Samosir-Mediadelegasi:Pemerintah Kabupaten Samosir memperkuat langkah menuju swasembada pangan lewat pertanian modern. Mereka mewujudkan langkah ini melalui Gerakan Tanam Padi Pertanian Modern Advanced Agriculture System (PM-AAS) seluas 148 hektare.
Petani menanam padi di Desa Sinaga Uruk Pandiangan, Kecamatan Nainggolan, pada Jumat (21/08/2026). Mereka melibatkan Kelompok Tani Mula Tani dan Kelompok Tani Segar serta mengembangkan varietas padi Ciherang.
Bupati Samosir Vandiko Timotius Gultom—yang diwakili Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, Tumiur Gultom—menyambut baik kehadiran Kepala Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian beserta tim. Program PM-AAS menjadi strategi penting untuk memodernisasi sektor pertanian Samosir guna mendongkrak produktivitas.
”Kami menargetkan hasil PM-AAS mencapai 10 ton per hektare,” ucap Tumiur. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Utara karena telah membangun fasilitas pompa air di desa tersebut sehingga program ini berjalan lancar.
Ketua DPRD Samosir, Nasip Simbolon, turut mendukung penuh kerja sama antara pemkab dan Kementerian Pertanian. Ia berharap program ini mampu mendongkrak produksi padi lokal, memenuhi kebutuhan beras daerah, hingga menyuplai wilayah lain.
Kepala Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian, Mulyono, menjelaskan bahwa Menteri Pertanian menggagas sistem PM-AAS. Sistem ini menerapkan teknik tanam benih langsung tanpa proses pindah tanam.
Metode tersebut memangkas biaya tenaga kerja dan memperbanyak populasi tanaman.
”Jika tanam pindah menghasilkan 250 ribu hingga 300 ribu rumpun per hektare, pertanian modern ini mampu mencapai 800 ribu sampai 1,2 juta rumpun,” terang Mulyono. Tahun ini, Kementerian Pertanian mematok target penerapan PM-AAS seluas 37 ribu hektare di Sumatera Utara.
Mulyono menilai Kabupaten Samosir memiliki peluang besar untuk memadukan sektor pertanian dan pariwisata. Mereka bisa mengembangkan konsep agrowisata sebagai daya tarik baru bagi wisatawan.
Wisatawan tidak hanya menikmati keindahan alam Samosir, tetapi juga mendapat edukasi seputar pertanian modern. Masyarakat meyakini sinergi ini mampu memperkuat ketahanan pangan sekaligus mendongkrak kesejahteraan warga Samosir.







