Menteri Pertanian: Serapan Beras Indonesia Capai Angka Tertinggi dalam Beberapa Dekade

Selasa, 29 April 2025 - 14:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyampaikan bahwa serapan beras mencapai angka yang sangat tinggi, yakni 1 juta ton pada bulan April 2025 di Kantor Kementan, Selasa 29 April 2025 (Foto : Ist.)

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyampaikan bahwa serapan beras mencapai angka yang sangat tinggi, yakni 1 juta ton pada bulan April 2025 di Kantor Kementan, Selasa 29 April 2025 (Foto : Ist.)

Jakarta-Mediadelegasi : Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengumumkan bahwa serapan beras di Indonesia mencapai 1 juta ton pada April 2025. Ini merupakan capaian tertinggi dalam dua hingga tiga dekade terakhir. Stok beras saat ini sekitar 950 ribu ton, menunjukkan bahwa produksi beras dalam negeri cukup tinggi dan dapat memenuhi kebutuhan masyarakat.

Capaian ini merupakan hasil kerja keras dari para petani dan petugas pertanian. Mereka telah bekerja keras untuk meningkatkan produksi beras dan memastikan ketersediaan pangan di Indonesia. Menteri Pertanian juga menyampaikan bahwa capaian ini merupakan kabar baik bagi Indonesia.

Presiden Prabowo Subianto juga menyampaikan optimisme bahwa Indonesia akan menjadi lumbung pangan dunia dalam waktu dekat. Ia telah mempersiapkan langkah-langkah untuk memastikan ketahanan pangan Indonesia, termasuk pembangunan infrastruktur pertanian dan pemberdayaan petani. Dengan demikian, Indonesia dapat meningkatkan kemampuan produksi dan distribusi pangan.

BACA JUGA:  IPW Desak Bareskrim Polri Tuntaskan Kasus Lahan di Kampar

Pembangunan infrastruktur pertanian sangat penting untuk meningkatkan kemampuan produksi dan distribusi pangan. Dengan adanya infrastruktur yang memadai, petani dapat lebih mudah mengakses pasar dan meningkatkan pendapatan mereka. Selain itu, infrastruktur pertanian juga dapat membantu meningkatkan efisiensi produksi dan distribusi pangan.

Pemberdayaan petani juga sangat penting untuk meningkatkan kemampuan dan kesejahteraan petani. Dengan adanya pelatihan dan dukungan, petani dapat meningkatkan keterampilan mereka dan meningkatkan produksi pangan. Pemberdayaan petani juga dapat membantu meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani.

Capaian serapan beras yang tinggi ini menunjukkan bahwa Indonesia dapat menjadi negara yang mandiri dalam memenuhi kebutuhan pangan. Dengan demikian, Indonesia dapat mengurangi ketergantungan pada impor pangan dan meningkatkan kemandirian pangan. Ini juga dapat membantu meningkatkan stabilitas ekonomi dan politik Indonesia.

BACA JUGA:  Kabar Duka: Dua WNI Pemegang WHV Meninggal di Australia Barat

Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi lumbung pangan dunia. Dengan kerja keras dan inovasi, Indonesia dapat mencapai tujuan ini dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Pemerintah juga perlu terus meningkatkan dukungan untuk sektor pertanian dan memastikan ketersediaan pangan yang memadai.

Dalam beberapa tahun terakhir, Indonesia telah melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan ketahanan pangan. Dengan capaian serapan beras yang tinggi dan komitmen pemerintah untuk meningkatkan ketahanan pangan, Indonesia dapat menjadi contoh bagi negara lain dalam memenuhi kebutuhan pangan. Ini juga dapat membantu meningkatkan reputasi Indonesia sebagai negara yang mampu memenuhi kebutuhan pangan masyarakatnya. D|Red.

Baca  artikel menarik lainnya dari mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Jampidsus Febrie Adriansyah Dikabarkan Mundur
Surat Rahasia Kejagung Bocor: Soroti Kasus Pejabat, Pegawai Kejaksaan Dilarang Komentar Soal Perkara
Bupati Langkat Syah Afandin Di OTT KPK
Pertamina Resmi Naikkan Harga Pertamax
Nama Raffi Ahmad Terseret Dalam Kasus Dugaan Suap Importasi Barang di Bea Cukai
​Kurs Rupiah Terpuruk di Angka Rp18.000, Hasto Kristiyanto Kritik Keras Manajemen Pemerintahan
Tuntut Kepastian Operasional, Investor Dapur SPPG di Wilayah 3T Geruduk Kantor BGN
Rupiah Hancur! Tembus Rp18.175 per Dolar AS
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 10 Juli 2026 - 00:15 WIB

Jampidsus Febrie Adriansyah Dikabarkan Mundur

Kamis, 9 Juli 2026 - 23:19 WIB

Surat Rahasia Kejagung Bocor: Soroti Kasus Pejabat, Pegawai Kejaksaan Dilarang Komentar Soal Perkara

Jumat, 3 Juli 2026 - 09:17 WIB

Bupati Langkat Syah Afandin Di OTT KPK

Rabu, 10 Juni 2026 - 07:47 WIB

Pertamina Resmi Naikkan Harga Pertamax

Selasa, 9 Juni 2026 - 15:03 WIB

Nama Raffi Ahmad Terseret Dalam Kasus Dugaan Suap Importasi Barang di Bea Cukai

Berita Terbaru