Seoul-Mediadelegasi: Presiden Korea Selatan, Lee Jae Myung, menyampaikan ucapan belasungkawa mendalam kepada korban gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur, Indonesia, pada Sabtu pekan lalu. Dalam pesannya, Lee turut mendoakan kesembuhan bagi para korban dan harapan agar yang masih hilang dapat segera ditemukan dalam keadaan selamat.
“Saya sangat sedih atas kerusakan dahsyat yang disebabkan oleh gempa bumi ini,” tulis Lee Jae Myung dalam unggahannya di media sosial X. Ucapan simpati tersebut disampaikan atas nama pemerintah Korea Selatan kepada para korban beserta keluarga yang berduka akibat kehilangan orang-orang terkasih maupun tempat tinggal akibat bencana yang datang secara tiba-tiba.
“Atas nama pemerintah Korea Selatan, saya menyampaikan belasungkawa terdalam kepada para korban dan keluarga berduka yang kehilangan orang yang dicintai serta rumah akibat bencana yang tiba-tiba ini,” tegas Lee dalam pesan belasungkawanya yang disampaikan kepada Pemerintah Indonesia.
Selain itu, Presiden Lee juga menyampaikan harapan agar upaya pemulihan pascabencana di Nusa Tenggara Timur dapat berjalan cepat di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Dengan demikian, para korban yang terdampak dapat segera kembali melangsungkan aktivitas kehidupan seperti sedia kala.
Namun, ucapan belasungkawa tersebut justru memicu gelombang kritikan dari sejumlah warga Korea Selatan. Kritikan itu muncul karena di saat yang sama, wilayah Korea Selatan sendiri sedang dilanda bencana banjir dan tanah longsor yang menimbulkan kerusakan parah serta merenggut korban jiwa.
Warga menumpahkan kekesalan melalui berbagai laman internet dan media sosial. Mereka menilai Presiden Lee lebih cepat menyampaikan simpati kepada negara lain dibandingkan memberikan perhatian serius terhadap penderitaan rakyatnya sendiri yang tengah berjuang mengatasi dampak bencana.
Kawasan yang terdampak parah antara lain wilayah Geoje dan Busan di bagian selatan Korea Selatan. Hujan deras yang mengguyur sejak akhir pekan memicu banjir besar serta tanah longsor yang merusak pemukiman dan merenggut nyawa warga. Pemerintah pusat dinilai lambat merespons keadaan darurat tersebut.
Padahal, gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Flores, NTT, pada Sabtu pekan lalu hingga kini tercatat menewaskan sedikitnya 70 orang dan melukai lebih dari 1.000 orang lainnya. Bantuan dan simpati dari berbagai negara pun terus mengalir untuk Indonesia.
Merespons bencana banjir di negaranya sendiri, Presiden Lee Jae Myung kemudian menyerukan tindakan cepat guna meminimalkan kerusakan akibat hujan lebat yang melanda wilayah selatan Korea Selatan. Seruan tersebut disampaikan dalam pidatonya pada Senin, 17 Agustus 2026.
“Saya prihatin dengan kerusakan akibat hujan lebat di Geoje dan wilayah selatan lainnya,” tulis Lee di akun media sosial resminya. Ia mendesak pemerintah daerah serta kementerian terkait untuk segera mengambil langkah-langkah yang diperlukan dan memobilisasi seluruh sumber daya yang tersedia.
Presiden Lee juga menyampaikan belasungkawa atas jatuhnya korban jiwa akibat bencana banjir dan tanah longsor di wilayahnya sendiri. Namun, pernyataan yang terlambat tersebut belum sepenuhnya dapat meredam gelombang kritikan warga yang merasa diabaikan pemerintah pusat.
Terlepas dari polemik di dalam negaranya, ucapan simpati dan belasungkawa Presiden Lee Jae Myung kepada korban gempa NTT tetap menjadi bukti solidaritas internasional yang terus mengalir bagi Indonesia. Semoga dukungan dari berbagai bangsa dapat memperkuat langkah pemulihan dan ketangguhan masyarakat NTT. D|Red.
Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.
Penulis : Tagor
Editor : Alan







