Pencurian Hewan Kerbau Marak di Desa Parhorasan Kabupaten Samosir

pencurian hewan kerbau
Pemimpin Umum mediadelegasi.id, Ir Mandalasah Turnip, SH (kemeja merah-red), mendengarkan cerita kronologis pencurian hewan kerbau yang dialami Rinto Sihotang (kanan), ketika mendatangi kantor Redaksi mediadelegasi.id pada, Rabu (16/2/2022) kemarin.(D|Med-24)

“Usai membuat laporan tersebut, saya sangat berharap pihak kepolisian dan warga menemukan titik terang dengan mengungkap pelaku pencurian tersebut,” harapnya.

Namun beruntung bagi Rinto, pada tanggal 14 Januari 2022 sekira pukul 23.30 WIB mendapati informasi bahwasanya, yang dicurigai sebagai tersangka pencuri kerbau itu telah tertangkap, yakni IS dengan satu unit mobil pick up sedang membawa kerbau dikendarai oleh IS dan dua orang temannya berinisial (WS dan (HS) yang kini telah ditahan di Mapolres Samosir untuk pengembangan kasus selanjutnya.

Baca Juga: https://www.mediadelegasi.id/kerbau-hilang-lagi-di-parhorasan-samosir/

Bacaan Lainnya

“Tak sengaja pada saat itu, saya dan pelaku berpapasan di jalan menuju Desa Parbaba Dolok dengan ciri-ciri yang sesuai dengan laporan saya di Polres Samosir. Tak ingin kehilangan kesempatan, saya memberanikan diri untuk memberhentikan mobil pick up yang membawa kerbau miliknya yang hilang dan adu mulut pun terjadi. Setelah menurunkan kerbau miliknya di atas mobil pick up, si pelaku IS dan kedua rekannya melarikan diri. Namun saya telah berhasil menemukan pelaku yang mencuri kerbau milik saya. Dari kejadian itulah, sudah ada tiga tersangka pencuri kerbau yang kini ditahan di Polres Samosir. Dan saya berharap pihak kepolisian menangkap pelaku-pelaku lainnya, yang telah meresahkan warga Desa Parhorasan,” ucapnya.

Dari rangkaian cerita Rinto tersebut, tak hanya sampai di situ saja melainkan masih banyak para korban pemilik hewan ternak kerbau yang mengalami kasus yang sama. Sejak tahun 2018 hingga 2021 diperkirakan kerbau yang hilang berjumlah 21 ekor dari Desa Parhorasan itu.

Baca Juga: https://www.mediadelegasi.id/aneh-satu-dusun-kehilangan-puluhan-kerbau-di-samosir/

Dengan kejadian tersebut, Rinto Sihotang bersama warga lainnya yang turut juga menjadi korban hilangnya hewan ternak kerbau itu, menandatangani Surat Pernyataan yang menyatakan telah mengalami kehilangan hewan ternak kerbau.

“Untuk saya dan warga Desa Parhorasan sangat berhara pihak kepolisian dapat mengungkap kasus ini dengan tuntas, dan diberikan efek jera untuk para pelaku kejahatan pencurian kerbau. Mengingat warga juga ada menggantungkan hidupnya dari hasil ternak kerbau, untuk mencukupi kebutuhan hidup dan kelanjutan pendidikan anak anaknya,” pungkasnya. (D|Med-24)

Pos terkait