Pemprov Sumut Dukung Penuh Program TAMASYA untuk Meningkatkan Kualitas Pengasuhan Anak

Rabu, 28 Mei 2025 - 10:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Sumut, Senter Ginting mewakili Kepala Dinas Sosial Sumut Dr H Asren Nasution, mengikuti Peluncuran Program TAMASYA secara virtual yang digelar serentak di 38 provinsi dari Aula Pelayanan Sosial Anak Balita Dinsos Sumut, Jalan Tengku Amir Hamzah No. 59 Medan, Selasa 27 Mei 2025 (Sumber : Diskominfo Sumut).

Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Sumut, Senter Ginting mewakili Kepala Dinas Sosial Sumut Dr H Asren Nasution, mengikuti Peluncuran Program TAMASYA secara virtual yang digelar serentak di 38 provinsi dari Aula Pelayanan Sosial Anak Balita Dinsos Sumut, Jalan Tengku Amir Hamzah No. 59 Medan, Selasa 27 Mei 2025 (Sumber : Diskominfo Sumut).

Medan-Mediadelegasi : Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) menunjukkan komitmen nyata dalam mendukung program unggulan Taman Asuh Sayang Anak (TAMASYA) dari Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN. Program ini bertujuan untuk memperkuat pengasuhan anak yang berkualitas melalui sinergi lintas sektor.

Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Sumut, Senter Ginting, mewakili Kepala Dinas Sosial Sumut, Dr H Asren Nasution, menyampaikan bahwa Pemprov Sumut memiliki komitmen kuat untuk mendukung program TAMASYA. Program ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pengasuhan di Tempat Penitipan Anak (TPA) yang ada di Sumut.

Ada empat layanan unggulan dalam program TAMASYA yang siap dikolaborasikan, yakni peningkatan kompetensi pengasuh, pemantauan tumbuh kembang anak, keterlibatan orang tua dalam pengasuhan, serta layanan rujukan bagi anak. Dengan demikian, anak-anak dapat tumbuh dan berkembang secara holistik.

Senter Ginting mengatakan bahwa Pemprov Sumut ingin program ini berdampak nyata bagi generasi masa depan Sumut. Anak-anak harus tumbuh menjadi generasi cerdas, sehat, dan berkarakter, karena mereka adalah penentu arah pembangunan ke depan.

Ketua Tim Kerja Pemaduan Kebijakan Kependudukan BKKBN Perwakilan Sumut, Syamsu Rizal Lubis, mengatakan bahwa TAMASYA hadir sebagai solusi atas kerentanan keluarga dan upaya memanfaatkan momentum bonus demografi nasional. Program ini dirancang untuk mendorong praktik pengasuhan yang terintegrasi dan mendukung orang tua.

Syamsu menambahkan bahwa kolaborasi antara pemerintah daerah dan BKKBN sangat strategis dalam menciptakan lingkungan kondusif bagi anak dan peningkatan produktivitas keluarga. Dukungan pemerintah daerah seperti yang ditunjukkan Sumut melalui program Kolaborasi Sumut Berkah menjadi kunci keberhasilan TAMASYA.

BACA JUGA:  Polsek Medan Area Ungkap Kepemilikan Senpi Bodong

Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN, Wihaji, menuturkan bahwa TAMASYA merupakan salah satu dari lima quick wins yang diluncurkan Kemendukbangga/BKKBN. Program ini hadir untuk menjawab kebutuhan akan daycare unggulan berstandar tinggi melalui kerja sama antar lembaga pemerintah dan swasta.

Wihaji juga menyoroti pentingnya program ini dalam mendukung peningkatan partisipasi perempuan dalam sektor kerja formal. Berdasarkan data BPS 2024, partisipasi perempuan dalam sektor formal masih rendah, yaitu 36,32% dibanding laki-laki yang mencapai 45,81%.

Peluncuran Program TAMASYA di Sumut turut ditandai dengan pemotongan pita dan penyerahan koper berisi Alat Permainan Edukatif (APE) dari Ketua Tim Kerja Pemaduan Kebijakan Kependudukan BKKBN Sumut kepada Kepala UPTD Pelayanan Sosial Anak Balita Dinsos Sumut.

