto:Ist)

Jakarta-Mediadelegasi : Kebijakan pemerintah pusat melakukan pemotongan anggaran transfer ke daerah (TKD) menuai protes dari sejumlah kepala daerah. Sebanyak 18 gubernur yang tergabung dalam Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI) ramai-ramai menyampaikan keberatannya kepada Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa.

Para gubernur tersebut mendatangi langsung Kantor Kementerian Keuangan di Jakarta Pusat pada Selasa (7/10) pagi. Beberapa di antaranya adalah Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution, Gubernur Aceh Muzakir Manaf alias Mualem, dan Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda.

Gubernur Aceh Mualem mengungkapkan bahwa anggaran daerahnya dipotong sebesar 25 persen oleh pemerintah pusat. Ia dengan tegas menyatakan ketidaksetujuannya terhadap pemotongan tersebut.

“Kami mengusulkan supaya tidak dipotong, anggaran kita tidak dipotong. Karena itu beban semua di provinsi kami masing-masing,” kata Mualem usai bertemu dengan Menkeu Purbaya.

BACA JUGA:  Heboh Densus 88 Menguntit Jampidsus, TNI Buka Suara soal Polisi Militer di Kejagung

Menanggapi hal ini, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi angkat bicara. Ia menjelaskan bahwa transfer ke daerah saat ini terbagi menjadi dua skema, yaitu transfer ke daerah langsung dan tidak langsung.

“Dan kemarin sudah kita terima, diterima oleh Menteri Keuangan. Kemudian diterima juga oleh Mendagri dan kita berikan pemahaman bersama,” kata Pras di Hotel Bidakara, Jakarta, Jumat (10/10).

Pras menjelaskan bahwa transfer ke daerah yang bersifat tidak langsung merupakan transfer dari pemerintah pusat berupa program-program yang penerimanya adalah seluruh masyarakat di daerah.

Ia mencontohkan salah satunya adalah program Makan Bergizi Gratis yang anggarannya bersumber dari APBN. Menurutnya, program ini manfaatnya akan dirasakan oleh seluruh daerah di Indonesia.

“Itu kan kalau dihitung dari budget di APBN-nya itu kan kurang lebih di dalam satu tahun berjalan ya tahun depan itu kan di Rp335 triliun. Nah, ini kan dinikmati juga oleh seluruh daerah kan begitu,” katanya.

BACA JUGA:  Wujudkan Indonesia Emas, Mendikdasmen: Dikdasmen Jadi Aspek Penting

Pemerintah pusat berdalih bahwa pemotongan anggaran transfer daerah ini dilakukan untuk mengefisienkan anggaran negara dan memprioritaskan program-program nasional yang dianggap lebih penting.

Namun, para gubernur berpendapat bahwa pemotongan anggaran ini akan berdampak negatif terhadap pembangunan dan pelayanan publik di daerah masing-masing.

Mereka khawatir program-program yang sudah direncanakan akan terhambat atau bahkan gagal dilaksanakan.

Polemik pemotongan anggaran transfer daerah ini masih terus berlanjut. Pemerintah pusat dan pemerintah daerah diharapkan dapat segera mencapai kesepakatan yang saling menguntungkan, sehingga pembangunan di seluruh wilayah Indonesia dapat berjalan dengan lancar. D|Red.

 

 

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Jampidsus Febrie Adriansyah Dikabarkan Mundur
Surat Rahasia Kejagung Bocor: Soroti Kasus Pejabat, Pegawai Kejaksaan Dilarang Komentar Soal Perkara
Bupati Langkat Syah Afandin Di OTT KPK
Pertamina Resmi Naikkan Harga Pertamax
Nama Raffi Ahmad Terseret Dalam Kasus Dugaan Suap Importasi Barang di Bea Cukai
Utang Pemerintah RI Mendekati 10 Ribu Triliun, Malah Tarik Utang Baru
​Kurs Rupiah Terpuruk di Angka Rp18.000, Hasto Kristiyanto Kritik Keras Manajemen Pemerintahan
Tuntut Kepastian Operasional, Investor Dapur SPPG di Wilayah 3T Geruduk Kantor BGN
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 10 Juli 2026 - 00:15 WIB

Jampidsus Febrie Adriansyah Dikabarkan Mundur

Kamis, 9 Juli 2026 - 23:19 WIB

Surat Rahasia Kejagung Bocor: Soroti Kasus Pejabat, Pegawai Kejaksaan Dilarang Komentar Soal Perkara

Jumat, 3 Juli 2026 - 09:17 WIB

Bupati Langkat Syah Afandin Di OTT KPK

Rabu, 10 Juni 2026 - 07:47 WIB

Pertamina Resmi Naikkan Harga Pertamax

Selasa, 9 Juni 2026 - 15:03 WIB

Nama Raffi Ahmad Terseret Dalam Kasus Dugaan Suap Importasi Barang di Bea Cukai

Berita Terbaru

Kabupaten Labuhan Batu Utara

Tindaklanjuti Instruksi DPP, Golkar Labura Gelar Pleno Persiapan Musda 2026

Jumat, 7 Agu 2026 - 17:53 WIB

Foto: Jilbab berlogo bordir “Asri” hasil pengadaan Bagian Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Deli Serdang sebanyak 15.000 lembar senilai Rp525 juta. Harga satuan yang ditetapkan Rp35.000 disorot JIPI karena dinilai jauh lebih tinggi dari harga pasar sejenis yang diperkirakan hanya sekitar Rp15.000 per lembar.

Kabupaten Deli Serdang

Jilbab Rp525 Juta, Kainnya yang Mahal atau Angkanya yang Bikin Bertanya?

Jumat, 7 Agu 2026 - 17:16 WIB