Medan-Mediadelegasi: Sejumlah pemulung dan komunitas kaum marjinal lainnya di Kabupaten Deli Serdang dan Kota Medan dijadwalkan menggelar upacara memperingati Hari Pahlawan ke-77 tahun 2022, Kamis (10/11).
Upacara memperingati Hari Pahlawan 10 Nopember 2022 yang akan diisi dengan doa bersama tersebut turut diikuti oleh para aktivis kemanusiaan yang bernaung di bawah Yayasan Peduli Pemulung Indonesia dan pegiat sosial Deddy Mauriz Simanjuntak yang juga Ketua DPW Majelis Umat Kristen Indonesia (MUKI) Sumatera Utara (Sumut).
Doa Keprihatinan Nasional direncanakan digelar di Ghamenia Tower Jalan Pemasyarakatan, Desa Kelambir Lima Kebun, Kabupaten Deli Serdang.
Keterangan tersebut disampaikan Ketua Yayasan Peduli Pemulung Indonesia Uba Pasaribu dan Ketua DPW Majelis Umat Kristen Indonesia (MUKI) Sumatera Utara (Sumut) dalam sesi wawancara podcast di studio DelegasiTV Medan, Rabu (9/10).
“Peringatan Hari Pahlawan tahun ini akan kita jadikan sebagai momentum untuk mengajak semua pihak terutama pemerintah agar lebih peduli terhadap kalangan pemulung dan masyarakat miskin lainnya,” kata Uba Pasaribu.
Menurut dia, perhatian terhadap para pemulung dan masyarakat miskin hingga saat ini masih sangat minim sehingga mereka tetap termarjinalkan dan akhirnya sangat sulit untuk bangkit dari keterpurukan ekonomi.
Karena itu, Uba mengingatkan pemerintah untuk lebih maksimal memberikan perhatian dan perlindungan kepada komunitas marjinal yang identik dengan masyarakat miskin.
“Intinya adalah orang-orang marginal seperti para pemulung dan masyarakat miskin lainnya yang betul-betul tidak punya gantungan hidup tetap, harus mendapat prioritas perhatian dan bantuan dari pemerintah,” ujarnya.