Medan-Mediadelegasi: Mangaliat Simarmata, seorang putra daerah yang berasal dari kawasan Danau Toba (KDT), menyampaikan harapan mendesak kepada para Bupati/Pemkab dan DPRD di wilayah KDT terkait perencanaan pembangunan yang berkelanjutan. Seruan ini muncul sebagai respons terhadap bencana banjir dan longsor yang kerap terjadi di KDT dan wilayah lain di Sumatera, serta kerusakan lingkungan yang semakin memprihatinkan.
Dalam suratnya, Mangaliat Simarmata mengungkapkan keprihatinannya atas kerusakan hutan penyangga di KDT, yang meningkatkan risiko banjir bandang dan longsor. Ia menyoroti bahwa banyak perkampungan penduduk serta lahan pertanian berada di daerah perbukitan dan sekitarnya, sehingga sangat rentan terhadap bencana.
“Kita sudah menyaksikan bersama malapetaka banjir dan longsor di Sumatera yang disebabkan oleh perambahan hutan dan kebijakan pemerintah yang tidak mempertimbangkan keseimbangan ekosistem,” tulis Mangaliat Simarmata. “Danau Singkarak dipenuhi lumpur dan kayu, perumahan hancur, dan persawahan tertutup lumpur. Ini adalah saatnya kita ‘hobas’ (sigap) mengantisipasi tragedi serupa di KDT.”
Mangaliat Simarmata berharap para Bupati/Pemkab dan DPRD di KDT memiliki niat untuk membuat perencanaan yang terencana dan terukur, khususnya dalam perencanaan pembangunan Samosir untuk tahun 2026. Tujuannya adalah menyeimbangkan kembali ekosistem Samosir yang sudah sangat memprihatinkan dan mencegah terulangnya banjir dan longsor.
“Saya berharap kepada para Bupati/Pemkab dan DPRD di KDT kiranya berniat membuat perencanaan pembangunan Samosir untuk tahun 2026 secara khusus guna untuk menyeimbangkan kembali ekosistem Samosir kita yang sudah sangat memprihatinkan dan untuk mencegah, mengantisipasi agar tidak terulangnya kembali banjir dan longsor di KDT,” lanjutnya.






