Pada 2021, Seif sempat mendaftarkan diri sebagai calon presiden Libya namun kemudian pencalonannya dibatalkan oleh komisi pemilihan dalam proses politik yang penuh sengketa dan ujungnya membuat pemilu ditunda berkali‑kali.
Reaksi atas pembunuhan ini datang dari berbagai penjuru; beberapa pihak menyerukan penyelidikan yang transparan, sementara analis politik memperkirakan bahwa kematiannya bisa memicu dampak signifikan bagi psikologi massa serta dinamika politik nasional, termasuk dalam konteks rencana pemilihan umum yang sudah lama tertunda.
Dengan tewasnya tokoh kontroversial ini, Libya menghadapi babak baru ketidakpastian di tengah upaya pencarian kestabilan dan persaingan kekuasaan yang terus berlangsung sejak kejatuhan Muammar Khadafi lebih dari satu dekade lalu. D|Red.
Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.







