Puan Maharani Minta Selidiki Dugaan Alih Fungsi Lahan Bekas Karhutla Jadi Kebun Sawit

Selasa, 8 September 2026 - 15:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua DPR Puan Maharani (kedua dari kanan). Foto: Ist.

Ketua DPR Puan Maharani (kedua dari kanan). Foto: Ist.

Jakarta-Mediadelegasi: Ketua DPR RI Puan Maharani meminta pihak berwenang segera menyelidiki dugaan perubahan fungsi lahan bekas kebakaran hutan dan lahan menjadi area perkebunan kelapa sawit. Seruan ini disampaikan Puan merespons laporan yang diterima Presiden Prabowo Subianto terkait dugaan alih fungsi lahan yang diduga sengaja dibakar untuk dialihfungsikan menjadi kebun sawit.

“Apakah hal-hal yang terkait karhutla kemudian sudah berubah alih fungsi, kami akan meminta pihak yang terkait untuk menyelidiki hal itu,” ujar Puan Maharani saat ditemui awak media di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, pada Selasa (8/9/2026).

Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan itu menegaskan bahwa perubahan fungsi lahan yang terdampak kebakaran hutan dan lahan menjadi perkebunan kelapa sawit sama sekali tidak boleh terjadi. Lahan yang baru saja terbakar seharusnya dipulihkan dan dikembalikan fungsinya sebagai kawasan hutan, bukan justru diubah menjadi lahan perkebunan.

“Itu seharusnya tidak boleh terjadi dan harus segera diselidiki,” tegas Puan menegaskan pentingnya penelusuran menyeluruh guna memastikan apakah benar terdapat praktik pengalihan fungsi lahan bekas karhutla yang disiapkan secara sengaja untuk perkebunan kelapa sawit.

BACA JUGA:  BMKG Peringatkan Potensi Gelombang Tinggi Hingga 4 Meter Akibat Bibit Siklon Tropis 93S

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto telah menerima laporan lengkap mengenai dugaan perubahan lahan bekas karhutla menjadi area perkebunan kelapa sawit. Laporan tersebut menyebutkan adanya lokasi yang baru saja terbakar, namun lahan tersebut justru sudah disiapkan untuk penanaman kelapa sawit.

Mendapat laporan tersebut, Presiden Prabowo Subianto langsung menegaskan bahwa pemerintah tidak akan ragu mengambil tindakan tegas terhadap perusahaan yang terbukti melanggar aturan. Sanksi berat yang diancamkan mencakup pencabutan izin usaha hingga pencabutan Hak Guna Usaha milik perusahaan pelanggar.

Prabowo juga secara khusus meminta agar daftar nama-nama korporasi yang diduga kuat terlibat dalam kebakaran hutan dan lahan segera disampaikan kepadanya. Pernyataan tegas itu disampaikan Prabowo setelah menerima laporan langsung dari Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo terkait penegakan hukum terhadap korporasi yang diduga terlibat.

“Saya minta segera nama-nama korporasi itu sampai ke saya,” ujar Prabowo dengan nada tegas dalam Rapat Terbatas Penanganan Bencana yang digelar di Istana Merdeka, Senin (7/9/2026). Ancaman pencabutan izin disampaikan sebagai peringatan keras bagi pihak-pihak yang diduga memanfaatkan momen kebakaran untuk membuka lahan baru.

Presiden Prabowo kemudian memerintahkan kepada Menteri Kehutanan, Menteri Agraria dan Tata Ruang, serta Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan untuk melakukan penilaian menyeluruh terhadap perusahaan-perusahaan yang diduga terlibat dalam alih fungsi lahan bekas karhutla tersebut.

BACA JUGA:  Prabowo Kecewa Wamenaker Terjaring OTT KPK, Jaga Semangat Pemberantasan Korupsi!

“Nanti akan saya minta mungkin Menteri Kehutanan, ATR dan juga Satgas PKH untuk menilai, kalau perlu kita segera cabut semuanya semua izin-izinnya kita cabut, HGU-nya, dan sebagainya,” tegas Prabowo memberikan arahan agar tidak ada kompromi terhadap pelanggaran yang terjadi.

Temuan mengenai dugaan pembakaran lahan untuk dialihfungsikan menjadi perkebunan sawit sebelumnya juga diungkapkan Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto. Dalam laporannya kepada Presiden, Suharyanto menyebutkan adanya dugaan pembakaran sengaja untuk membuka lahan perkebunan baru yang terlihat di wilayah Kalimantan Barat dan Jambi.

Dengan adanya seruan dari Ketua DPR RI dan arahan tegas dari Presiden, kini seluruh pihak berwenang diminta bergerak cepat menyelidiki dugaan tersebut. Masyarakat pun berharap penelusuran ini dapat membongkar praktik-praktik pembakaran hutan yang diduga sengaja dilakukan demi kepentingan perkebunan. D|Red.

 

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.

Penulis : Tagor

Editor : Alan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

1.279 Personel Gabungan Disiagakan Tangani Dampak Erupsi Gunung Anak Krakatau
Agum Gumelar: Indonesia Tersendat Jadi Bangsa Besar karena Terlalu Banyak Kegaduhan Sendiri
Silmy Karim Ajukan Praperadilan, Gugat Penyitaan Aset Rp150 Miliar oleh KPK
Saksi Ungkap Tak Ada Larangan Pegawai BGN Bangun Dapur MBG, Lodewyk Ajukan Praperadilan Ketiga
Febrie Adriansyah Tiba di Kejagung Terborgol dan Berrompi Tahanan untuk Diperiksa
Anak Krakatau Kembali Erupsi Pagi Ini, Warga Diminta Jauhi Zona Bahaya 3 Km
Prabowo: Jangan Sampai Karhutla Masuk Zona Inti IKN, Minta Helikopter Chinook Diterjunkan
Prabowo Pimpin Ratas Penanganan Bencana, Minta Selalu Siap Hadapi Ancaman Alam
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 8 September 2026 - 16:51 WIB

1.279 Personel Gabungan Disiagakan Tangani Dampak Erupsi Gunung Anak Krakatau

Selasa, 8 September 2026 - 15:29 WIB

Agum Gumelar: Indonesia Tersendat Jadi Bangsa Besar karena Terlalu Banyak Kegaduhan Sendiri

Selasa, 8 September 2026 - 15:15 WIB

Puan Maharani Minta Selidiki Dugaan Alih Fungsi Lahan Bekas Karhutla Jadi Kebun Sawit

Selasa, 8 September 2026 - 14:24 WIB

Silmy Karim Ajukan Praperadilan, Gugat Penyitaan Aset Rp150 Miliar oleh KPK

Selasa, 8 September 2026 - 14:11 WIB

Saksi Ungkap Tak Ada Larangan Pegawai BGN Bangun Dapur MBG, Lodewyk Ajukan Praperadilan Ketiga

Berita Terbaru