Jatmiko Aksi di Kejagung, Minta Sabam Sinaga Diperiksa Soal Antropometri Kemenkes

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 10:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Massa dari Jatmiko bersama elemen mahasiswa menggelar aksi unjuk rasa kelima di depan Kantor Kejaksaan Agung RI, Jakarta, Jumat (21/8/2026).

Foto: Massa dari Jatmiko bersama elemen mahasiswa menggelar aksi unjuk rasa kelima di depan Kantor Kejaksaan Agung RI, Jakarta, Jumat (21/8/2026).

Jakarta-Mediadelegasi: Jaringan Aktivis Transformatif Miskin Kota (Jatmiko) bersama elemen mahasiswa menggelar aksi kelima di depan Kantor Kejaksaan Agung (Kejagung) RI, Jakarta, Jumat (21/8/2026). Mereka mendesak Kejagung mengusut dugaan penyimpangan pengadaan Antropometri Kit, alat pemantau stunting di Kementerian Kesehatan (Kemenkes) TA 2023.

Massa menyoroti nilai kontrak sebesar Rp174,5 miliar untuk 20.843 unit barang serta janggalnya biaya pengiriman. Orator aksi, Syahrul R., menilai ongkos kirim barang dari Jakarta ke Bekasi disamakan dengan Jakarta ke Banda Aceh.

Selain itu, dalam Surat Pesanan Kementerian Kesehatan Nomor BJ.01.04/PPK4.1/142/2023 tertanggal 17 Juli 2023, disebutkan adanya komponen harga barang, biaya pengiriman, serta kewajiban penyedia untuk menjamin kualitas, kuantitas, dan kesesuaian spesifikasi barang.

BACA JUGA:  Dirut Sritex, Iwan Lukminto, Ditangkap Kejagung Terkait Dugaan Korupsi Kredit Bank

“Kok barang atau alat kesehatan yang dikirim dari Jakarta ke Bekasi sama ongkos kirimnya dengan pengiriman dari Jakarta ke Banda Aceh. Secara logika saja ini sudah tidak masuk akal. Maka tidak ada alasan Kejagung RI untuk tidak memanggil Sabam Sinaga orang yang didga terkait dalam proyek dimaksud ” tegas Syahrul.

Ketua Umum Jatmiko, Alim Sofyan, meminta Kejagung bergerak cepat memeriksa pihak terkait, meski menegaskan dugaan ini tetap memerlukan pembuktian hukum.

“Hari ini kembali kami melakukan aksi unjuk rasa yang kelima kalinya untuk mendesak Kejagung RI memanggil dan memeriksa Saudara Sabam Sinaga terkait dugaan korupsi alat kesehatan pada tahun 2023,” ujar Alim dalam orasinya.

BACA JUGA:  Partai Gerakan Rakyat: Ujian Institusional Figur Anies

Ia menekankan pentingnya akuntabilitas dalam proyek negara demi masyarakat.

“Program pengadaan alat kesehatan yang menggunakan anggaran negara harus dipastikan berjalan sesuai prinsip transparansi, akuntabilitas, efektivitas, dan kepentingan masyarakat,” ujarnya.

Jatmiko bersama elemen mahasiswa dan pemuda menyatakan akan terus mengawal perkembangan penanganan persoalan tersebut hingga terdapat kejelasan berdasarkan hasil pemeriksaan dan proses hukum yang berlaku. D|Red.

 

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.

Penulis : Alx

Editor : Alan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BNN Gagalkan Penyelundupan 2,6 Ton Sabu Cair di Kepri
KPK Panggil Staf Khusus Raja Juli Antoni terkait Kasus Suap Bupati Kuansing
Kejagung Periksa Saksi dari KAP, Perkuat Kasus Dugaan Korupsi Transfer Pricing PT TPL Rp2 Triliun
KPK Naikkan Perkara Kabupaten Bogor ke Tahap Penyidikan, Terbitkan Sprindik Umum dan Amankan Rp1,5 Miliar
KPK Sita Uang Ratusan Juta dalam OTT Rektor Unsoed Akhmad Sodiq, Terkait Seleksi Mahasiswa Baru
KPK Gelar OTT Rektor dan Pejabat Unsoed, Dibawa ke Jakarta untuk Diperiksa
PN Jaksel Tolak Praperadilan Dokter Tifa
Reses Maruli Siahaan: Aspirasi Warga Marindal Berujung BPJS Gratis
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 10:47 WIB

BNN Gagalkan Penyelundupan 2,6 Ton Sabu Cair di Kepri

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 10:24 WIB

Jatmiko Aksi di Kejagung, Minta Sabam Sinaga Diperiksa Soal Antropometri Kemenkes

Jumat, 21 Agustus 2026 - 17:47 WIB

KPK Panggil Staf Khusus Raja Juli Antoni terkait Kasus Suap Bupati Kuansing

Jumat, 21 Agustus 2026 - 17:15 WIB

Kejagung Periksa Saksi dari KAP, Perkuat Kasus Dugaan Korupsi Transfer Pricing PT TPL Rp2 Triliun

Jumat, 21 Agustus 2026 - 14:21 WIB

KPK Naikkan Perkara Kabupaten Bogor ke Tahap Penyidikan, Terbitkan Sprindik Umum dan Amankan Rp1,5 Miliar

Berita Terbaru

Personel BNN bersiaga menjaga barang bukti sabu cair seberat 2,6 ton yang berhasil digagalkan penyelundupannya di Perairan Karimun, Kepulauan Riau. Pengungkapan ini berpotensi menyelamatkan 14,1 juta jiwa dari ancaman narkoba senilai Rp8,5 triliun. Foto: Ist.

Nasional

BNN Gagalkan Penyelundupan 2,6 Ton Sabu Cair di Kepri

Sabtu, 22 Agu 2026 - 10:47 WIB