Pemberantasan Korupsi Harus Dimulai dari Kasus Besar

- Penulis

Minggu, 16 Februari 2025 - 17:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi - Tim penyidik KPK menyita uang tunai puluhan miliar rupiah terkait kasus dugaan suap perizinan ekspor benih bening lobster atau benur,  beberapa waktu lalu.  Foto: Trbn

Ilustrasi - Tim penyidik KPK menyita uang tunai puluhan miliar rupiah terkait kasus dugaan suap perizinan ekspor benih bening lobster atau benur, beberapa waktu lalu. Foto: Trbn

Jakarta-Mediadelegasi:   Pengamat hukum dan pembangunan Hardjuno Wiwoho mengingatkan agar pemberantasan korupsi harus dimulai dari kasus besar, seperti kasus Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) sehingga bukan sekadar operasi tangkap tangan (OTT) terhadap kasus kecil.

“Kita melihat bagaimana debitur BLBI yang dulu mengalami masalah finansial, kini justru menjadi lebih kaya hingga ratusan bahkan ribuan kali lipat,” ujar Hardjuno dalam keterangan tertulis yang diterima pers,  Sabtu (15/2).

Untuk itu, kata dia, pemerintah harus berani menegakkan hak tagih atas dana BLBI yang dijamin oleh para debitur. Jika tidak, maka akan ada konspirasi yang terjadi di dalamnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dia menuturkan salah satu janji besar Presiden Prabowo Subianto yakni memastikan bahwa tidak ada yang kebal hukum di masa pemerintahannya.

BACA JUGA:  Waspada, BNPB Ingatkan Potensi Banjir dan Longsor Masih Mengintai

Dengan demikian, isu korupsi menjadi perhatian utama, terutama dalam kasus BLBI dan obligasi rekap yang telah merugikan negara hingga ribuan triliun rupiah.

Apabila penegakan hukum hanya berkutat pada OTT, maka dirinya menilai korupsi tidak akan pernah selesai karena nilainya terlalu kecil dibandingkan kejahatan besar yang masih dibiarkan.

Di sisi lain, Hardjuno menyampaikan bahwa Prabowo juga menyoroti pentingnya kepastian hukum dalam menarik investasi.

Ia berpendapat jika pemerintahan bisa dipercaya dan memiliki kepastian hukum maka investasi akan datang dengan sendirinya tanpa perlu meminta-minta.

“Negara maju tidak akan mengeluarkan uangnya jika ada potongan yang tidak jelas. Percuma ada bantuan jika ujungnya tetap dikorupsi dan rakyat tetap miskin,” ungkapnya.

BACA JUGA:  Yaqut Tak Diborgol Saat Kembali Ditahan KPK

Dengan kondisi politik dan ekonomi yang kompleks, dia mengungkapkan bahwa rakyat berharap Prabowo bisa menjadi pemimpin yang tegas dalam menegakkan hukum dan memberantas korupsi.

Hardjuno menegaskan bahwa tanpa kepastian hukum, Indonesia akan sulit keluar dari krisis yang berlarut-larut.

Maka dari itu dengan berbagai tantangan yang dihadapi, ia berharap Presiden bisa benar-benar merealisasikan janjinya, yaitu tidak ada yang kebal hukum di masa pemerintahannya.

“Jika komitmen ini bisa diwujudkan, maka Indonesia memiliki peluang besar untuk bangkit dan menjadi negara yang lebih maju serta sejahtera,” tutur Hardjuno.

D/Red

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kerusuhan Pecah di Stadion Lukas Enembe Papua: 37 Kendaraan Hangus, Fasilitas Rusak Akibat Kekecewaan Suporter
Isu Pengadaan Sepatu Sekolah Rakyat: KPK Ingatkan Pengawasan Ketat, Kemensos Siap Lakukan Koreksi
Prabowo Kunjungi Pulau Miangas, Berjanji Rawat Bandara dan Perbaiki Seluruh Puskesmas
Brigjen Agus Wijayanto Dilantik Jadi Kapolda Kaltara, Bagian Rotasi 9 Pimpinan Polda Seluruh Indonesia
Bareskrim Polri Limpahkan Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus ke Polda Metro Jaya, Tetap Lakukan Asistensi
Bareskrim Polri Dalami Laporan Jusuf Kalla Terhadap Rismon Sianipar Terkait Dugaan Pencemaran Nama Baik
BPOM Tegas: Produsen Kosmetik Berbahan Berbahaya Terancam 12 Tahun Penjara
Erupsi Gunung Dukono Tewaskan 3 Pendaki, 2 Warga Singapura dan 1 Warga Ternate

Berita Terkait

Sabtu, 9 Mei 2026 - 14:17 WIB

Kerusuhan Pecah di Stadion Lukas Enembe Papua: 37 Kendaraan Hangus, Fasilitas Rusak Akibat Kekecewaan Suporter

Sabtu, 9 Mei 2026 - 13:45 WIB

Isu Pengadaan Sepatu Sekolah Rakyat: KPK Ingatkan Pengawasan Ketat, Kemensos Siap Lakukan Koreksi

Sabtu, 9 Mei 2026 - 13:24 WIB

Prabowo Kunjungi Pulau Miangas, Berjanji Rawat Bandara dan Perbaiki Seluruh Puskesmas

Sabtu, 9 Mei 2026 - 11:46 WIB

Brigjen Agus Wijayanto Dilantik Jadi Kapolda Kaltara, Bagian Rotasi 9 Pimpinan Polda Seluruh Indonesia

Jumat, 8 Mei 2026 - 18:48 WIB

Bareskrim Polri Limpahkan Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus ke Polda Metro Jaya, Tetap Lakukan Asistensi

Berita Terbaru