Punguan Raja Sitanggang, Wadah Kesatuan yang Mempersatukan

Sabtu, 9 Oktober 2021 - 17:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Johannes P Sitanggang.

Johannes P Sitanggang.

Seiring berjalan waktu dan dengan meluasnya persebaran anggota Punguan Raja Sitanggang Dohot Boruna Indonesia, berkembang menjadi sebuah populasi garis keturunan tradisi yang dilakukan untuk menghubungkan kembali identitas kemargaan.

Tradisi ini diaplikasikan dalam martarombo atau martutur. Tarombo atau silsilah jangan menjadi pemicu perpecahan tetapi harus menjadi arah kesatuan atau pemersatu.

Aktivitas merantau Punguan Raja Sitanggang Dohot Boruna Indonesia didorong oleh adanya motif ekonomi untuk mencari kehidupan yang lebih baik ditempat lain.

Hal ini terutama didorong oleh berhaslnya sejumlah perantauan yang lebih dulu di luar Samosir. Selain itu, faktor pendidikan tinggi juga menjadi faktor yang sangat mempengaruhi. Punguan Raja Sitanggang Dohot Boruna Indonesia menyadari bahwa anggota Punguan Raja Sitanggang Dohot Boruna Indonesia telah tersebar di wilayah Indonesia.

BACA JUGA:  Memanajemen Kampus Merdeka, Harapan dan Tantangan

Untuk menjaga kelestarian budaya Batak dan eksistensi Punguan Raja Sitanggang Dohot Boruna Indonesia perlu membentuk Punguan Raja Sitanggang Dohot Boruna Indonesia di daerah perantau.

Kesamaan marga secara naluriah menjadikan ikatan kekeluargaan. Punguan Raja Sitanggang Dohot Boruna Indonesia harus mampu mempersatukan marga Sitanggang tanpa melihat atau memandang sohe atau perbedaan yang masih ada.

Perbedaan yang masih ada harus mampu menjadi motivasi bagi anggota Punguan Raja Sitanggang Dohot Boruna Indonesia agar punguan dapat menjadi solusi dari anggota marga Sitanggang yang berada menyebar si tanah Indonesia Raya.

Punguan yang ada entah apa pun namanya selama ini hendaknya dapat bergabung dalam satu nama yakni Punguan Raja Sitanggang Dohot Boruna Indonesia.

BACA JUGA:  Peleng Sicina Mbara dan Media Konstruktif di Pendopo Pakpak Bharat

*Penulis: Dosen Universitas Katolik Santo Thomas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Di Mana 5 Persen Orang Keras Kepala Itu?
Samosir 22 Tahun: Sudah Berjalan, Belum Melompat
Verifikasi Kemiskinan, Menghapus Dosa Tunggakan BPJS
Timnas Indonesia Tertinggal 3-0, Ini sosok Pelatih Timnas Indonesia.
Ramainya Pemberitaan Bakal Calon Bupati Bekasi, Direspon Salah satu Tokoh Bekasi, H Deddy Rohendi SH, MH, CTA, menjelang Pilkada 2024-2029 Di Kabupaten Bekasi
Pergub Riau Ciderai Hak Wartawan Dan Perusahaan Pers
Menunggu Komitmen Tegas Pemerintah Jalankan Moratorium Eksploitasi Hutan Danau Toba
Program Ziarah Spiritual Selaras dengan Dokumen Abu Dhabi
Berita ini 41 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 10 Agustus 2026 - 10:34 WIB

Di Mana 5 Persen Orang Keras Kepala Itu?

Rabu, 7 Januari 2026 - 10:11 WIB

Samosir 22 Tahun: Sudah Berjalan, Belum Melompat

Senin, 24 November 2025 - 22:31 WIB

Verifikasi Kemiskinan, Menghapus Dosa Tunggakan BPJS

Kamis, 20 Maret 2025 - 17:18 WIB

Timnas Indonesia Tertinggal 3-0, Ini sosok Pelatih Timnas Indonesia.

Selasa, 19 Maret 2024 - 22:39 WIB

Ramainya Pemberitaan Bakal Calon Bupati Bekasi, Direspon Salah satu Tokoh Bekasi, H Deddy Rohendi SH, MH, CTA, menjelang Pilkada 2024-2029 Di Kabupaten Bekasi

Berita Terbaru

Kementerian PKP-BGN Siapkan Rumah Bagi Keluarga Penerima MBG.(Foto:Ist)

Jakarta

Kementerian PKP-BGN Siapkan Rumah Bagi Keluarga Penerima MBG

Kamis, 20 Agu 2026 - 16:07 WIB

3 Hari Pencarian Bocah Hanyut di Bah Sosopan Ditemukan. (Foto:Ist)

Kota Pematangsiantar

3 Hari Pencarian Bocah Hanyut di Bah Sosopan Ditemukan

Kamis, 20 Agu 2026 - 15:58 WIB