Jadi aksi ini adalah salah satu upaya pemerintah hadir mengajak masyarakat berperan didalamnya.
Pemerintah tidak akan bisa bergerak sendiri,butuh peran dari warga, semisal memeriksakan kondisi pra nikah, pemeriksaan kehamilan minimal 6 kali selama kehamilan, pemeriksaan kesehatan anak, pemberian nutrisi seimbang dan yang lainnya terutama pada usia emas anak yaitu 1000 hari pertama kehidupan anak yang dihitung dari masa dalam kandungan sampai dengan usia anak mencapai dua tahun,” jelas Henry.
Ia menambahkan, hingga saat ini pemerintah telah mengambil langkah-langkah penting melalui 5 kegiatan, seperti; Gerakan Aksi Bergizi, Gerakan Bumil Sehat, Gerakan Posyandu Aktif , Gerakan Jambore Kader, dan Gerakan CegahStuntingituPenting.
Sementara itu, sembari melakukan monitoring pelaksanaan imunisasi dan cek kesehatan, Staf Ahli TP PKK Kabupaten, Ny Sri Dewi menegaskan, peran kader-kader Posyandu harus lebih ditingkatkan terutama karena Posyandu merupakan layanan integrasi primer, artinya Posyandu tidak hanya melayani balita namun hingga lansia.
“Manfaatkan Posyandu mulai dari cek kesehatan, cek kehamilan. Jangan malu. Semua masyarakat harus terlayani terutama dalam target kita mencegah dan mengurangi angka stunting.
Ingat, pencegahan Stunting diawali dari desa, dan dimulai dari kesadaran keluarga. Terimakasih atas kehadiran bapak ibu, mari saling mendukung program pemerintah agar semua berjalan baik,” ujarnya.
Hadir dalam kegiatan ini, Kadis PMD, Simon Tonny Malau, Kabis Kesmas, Imelda Purba, Camat Berampu, Chandra Sagala, Kapus Berampu, Kades Karing, Ius Sariance Siburian, TP PKK Kabupaten, Ketua TP PKK Kecamatan dan jajaran, serta masyarakat Desa Karing. (spr) #CegahStuntingituPenting.D|Red
Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.
j






