Oleh Prof Dr Drs. Sihol Situngkir, MBA
Medan-Mediadelegasi: Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) dalam kunjungan kerja singkat ke Singapura pada 6 Juni lalu menggunakan momentum tersebut untuk mempromosikan peluang investasi dan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) dalam sebuah acara bertajuk “Ecosperity Week Singapore 2023”.
Ecosperity Week 2023 Singapura yang digelar oleh Temasek Singapura mengusung tema “Breakthroughs for Net Zero”, atau terobosan untuk emisi nol bersih, mempertemukan para pemimpin bisnis global, pembuat kebijakan, investor, akademisi dan masyarakat sipil dari berbagai industri.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Berdasarkan telaahan penulis,
Presiden Joko Widodo sebagai pembicara penting dalam perhelatan ini benr-benar menjadikan momentum pertemuan tersebut untuk mempromosikan kesempatan investasi dan pariwisata di Indonesia.
Perhelatan yang berlangsung di Sands Expo & Convention Center itu dimanfaatkan oleh Presiden RI membicarakan dan mempromosikan peluang investasi di bidang transisi energi, infrastruktur hijau dan pembangunan IKN.
Bahkan Jokowi pada kesempatan itu mengajak warga Singapura agar tinggal di IKN sebagai pilihan, mengingat sudah begitu mahalnya biaya tinggal di Singapura saat ini.
Sebagai Kepala Negara yang dikenal sebagai sosok bersahabat dan terbuka, tentu saja ajakan ini memiliki nilai strategis dalam membangun hubungan baik kedua negara yang tetap terjaga selama ini.
Gaya kepemimpinan Jokowi yang selalu membangun kebersamaan di antara para pemimpin di berbagai negara dan juga para investor merupakan sikap seorang pemimpin transformasional dan visioner.
Presiden Jokowi
selalu dengan pikiran terbuka (open minded) mencari patner strategis membangun kawasan regional dan internasional. Ini merupakan salah satu ciri dari sosok pemimpin besar dan transformasional.
Tentu saja kita patut ikut merasa bangga atas prakarsa dan inisiasi Jokowi untuk mewujudkan transisi energi dan ekonomi hijau di IKN yang memiliki sejarah babak baru sebagai salah satu wujud “legacy special” Presiden RI ke-7 ini.
Ketika kita melihat desain IKN yang spektakuler dan diikuti dengan rencana Otorita IKN untuk mengembangkan pariwisata dan ekonomi lokal IKN yang bakal disukai dan dicintai para pengunjung dari mancanegara, maka tentu saja para investor dari berbagai negara pun pasti tertarik ikut membangun IKN termasuk Singapura.
Meski masih ada segelintir oknum yang menganggap pesimis akan terobosan promosi investasi Jokowi untuk mewujudkan IKN, namun bila dicermati pendapat dan simpatik banyak orang, sikap optimisme Presiden RI ini selalu mendapat sambutan yang luar biasa.
Menurut penulis, Presiden Jokowi dinilai tepat dijuluki sebagai sosok pemimpin transformasional dan visioner. Sekjen PDI PerjuanganHasto Kristianto saat diwawancarai salah satu media, mengatakan bahwa Jokowi adalah seorang “marketer” hebat karena selalu menawarkan peluang bisnis dan investasi di Indonesia setiap kali berkunjung ke luar negeri.
Dari buku “Pocket of Data & Information” penulis, tercatat bahwa Singapura yang dijuluki “The Lion City” masih merupakan negara paling besar berinvestasi di Indonesia saat ini.
Realisasi investasi asing terbesar berasal dari Singapura, yakni 5.196,9 juta dolar AS, disusul China di posisi kedua senilai 5.186,9 juta dolar AS, posisi ketiga Hong Kong 3.914,8 juta dolar AS, keempat Jepang 2.769,6 juta dolar AS, dan kelima Malaysia 2.218,3 juta dolar AS.
Selanjutnya, Amerika Serikat bergeser ke posisi keenam dengan investasi senilai 2.123,5 juta dolar AS, ketujuh Korea Selatan 1.665,7 juta dolar AS, kedelapan Belanda 1.096,5 juta dolar AS, kesembilan Bermuda 761,2 juta dolar AS dan kesepuluh Inggris 507,7 juta dolar AS.
Konsep kota pintar berbasis alam untuk pembangunan IKN merupakan kata kunci dan pengungkit (leverage) dalam pidato Jokowi ketika mempromosikan dan mengajak para investor di Singapura agar ikut menanamkan modal di Indonesia.
Dalam kata sambutannya seputar “A Golden Opportunity”, Presiden Jokowi memiliki dasar yang kuat mengajak para pengusaha dan kalangan swsata Singapura agar berinvestasi di Indonesia.
Presiden Jokowi memaparkan data peluang investasi sebanyak 200 paket untuk sektor swasta dengan nilai 2,6 miliar dolar AS di berbagai bidang, antara lain perumahan, transportasi, energi dan teknologi.
Tentu saja hal ini merupakan kesempatan emas bagi Singapura untuk menambah investasinya di Indonesia khususnya di IKN.
Peluang investasi serupa juga ditawarkan Jokowi saat melanjukan kunjungan kerja ke Malaysia pada hari berikutnya.
Presiden Jokowi didampingi Mensesneg Pratikno dan Menlu Retno Marsudi menyempatkan waktu mengunjungi kawasan Orchard Singapura sebagai salah satu destinasi paling menarik dan memiliki berbagai kuliner Asia.
Di pusat bisnis terbesar Singapura itu, Presiden Jokowi bertemu dengan warga Indonesia dan juga warga Singapura lainnya.
Warga Indonesia begitu bahagia bertemu dengan Kepala Negara yang begitu ramah dan ceria.
Tentunya, kita berharap dan optimis bahwa negara-negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia pasti akan memanfaatkan peluang investasi saat ini di Indonesia.
Alasan utamanya, karena Indonesia merupakan salah satu pangsa pasar terbesar dengan jumlah penduduk keempat terbanyak di dunia ditambah dengan sumber daya alam yang begitu melimpah.
Bila ditelaah lebih jauh, sebanyak 200 paket peluang investasi yang ditawarkan di perhelatan “Ecosperity Week Singapore 2023” pasti membawa “multiplier effects” yang signifikan baik bagi negara-negara investor maupun Indonesia sendiri.*** (Penulis: Dosen Senior, Peneliti dan Guru Besar Universitas Jambi, mantan Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Kesejahteraan Rakyat Kemsetneg RI, mantan Rektor Unika Santo Thomas Sumatera Utara dan President of International Professors Association/IPA).