Dengan adanya program TAMASYA, diharapkan dapat meningkatkan kualitas pengasuhan anak di Sumut. Program ini juga diharapkan dapat mendukung peningkatan partisipasi perempuan dalam sektor kerja formal dan menciptakan lingkungan kondusif bagi anak.

Pemprov Sumut berkomitmen untuk mendukung program TAMASYA dan meningkatkan kualitas pengasuhan anak di daerah. Dengan demikian, diharapkan dapat melahirkan generasi yang cerdas, sehat, dan berkarakter.

Program TAMASYA juga diharapkan dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam meningkatkan kualitas pengasuhan anak. Dengan kerja sama yang baik antara pemerintah daerah dan BKKBN, diharapkan dapat menciptakan lingkungan yang kondusif bagi anak.

BACA JUGA:  Pemprov Sumut Rampungkan Regulasi Ojol, 5 Poin Utama Disepakati

Dalam jangka panjang, program TAMASYA diharapkan dapat memberikan kontribusi positif bagi terwujudnya generasi emas Indonesia 2045. Dengan demikian, diharapkan dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Indonesia.

Pemprov Sumut berharap bahwa program TAMASYA dapat menjadi salah satu contoh keberhasilan kolaborasi antara pemerintah daerah dan BKKBN. Dengan demikian, diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pengasuhan anak yang berkualitas.

Dalam peluncuran program TAMASYA, Pemprov Sumut menunjukkan komitmen nyata dalam mendukung program ini. Dengan demikian, diharapkan dapat meningkatkan kualitas pengasuhan anak di Sumut dan mendukung peningkatan partisipasi perempuan dalam sektor kerja formal.

Program TAMASYA juga diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pengasuhan anak yang berkualitas. Dengan demikian, diharapkan dapat melahirkan generasi yang cerdas, sehat, dan berkarakter.

Dengan adanya program TAMASYA, Pemprov Sumut berharap dapat meningkatkan kualitas pengasuhan anak di daerah dan mendukung peningkatan partisipasi perempuan dalam sektor kerja formal. Dengan demikian, diharapkan dapat menciptakan lingkungan yang kondusif bagi anak dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Indonesia. D|Red.

 

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Oknum Polisi Nekat Tabrak Mobil Warga di Medan, Diduga Dipicu Cemburu Asmara
Berhasil Diburu Sejak Sebulan Lebih, Begal yang Masuk DPO Akhirnya Ditangkap di Minimarket
Usai Penjelasan Pemko, Anggaran Air Mineral Rp1,1 Miliar Masih Diperdebatkan
Program Revitalisasi Sekolah di Medan Disorot, LP3 Siap Laporkan ke Kejati Sumut
Belum Reda Kasus Dishub, Rico Waas Kena Sorotan Air Mineral Rp1 Miliar
Srikandi FAST UNPRI Tembus Jurnal Scopus Q2: Bukti Nyata Kebijakan Kelulusan Berbasis Publikasi Ilmiah
Air Mineral Rp1 Miliar Setahun di Pemko Medan Disorot, Gen Z Sumut : “Mungkin Makhluk Halus Ikut Minum”
Zakiyuddin: Soal Sekda Tak Perlu Dibicarakan, Mekanismenya Sudah Diatur
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 27 Juni 2026 - 18:04 WIB

Oknum Polisi Nekat Tabrak Mobil Warga di Medan, Diduga Dipicu Cemburu Asmara

Rabu, 24 Juni 2026 - 14:08 WIB

Berhasil Diburu Sejak Sebulan Lebih, Begal yang Masuk DPO Akhirnya Ditangkap di Minimarket

Selasa, 23 Juni 2026 - 14:43 WIB

Usai Penjelasan Pemko, Anggaran Air Mineral Rp1,1 Miliar Masih Diperdebatkan

Selasa, 23 Juni 2026 - 12:02 WIB

Program Revitalisasi Sekolah di Medan Disorot, LP3 Siap Laporkan ke Kejati Sumut

Sabtu, 20 Juni 2026 - 14:32 WIB

Belum Reda Kasus Dishub, Rico Waas Kena Sorotan Air Mineral Rp1 Miliar

Berita Terbaru