Puan Maharani Soroti Fenomena Kritik di Media Sosial, ‘Kabur Aja Dulu’ hingga Bendera One Piece Jadi Perhatian

Jumat, 15 Agustus 2025 - 12:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua DPR-RI Puan Maharani. (Foto : Ist.)

Ketua DPR-RI Puan Maharani. (Foto : Ist.)

Jakarta-Mediadelegasi : Ketua DPR Puan Maharani menyoroti maraknya kritik dari masyarakat yang muncul di media sosial. Fenomena ini mencakup berbagai bentuk ekspresi, mulai dari sindiran hingga simbol-simbol unik seperti bendera One Piece.

Dalam Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR-DPD di Gedung Nusantara, Jakarta, Jumat (15/8/2025), Puan menyatakan bahwa media sosial telah menjadi wadah bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi, keresahan, dan sindiran politik.

“Kalimat seperti ‘kabur aja dulu’, sindiran tajam ‘Indonesia Gelap’, lelucon politik ‘negara Konoha’, hingga simbol-simbol baru seperti ‘bendera One Piece’ dan banyak lagi menyebar luas di ruang digital,” ujarnya.

Puan menilai, fenomena ini menunjukkan bahwa aspirasi dan keresahan masyarakat diekspresikan sesuai dengan perkembangan zaman. Ia menekankan pentingnya bagi para pemegang kekuasaan untuk memahami makna di balik setiap kritik yang disampaikan.

BACA JUGA:  Presiden Prabowo: Belum Seluruh Janji Tuntas, Namun Sudah Mulai Selesaikan Persoalan Puluhan Tahun

“Bagi para pemegang kekuasaan, semua suara rakyat yang kita dengar bukanlah sekadar kata atau gambar. Di balik setiap kata ada pesan, di balik pesan ada keresahan, dan di balik keresahan itu ada harapan,” kata Puan.

Ia meminta para pemegang kekuasaan untuk tidak hanya mendengarkan, tetapi juga memahami kritik serta meresponsnya dengan hati jernih dan pikiran terbuka. Menurutnya, respons yang tepat terhadap kritik dapat membantu memperbaiki kinerja pemerintah dan meningkatkan kepercayaan publik.

Puan juga mengingatkan bahwa kritik seharusnya tidak menjadi sumber perpecahan. “Kritik tidak boleh menjadi bara yang membakar persaudaraan atau api yang memecah belah bangsa. Kritik harus menjadi cahaya yang menerangi jalan kita bersama,” tegasnya.

BACA JUGA:  Setelah Status Tersangkanya Dicabut PN Jaksel, Sahbirin Noor Mundur dari Jabatan Gubernur Kalimantan Selatan

Pernyataan Puan ini menjadi sorotan di tengah meningkatnya penggunaan media sosial sebagai platform untuk menyampaikan pendapat dan kritik terhadap pemerintah. Diharapkan, para pemegang kekuasaan dapat mengambil hikmah dari fenomena ini dan menjadikan kritik sebagai bahan evaluasi untuk perbaikan di masa depan. D|Red.

 

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Indonesia Beri Izin Ruang Udara, Malaysia Tawarkan Bantuan Pemadaman Karhutla
Alasan Menhut Tak Ikut Kunjungan Prabowo ke Kalimantan-Sumatera
Prabowo menghadiri akad nikah Sekretaris Pribadinya
Aksi Lepas Logo Bank Mandiri Jelang Demo Jadi Sorotan Netizen
Prabowo Subianto bertolak ke Kalimantan
Terbitkan SEMA 4/2026, MA Tutup Celah Upaya Hukum untuk Putusan Bebas
KPK Klarifikasi Kegiatan OTT di Bogor
Kementerian PKP-BGN Siapkan Rumah Bagi Keluarga Penerima MBG
Berita ini 21 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 25 Agustus 2026 - 20:37 WIB

Indonesia Beri Izin Ruang Udara, Malaysia Tawarkan Bantuan Pemadaman Karhutla

Selasa, 25 Agustus 2026 - 20:06 WIB

Alasan Menhut Tak Ikut Kunjungan Prabowo ke Kalimantan-Sumatera

Selasa, 25 Agustus 2026 - 11:47 WIB

Prabowo menghadiri akad nikah Sekretaris Pribadinya

Senin, 24 Agustus 2026 - 21:33 WIB

Aksi Lepas Logo Bank Mandiri Jelang Demo Jadi Sorotan Netizen

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 15:13 WIB

Prabowo Subianto bertolak ke Kalimantan

Berita Terbaru